Memakai Cincin di Jari Tengah

PERTANYAAN:
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Semoga Ustadz dan keluarga senantiasa diberi-Nya kesehatan dan kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat. Amin!

Nama saya Rica, pelajar SMA dari Kalimantan Selatan. Ustadz, saya mau bertanya mengenai hukum memakai cincin perak bagi perempuan. Saya sudah browsing di internet, tapi jawaban yang saya temukan bermacam-macam.

Dalam kasus ini, karena cincin saya terlalu besar untuk dipakai di jari manis, maka saya mengenakan cincin perak itu di jari tengah sebelah kanan. Bagaimana kira-kira hukumnya menggunakan cincin perak di jari tengah sebelah kanan, Ustadz?

Dari hasil browsing yang saya temukan, ada yang mengatakan; "Haram, karena jari telunjuk dan jari tengah merupakan jari hantu". Selain itu, ada juga yang mengatakan bahwa "Tidak ada larangan bagi wanita hendak mengenakan cincin di jari mana saja, karena itu merupakan perhiasan bagi mereka".

Saya benar-benar bingung, ragu, dan khawatir bila hal itu membuat saya jadi berdosa, karena hukumnya yang mendekati haram.

Tolong, dibalas ya Ustadz. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.
PENANYA
Rica Novianita
Pelajar, Kalimantan Tengah




JAWABAN
Wa'alaikumussalam, Wr. Wb.

al-Hamdulillah, saya dan keluarga senantiasa diberi-Nya kesehatan dan kelancaran menjalankan aktivitas sehari-hari. Semoga Sdr Rica dan keluarga di Kalimantan Selatan yang jauh di sana, juga senantiasa diberi-Nya kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Semoga juga, Sdr Rica semakin semangat menjalankan kegiatan belajar di sekolah, sehingga menjadi siswi yang berprestasi. Amin!

Sdr Rica yang baik di Kalimantan Selatan. Saya sampaikan terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan. Insya Allah, pertanyaan ini menunjukkan sikap hati-hati Sdr Rica dalam melakukan segala sesuatu, sehingga senantiasa dicarikan keterangannya secara jelas melalui ajaran-ajaran agama. Bahkan Sdr Rica berkenan mencari-cari keterangan melalui internet, hanya untuk mengetahui hukum mengenakan cincin di jari tengah sebelah kanan.

Ada beberapa hal yang penting direspon dari keterangan Sdr Rica di atas. Pertama, soal perempuan mengenakan cincin perak. Banyak Hadis yang menerangkan, bahwa wanita diperkenankan memakai cincin emas. Jika cincin emas saja diperkenankan, tentu saja cincin perak juga tidak dilarang, karena wanita itu tempat perhiasan. Bahkan, sebagaimana diceritakan Anas bin Malik, Rasulullah SAW sendiri mengenakan cincin perak. (Shahih Muslim, jilid 2, hal. 241, Sunan al-Tirmidzi, Jilid 3, hal. 287). Karena itu, insya Allah tidak ada larangan perempuan mengenakan cincin perak.

Kedua, mengenakan cincin di jari tengah sebelah kanan. Jika kita mengaca pada teladan Rasulullah SAW, maka ada beberapa keterangan yang menyatakan bahwa beliau mengenakan cincin di tangan sebelah kanan dan kadang juga di tangan sebelah kiri. Dalam kitab Shahih Muslim, Imam Muslim al-Qusyairi menuliskan bab yang berjudul “Mengenakan Cincin di Kelingking”. Diceritakan dari Tsabit dari Anas bin Malik, ia berkata; cincin Rasulullah SAW dipasang di kelingking bagian kiri (Shahih Muslim, jilid 2, hal. 242).  

Dalam kitab Sunan al-Tirmidzi, Imam Abu Isa al-Tirmidzi menulis bab yang berjudul “Mengenakan Cincin di Tangan Kanan”. Di dalam bab ini, Imam al-Tirmidzi banyak menuliskan Hadis yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengenakan cincin di tangan sebelah kanan (Sunan al-Tirmidzi, jilid 3, hal. 288-289), tanpa menyebutkan jari bagian mana. Imam Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, juga menuliskan bab berjudul “Bercincin di Tangan Kanan”. Menukil riwayat ‘Abdullah bin Ja’far, Ibn Majah menuliskan, Rasulullah SAW mengenakan cincin di tangan kanan (Sunan Ibn Majah, jilid 2, hal. 389), juga tanpa menyebutkan jari bagian mana.

Keterangan-keterangan ini menunjukkan, terkadang Rasulullah SAW mengenakan cincin di tangan kiri dan terkadang di tangan kanan. Hanya memang, lebih banyak keterangan yang menjelaskan bahwa beliau mengenakan cincin di tangan sebelah kanan. Hanya saja, Rasulullah SAW mengenakan di tangan kanan jari bagian mana, itu perlu dicari keterangannya lebih jauh. Namun demikian, ada beberapa Hadis yang menjelaskan di jari mana saja kita, baik laki-laki maupun perempuan, dilarang mengenakan cincin.

Imam Muslim menjelaskan riwayat dari Abu Burdah dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Ali dilarang oleh Rasulullah SAW mengenakan cincin di jari telunjuk (al-sababah) dan jari tengah (al-wustha), (Shahih Muslim, jilid 2, hal. 242). Keterangan ini bisa dibaca dalam bab “Larangan Mengenakan Cincin di Jari Tengah dan Jari Sampingnya”. Imam al-Tirmidzi juga menuliskan bab yang serupa, dengan judul yang sedikit berbeda, yaitu “Kemakruhan Bercincin di Dua Jari”. Dalam bab ini, Imam al-Tirmidzi juga menukil keterangan dari Ali bin Abi Thalib, bahwa ia dilarang oleh Rasulullah SAW mengenakan cincin di jari telunjuk dan tengah (Sunan al-Tirmidzi, jilid 3, hal. 306).

Keterangan-keterangan di atas menunjukkan, bahwa mengenakan cincin di jari telunjuk dan jari tengah, itu tidak dianjurkan. Imam Muslim memasukkannya dalam bab larangan dan Imam al-Tirmidzi memasukkannya dalam bab makruh (setingkat di bawah haram). Dengan demikian, mengenakan cincin di jari tengah sebagaimana yang ditanyakan Sdr Rica, itu hukumnya minimal makruh; sesuatu yang jika ditinggalkan mendapatkan pahala dan jika dilakukan justru tidak bernilai apa-apa.

Hanya saja, baik Imam Muslim maupun Imam al-Tirmidzi, sama-sama tidak menjelaskan alasan pelarangannya, dan juga tidak menyebut-nyebut soal jari hantu itu sebagai alasannya. Karena itu, saya sendiri kurang tahu, apa sesungguhnya yang dimaksud dengan jari hantu. Namanya kok seram sekali kelihatannya. Insya Allah, istilah jari hantu itu tidak disebut-sebut dalam keterangan-keterangan di atas.  

Sdr Rica yang baik. Dengan demikian, jika kita berpegang pada keterangan-keterangan di atas, insya Allah lebih aman dan lebih baik jika kita tidak mengenakan cincin di jari tengah dan telunjuk, kendati kita belum mengetahui alasannya secara detail. Kendati belum mengetahui alasannya, setidaknya kita telah ittiba’ dan menuruti perintah Rasulullah SAW. Dengan mengikutinya, kita berharap mendapat syafaatnya kelak. Yang jelas, apapun yang disampaikan Rasulullah SAW, niscaya benarnya dan ada hikmah di baliknya yang perlu kita pelajari.

Inilah jawaban singkat saya, berdasarkan pemahaman saya yang terbatas terhadap keterangan-keterangan para ulama. Semoga jawaban ini bermanfaat dan semoga Sdr Rica bisa memahaminya. Juga ikhlas jika cincinnya yang kebesaran tidak dikenakan di jari tengah. Barangkali bisa dikecilkan untuk dikenakan di jari manis, yang jelas-jelas tidak dilarang. Bisa juga disedekahkan, ditukar atau selainnya. Wa Allah a’lam.[]

Cikulur, 6 September 2012