Santri Harus Siap Capek

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

al-Hamdulillahi Rabbil ‘alamin wa al-shalatu wa al-salamu ‘ala asyrafil anbiya’ wa al-mursalin sayyidina Muhammadin shalla Allah ‘alaih wa salla wa ‘ala alihi washahbihi ajama’in. Amma ba’du.

Yang saya hormati Kepala SMA, MTs Qothrotul Falah juga Diniah Qothrotul Falah. Para guru, asatidz dan asatidzah, yang dirahmati Allah Swt. Anak-anakku para santriawan dan santriawati Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang saya cintai.

al-Hamdulillah, malam ini adalah malam yang penuh keberkahan, sehingga kita semuanya bisa berkumpul di majelis yang mulia ini. Semoga kegiatan kita malam ini dalam rangka pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun 2015-2016 berjalan lancar dan mendapat rahmat dari Allah Swt.

Saya mengucapkan selamat datang kepada para santri baru, baik putera maupun puteri, yang telah datang dari berbagai daerah. Ada yang dari Lampung, Jakarta, Tangerang, Serang, Pandeglang, Lebak, dan sebagainya. Kalian akan menjalani kehidupan yang baru di pesantren ini. Mudah-mudahan kalian diberikan kemudahan menjalani hal-hal baru di sini.

Bagi santri yang barangkali belum betah, waktu satu minggu memang sangat lama. Tapi bagi santri yang sudah betah, waktu satu minggu akan terasa sangat singkat. Dan al-hamdulillah sudah seminggu lamanya kita selesai melaksanakan Masa Bimbingan Santri (MABIS), yang dilanjut acara kemah bersama dan nanti akan diadakan acara muhasabah oleh trainer dari Jakarta insya Allah.

Bagi santri yang masih baru, mungkin waktu ini terasa lama. Tapi insya Allah seiring berjalannya waktu, lama-kelamaan akan betah dan akan tumbuh motivasi dalam belajar. Menjadi seorang santri merupakan pilihan terbaik, sebab di pondok pesantren tidak hanya ilmu agama yang didapat, tapi insya Allah ilmu dunia dan akhiratpun bisa didapat dengan keseriusan kita dalam menuntut ilmu.

Kalian juga akan merasakan banyak perbedaan antara tinggal di rumah dan tinggal di pondok. Sebab, santri itu harus siap capek, belajar sampai larut malam, shalat harus berjamaah, waktu istirahat yang hanya sebentar, makan ngantri, mandi ngantri, wudhu ngantri, dan semuanya ngantri. Itu menjadi hal yang wajar, wong masuk surga juga ngantri kan?

Ketika kita ingin mendapatkan sesuatu yang mulia, jangan pernah mengeluh saat kita menemukan kesulitan. Sebab dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim dikatakan; “Kemuliaan akan didapat dengan kesulitan”. Tidak ada sesuatu yang mulia, yang tidak didapat dengan kesulitan. Nah karena itulah, kesulitan yang didapatkan di pondok, insya Allah akan menjadi obat keberhasilan di masa depan.

Kemudian, kita juga harus sabar, sebab sabar adalah kunci keberhasilan. Tapi jangan salah mengartikan sabar. Sabar di sini adalah sabar dalam menuntut ilmu. Misalnya, saat kita bangun tidur, walaupun badan menggigil, tetap shalat harus berjamaah. Ngaji malam sambil ngantuk-ngantuk, tetap harus dijalani dengan sabar dan ikhlas.

Santri-santri ku yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik.

Saya yakin, kalian bisa menghadapi seluruh kegiatan yang ada di pondok pesantren ini dengan sabar. Sebab jangan salah, kadang-kadang ketika kita sedang melamun, pikiran kita melayang ingin pulang karena kangen. Karena ketika sedang di rumah, godaan itu akan datang. Misalnya, kita melihat teman-teman kita yang asyik bermain, sementara kita harus tinggal di pondok. Itu akan membuat kita tidak nyaman. Yang tadinya betah di pondok akkhirnya tidak betah. Nah, karena itu kita harus sabar. Dengan kesabaran insya Allah kita akan berhasil.

Anak-anakku sekalian yang dirahmati Allah.

Allah menciptakan manusia awalnya tidak tahu apa-apa. Karena itu, manusia diwajibkan menuntut ilmu. Dengan ilmu kita akan memiliki martabat, sebagaimana Allah berfirman: “Allah akan meninggikan martabat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan diantara kalian (yarfai Allah alladzina amanu minkum wa al-ladzina utu al-ilm darajat)”.

Dan pengetahuan itu didapat dengan kesungguhan. Tidak ada pengetahuan yang didapat dengan leha-leha. Ilmu pengetahuan itu didapat dengan niat belajar, karena kata Nabi Muhammad segala sesuatu diawali dengan niat. Dan tentunya, datangnya kita ke Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini untuk belajar, bukan untuk bermain-main atau leha-leha. Mudah-mudahan dengan tinggal di pesantren, kita bisa memberantas kebodohan. Tanya pada diri sendiri jika kita memang benar-benar ingin mendapat ilmu. Insya Allah setiap santri siap dengan kondisi apapun, karena kita sudah terbiasa di sini. Kuncinya kalau kalian ingin berhasil, belajarlah dengan sungguh-sungguh.

Dan diangkatnya kalian menjadi santri merupakan anugrah dari Allah dan merupakan pentunjuk dari-Nya. Karena tidak ada satupun yang dilakukan manusia tanpa kehendak Allah. Nah, mudah-mudahan dengan kehendak Allah ini, kalian mampu mendalami ilmu agama dengan baik. Tahu tata cara membaca al-Qur’an dengan benar dan tahu ilmu fiqih lainnya. Maka syukurilah apapun kehendak Allah.

Sekarang kita semua adalah saudara. Sesama saudara tidak boleh saling menyakiti, apalagi mengambil hak orang lain. Kita harus saling menjaga dan memberikan kenyamanan pada sesama teman.

Itulah santri-santriku, sedikit wejangan yang bisa saya sampaikan. Insya Allah besok kalian akan siap menerima ilmu dari asatidz dan asatidzah yang ada di pondok pesantren ini. Maka, mulailah mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan mintalah pada Allah agar ilmu yang kalian dapatkan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Wassalamu’alaikum, Wr. Wb.

 

*Sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah disampaikan pada Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar, 2 Agustus 2015, di Majelis Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten.