Dengan Ilmu, Anak Bisa Hidup di Manapun*

Oleh KH. Achmad syatibi Hambali
 

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

al-Hamdulillah wa al-syukru lillah wala haula wala quwwata illa billah. Amma ba’du. Faya ayyuhal hadhirun; ittaqullah haqqa tuqatih wa la tamutunna illa wa antum muslimun.

Para alimil ‘ulama, para bapak ibu wali santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, dan para asatidz wal asatidzah, rahimakumullah.

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, sehingga di pagi menjelang siang ini kita dapat bersilaturahmi dengan wali santri semua. Shalawat beserta salam marilah kita panjatkan kepada baginda nabi kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kita selaku umatnya, yang senantiasa istiqamah menjalankan syariatnya.

Bapak dan ibu sekalian yang dirahmati Allah. Kita sebagai orang tua harus tetap semangat dalam mendukung anak kita menuntut ilmu. Sebab, jika anak tidak mendapatkan motivasi dari orang tuanya, tentu anak akan loyo dalam belajarnya.

Dalam keadaan apapun, anak tetap butuh dorongan orang tua. Entah itu dari nasihat kita ataupun materi yang kita punya. Karena yang namanya anak sekolah, pasti perlu biaya untuk melengkapi kebutuhannya dalam sekolah, seperti halnya seragam sekolah, buku, sepatu, uang saku dan sebagainya. Nah di situlah peran kita sebagai orang tua dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

Jika anak bersemangat dalam belajar, tapi orang tua cuek-cuek saja terhadap anak, tentu itu berpengaruh terhadap si anak. Begitupun sebaliknya. Jika anak semangat dan orang tua juga semangat, insya Allah hasilnya pun yang didapat oleh anak kita akan maksimal.

Jadi antara orang tua dan anak harus ada keseimbangan, supaya kita bisa mendorong anak kita lebih maju lagi. Begitu pun dengan para dewan gurunya yang kali ini ada dalam tanggung jawab saya, harus ikut berperan serta dalam menyemangati anak didiknya. Bersemngat dalam mengajar dan ikhlas dalam membimbing.

Bapak ibu yang dirahmati Allah.

Jangan ragu untuk menanyakan perkembangan anak kita kepada para asatidz wal asatidzah yang ada di pondok ini, agar kita juga mengetahui bagaimana perkembangan anak kita selama di pondok. Tentunya hal ini akan semakin menambah tali siraturahmi kita di pondok ini.

Itulah Pak/Bu harapan kami supaya anak kita sama-sama berhasil dan sukses dalam menuntut ilmunya. Sebab, insya Allah jika anak kita sudah sukses mempunyai ilmu yang barakah sesuai harapan kita, tentu kita pun akan mempunyai kebanggaan tersendiri sebagai orang tua.

Sayidina Ali bin Abi Thalib pernah ditanya: “Wahai Sayidina Ali, jika diminta, kamu memilih mana harta atau ilmu?” Ali menjawab: “Tentu saya lebih memilih ilmu, ketimbang harta.” Karena harta tentunya akan sirna, harta tentunya akan habis. Harta akan hancur jika pengelolaannya salah. Tapi ilmu tentunya tidak ada habisnya. Jadi bapak/ibu sekalian, ketika kita sudah mendapatkan ilmu insya Allah harta akan mengikuti kita.

Maka dari itu, kita harus bekali anak kita dengan ilmu yang sebanyak-banyaknya, karena dengan ilmu, di manapun anak kita berada insya Allah bisa hidup. Tapi jika kita hanya membekali ilmu dunia saja, itu tidak cukup. Anak kita sebagai umat muslim, tentunya harus dibekali dengan ilmu agama. Paling tidak jika sudah dibekali dengan ilmu agama, ilmu dunianya bagus, maka insya Allah pengetahuannya lengkap.

Man arada al-dunia fa’alaihi bi al-ilm wa man arada al-akhirah fa’alaih bi al-ilmi wa man arada huma fa’alaihi bi al-ilmi.” Pingin dapat dunia, dengan ilmu. Pingin dapat akhirat, dengan ilmu. Pingin dapat dua-duanya juga harus dengan ilmu. Kita sebagai orang muslim tentu harus bisa mendapatkan dua-duanya, supaya kita mempunyai bekal untuk hidup di dunia dan di akhirat kita selamat.

Ilmu akhirat dan ilmu dunia tidak bisa dipisahkan. Dan insya Allah, kita di pondok akan berusaha membekali keduanya di sini. Ilmu dunia kita ajarkan dengan adanya sekolah umum dan ilmu akhiratnyapun kita bekali dengan mengaji. Hanya kita di sini juga mohon dukungannya untuk bisa melengkapi sama-sama kekurangan-kekurangan yang ada.

Barangkali itu saja dari saya dan terima kasih.

Wa Allah al-muwaffiq ila aqwam al-thariq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

*Sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah pada Silaturahim dengan Wali Santri, Ahad, 10 Januari 2016, di Majelis Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten.