BERHADAS BESAR SAMBIL PUASA

PERTANYAAN
Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

Semoga Pak Kiai dan keluarga senantiasa diberi-Nya kesehatan. Amin!
Pak Kiai yang baik, saya ingin bertanya tentang puasanya orang yang berhadas besar, bukan karena haid atau nifas. Apakah puasanya tetap sah atau malah rusak?  

Semoga Pak Kiai berkenan menjawabnya. Terima kasih atas penjelasannya.

Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.

PENANYA
Wawan,
Mahasiswa, Rangkasbitung Banten




JAWABAN
Wa'alaikumussalam, Wr. Wb.

Terima kasih atas doa dan pertanyaannya. al-Hamdulillah, saya dan keluarga sehat-sehat saja. Semoga Wawan dan keluarga juga demikian halnya. Amin!

Wawan di Rangkasbitung yang dirahmati Allah SWT. Banyak saudara kita yang juga bertanya seperti pertanyaan Wawan ini. Ini menunjukkan, diantara mereka masih banyak yang belum memahami hukum puasa orang yang berhadas besar. Karenanya, semoga penjelasan saya yang sederhana ini bisa menjadi jawaban dan solusi atas pertanyaan mereka.

Kalau ada orang yang berhadas besar, misalnya karena malam harinya mengalami sesuatu hal, maka dia tetap harus menjalankan puasa seperti biasanya. Hadas besar, kecuali haid dan nifas, tidak serta-merta menghalanginya untuk menjalankan ibadah puasa. Hanya saja, lebih utama atau afdhol-nya, dia mandi besar terlebih dahulu sebelum terbit fajar. Ini hanya sebatas keutamaan, bukan kewajiban. Artinya, kalaupun dia mandi besar setelah fajar, katakanlah pada pagi hari, ya tidak apa-apa. Puasanya tidak batal dan tetap dilanjutkan.

Demikian jawaban sederhana saya, semoga Wawan dan saudara-saudara kita yang lainnya bisa memahaminya. Semoga pula, apa yang saya sampaikan ini ada manfaatnya. Wa Allah a’lam.[]

Cikulur, 4 Agustus 2011