Niatkan Mengabdi untuk Pondok!

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

al-Hamdulillah wa al-syukru lillah wala haula wala quwwata illa billah. Amma ba’du. Faya ayyuhal hadhirun; ittaqullah haqqa tuqatih wa la tamutunna illa wa antum muslimun.

Dewan guru, asatidz, asatidzah, anak-anakku santriawan dan santriawati rahimakum Allah. Mari kita panjatkan puji serta syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada malam ini kita bisa mengadakan sebuah acara, yaitu Pengukuhan Pengurus Baru di Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang kita cintai dan kita banggakan ini.

Shalawat serta salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarganya, shahabatnya sampai kepada kita selaku umatnya yang senantiasa istiqamah menjalankan syariatnya.

Santriawan dan santriawati yang saya hormati dan yang saya banggakan. Yang pertama saya ucapkan terima kasih kepada pengurus lama yang telah mengabdikan dirinya untuk menjadi pengurus di pondok pesantren ini. Mudah-mudahan segala pengabdiannya, baik itu tenaga maupun fikirannya, Allah berikan balasan baik di dunia maupun di akhirat kelak nanti.

Yang kedua saya ucapkan selamat atas terpilihnya dan diangkatnya pengurus baru, dari jajaran ketua sampai seksi-seksi. Semenjak dilantik inilah, pengurus baru mulai bergerak mengurusi santri, pondok dan yang lainnya. Untuk itu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada pengurus lama yang telah membaktikan dirinya untuk menjadi pengurus di pondok ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi bekal serta pengalaman di hari kemudian, sebab semua yang ada di sini dapat dijadikan pembelajaran baik. Belajar itu bukan hanya di bangku sekolah saja, tetapi dengan manjadi pengurus pun itu bisa dijadikan suatu pembelajaran yang mudah-mudahan nilai positifnya bisa diambil dan menjadi bekal di kemudian hari.

Selanjutnya kepada pengurus baru saya mohon dengan sangat keikhlasannya. Niatkan dalam benak masing-masing pengurus untuk membaktikan diri, mengabdikan diri kepada pondok, bukan pada saya. Kalau membaktikan diri pada saya, apalah artinya saya. Aaya tidak bisa memberikan pahala. Saya tidak bisa memberikan upah dan tidak bisa memberikan gaji. Kalian menjadi pengurus ini harus mempunyai niat dalam hati untuk membangun pondok.

Bekerjalah yang keras sehingga pondok ini bisa maju dan bagus, juga rapi. Pengurus baru harus belajar dari pengurus lama. Harus melihat dan mengevaluasi kinerja pengurus yang lama. Hal baik yang dilakukan pengurus yang lama, tentunya harus dipertahankan dan terus dilakukan. Dan kekurangan yang ada pada pengurus lama tentunya harus bisa ditutupi oleh yang baru. Karena itulah, kita harus bisa melihat mana yang bagus dan mana yang kurang bagus. Misalkan kedisiplinan pada pengurus lama kurang bagus, maka pengurus baru harus bisa meningkatkannya kembali. Begitu juga kebersihannya. Jika pada pengurus lama kebersihannya kurang bagus, maka pengurus baru harus bisa meningkatkannya.

Dan jangan sekali-kali pengurus baru ini melakukan balas dendam. Saya tidak harapkan ini. Tidak boleh itu! Bagaimana balas dendam? Misalnya dulu waktu saya jadi anggota, saya sering dihukum. Bagaimana caranya sekarang saya harus bisa menghukum santri. Nggak boleh seperti itu! Artinya, jika ada santri yang melanggar, hukumlah sesuai dengan dosanya, sesuai aturan yang ada di pondok ini. Karena itulah, pengurus baru harus mengevaluasi baik itu hukuman tata tertib maupun yang lainnya. Yang harus diamandemen ya diamandemen. Yang harus diadakan ya diadakan.

Kebetulan sekarang Pembimbing OPPQ-nya Ustadz Agus F. Awaluddin dan Ustadzah Siti Komalasari. Semuanya pembimbing baru. Jadi pengurus yang baru ini harus bisa melihat baik dan kurang baiknya, termasuk dalam aturan baik aturan kewajiban maupun aturan larangan. Dalam aturan ada kewajiban dan ada larangan kan? Ada kewajiban yang harus ditaati dan ada larangan yang harus dihindari. Misalnya ada kekurangan dari aturan kewajiban, tidak apa-apa ditambahkan melalui musyawarah semua pengurus. Kemudian ada kekurangan dari aturan yang harus dihindari, maka musyawarahkanlah.  

Yang paling penting dan yang paling pokok ditanamkan dalam hati pengurus yaitu keikhlasan. Artinya niat kita membaktikan diri di pondok ini. Saya sekarang ada kesempatan menjadi pengurus berarti saya ada kesempatan untuk membaktikan diri kepada pondok ini. Mudah-mudahan dengan niat yang ikhlas, niat yang tulus, niat yang tujuannya untuk membaktikan diri ke pondok, ini bisa menjdi amal baik. Mudah-mudahan ini menjadi wasilah akan keberhasilan semuanya. Amin ya Rabb al ‘Alamin!

Saya harapkan dengan kepengurusan yang baru ini, di tingkat putra maupun di tingkat putri, pondok ini bisa lebih bagus. Bagus dari segi kuantitas ataupun bagus dari segi kualitas. Semoga dengan kepengurusan yang baru ini pondok bisa lebih bagus dalam penataan lingkungannya. Itu saya minta kepedulian dari semua pengurus khususnya dan umumnya dari semua santri, sehingga kita bisa lebih nyaman lagin dan merasa betah. Semoga juga dengan pengurus baru ini santri merasa nyaman dan terayomi. Karena itu, kita harus ekstra keras, mumpung kita ada kesempatan untuk membaktikan diri.

Semoga semua ini betul-betul dijadikan sebagai pembelajaran. Kita jangan hanya belajar di bangku sekolah. Menjadi santri itu harus bisa segala hal. Apapun itu, yang bisa bermanfaat untuk kita, untuk semuanya, itulah ilmu. Ilmu itu bukan hanya matematika. Bukan hanya ilmu nahwu. Mengurusi orang banyak agar menjadi baik, itu juga bagian dari ilmu. Bahkan kalau sudah menjadi mahasiswa, ada yang dinamakan latihan kepemimpinan. Kalau ini kita langsung praktek, tanpa harus melalui proses latihan lagi. Karena itu, jadilah pengurus yang baik, yang mampu mengayomi semua santri. Semua ini milik kita dan kita yang harus merawat dan menjaga kewibawaan pondok ini, menjaga keharmonisan lingkungan pondok.

Dengan Ketua OPPQ Putera, Asep Saefullah dan Ketua OPPQ Puteri Aenia Salsabila mudah-mudahan ke depan pondok ini bisa lebih maju. Semuanya harus bergerak dan harus rajin, sebab ngurusin pondok nggak bisa diserahkan kepada dewan gurunya tanpa melibatkan santri. Sebab itulah, saya harapkan keduanya bisa mengajak teman-temannya dan teman-temannya harus mendukung mereka. Keduanya dipilih oleh semuanya. Mudah-mudahan di samping kita mendapat ilmu, ilmu yang langsung diajarkan guru, juga akan mendapatkan pengalaman sebagai pengurus, sebab nanti di Kelas XII SMA semuanya akan merasakan menjadi pengurus.

Pengurus lama karena akan menghadapi Ujian Nasional, maka diganti oleh yang baru. Namun setelah tidak menjadi pengurus, bukan berarti tidak taat lagi pada aturan. Biasanya kalau sudah berhenti tidak menjadi pengurus, tidak taat lagi pada aturan. Itu saya tidak harapkan! Sekalipun sudah tidak jadi pengurus, ya bukan berarti lepas dari aturan. Jamaah wajib, ngaji wajib, segala aturan pondok tetap berlaku. Tidak boleh masa bodo pada aturan yang ada.

Untuk yang baru dilantik, malam ini semuanya harus mulai bergerak. Kalau kemaren mungkin dianggapnya masa transisi. Saya beberapa kali ikut jamaah shubuh, kurang semuanya. Paling tiga baris ya? Nah sekarang bukan masa transisi lagi. Sudah ada pengurusnya. Maka majelis harus penuh lagi. Lakukan apa yang terbaik untuk santri dan pondok. Lakukan apa yang kira-kira menjadi nilai tambah untuk santri maupun untuk pondok. Jangan ragu-ragu! Apa yang terbaik untuk santri dan terbaik untuk pondok lakukan saja dan hindari apa yang kira-kira menjadi rugi dan merugikan santri dan pondok. Selain itu, pengurus baru juga harus semangat dalam segala hal. Kegiatan belajarnya baik itu belajar di sekolah maupun di pondok.

Samtriawan dan santriawati yang dirahmati Allah.

Al-hamdulillah, sekarang kita sedang merehab masjid. Entah sebulan atau sebulan setengah, mudah-mudahan tidak lebih dari sebulan setengah ini akan selesai. Mudah-mudahan dengan doanya santri semua, tidak lama lagi semuanya akan selesai. Nanti kerapihan dan kebersihannya di tangan santri. Kaca baru dan keramik baru harus rapih. Nggak boleh ada yang corat-coret. Karena itu, awas, ini kepada pengurus baru harus rapi semuanya, termasuk sampah.

Saya setuju dengan ungkapan yang ditempel. Saya malu jadi mukmin kalau buang sampah sembarangan. Betul itu! Bersih ini jangan hanya di muka saja. Misalkan di sini bersih, sedangkan sana kurang bersih. Itu sama saja pakai jas nggak pakai celana. Kita di sini bersih, maka di belakangpun harus bersih. Kerapihan pondok ini bukan di tangan ustadz-ustadzah, tetapi di tangan semuanya. Sekarang kita harus membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Setiap jajan bekasnya harus dibuang pada tempatnya. Di setiap tempat sudah ada bak sampah. Bisa saja nanti yang buang sampah sembarangan harus dihukum. Kan santri sendiri yang mengatakan kebersihan sebagian dari iman. Tapi kenapa ya, kadang-kadang baju geletakan? Kita semua diam saja. Sampah berantakan di sana-sini, tidak ada kepedulian. Karena itu, saya harapkan kita semua ikut peduli. Salah satu cara menjaga kewibawaan pondok ini adalah dengan menjaga kebersihan pondok.

Sopan santun harus dijaga. Harus mempunyai akhlak yang baik. Dengan akhlak yang baik, orang yang datang ke sini akan tertarik. Kalau akhlak santrinya kurang bagus, yang datang ke sini akan bilang kok santrinya begitu amat sih. Padahal bukan nggak diajarin, tetapi santrinya yang tidak mendengarkan gurunya. Karena itulah kita harus bisa menjaga kewibawaan pondok ini, bukan hanya dari kebersihannya saja, tetapi dari segi kesantunannya juga.

Insya Allah lima bulan lagi penerimaan santri baru. Saya harapkan satu santri minimal membawa teman satu. Kita jangan malu dan minder. Pondok kita ini sudah bagus dan sudah sejajar dengan pondok-pondok yang lain. Namun kita harus terus berbenah, sehingga kalau ada orang yang datang akan lebih percaya kepada kita. Untuk itu, pengurus yang baru harus memiliki inovasi untuk perkembangan pondok ini ke depan. Yang bisa dengan tenaga lakukan dengan tenaga. Yang membutuhkan modal dan terjangkau, ayo kita lakukan. Seandainya tidak terjangkau oleh kita, ya sabar dulu.  

Mudah-mudahan, harapan saya, pengurus baru ini membawa semangat baru dalam segala halnya; dalam pelaksanaan KBM maupun kegiatan mengajinya, sehingga manfaatnya kembali untuk santri dan pondok.

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf. Wa Allah al-muwaffik ila aqwami al-thariq. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

*Sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah disampaikan pada Malam Pelantikan Pengurus Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Masa Khidmat 2016-2017, Kamis, 4 Februari 2016, di Lapangan Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten.