Jangan Sekali-kali Meninggalkan Shalat

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

al-Hamdulillah wa al-syukru lillah wala haula wala quwwata illa billah. Amma ba’du. Faya ayyuhal hadhirun; ittaqullah haqqa tuqatih wa la tamutunna illa wa antum muslim.

Bapak ibu yang saya hormati!

Saya pada hari ini bergembira yang luar biasa. Di samping kehadiran para ulama dan tokoh masyarakat, pejabat Dinas, juga para wali santri, juga bergembira karena al-hamdulillah santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah bisa membukukan pemikiran (Renungan Santri I: Esai-esai Seputar Problematika Remaja, Ed.). Menurut saya, ini sangat luar biasa. Perlu saya sampaikan, insya Allah pada Rabu lusa, buku ini akan dibedah di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Yang akan membedahnya pun, insya Allah, satu doktor lulusan Maroko (Dr. H. Muh. Shofin Sugito, M.A., Ed.) dan lulusan Rusia (Moh. Fadhil, Ph.D.).

Kenapa mereka mau membedah buku ini? Karena mereka sangat mengapresiasi hal ini. Ternyata pondok, dalam hal ini para santri, mampu menciptakan buku. Tentu bukan melihat materi yang disuguhkan oleh anak-anak. Tapi lebih pada kenyataan bahwa anak-anak SMA Qothrotul Falah khusunya, telah mampu menciptakan buku seperti ini. Inilah kebanggaan saya.

Jadi, nanti anak-anak diundang ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memberikan penjelesan bagaimana buku ini. Mereka akan mengapresiasi motivasi anak-anak ini dalam bikin buku. Sebab saya yakin, yang namanya orang berpendidikan, itu nggak akan mengejek buku ini jelek atau buruk. Apalagi yang membuat buku ini bukan professor, tapi anak yang masih duduk di bangku SMA. Jadi wajarlah kalau masih banyak kekurangan.

Bapak dan ibu yang saya hormati!

Baru tahun ini, pelepasan santri ini mengundang Pak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kab. Lebak. Juga mengundang Pak Kiai Pupu Mahpudin (Pengasuh Ponpes Darussaadah Cimarga), Pak Kiai Zainudin Amir (Pengasuh Ponpes Sultan Hasanuddin Leuwidamar). Biasanya kami tidak mengundang mereka. Untuk apa sih ngundang? Ini dalam rangka tahadduts bi al-ni’mah. Agar semuanya ikut merasa bersyukur, karena Pondok Pesantren Qothrotul Falah telah mewujud seperti ini. Dan harapan kami sebetulnya mengundang seluruh masyarakat, alim-ulama yang ada di sekitarnya, juga komponen yang lain. Tujuannya bukan untuk apa-apa, tapi agar Pondok Pesantren Qothrotul Falah ini didoakan oleh semua komponen bangsa, sehingga pondok ini bisa memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara.

Selanjutnya, karena hari ini adalah hari yang terakhir untuk anak-anak Kelas XII SMA, maka saya ingin menyampaikan, kalau di awal dulu Bapak-Ibu menyerahkan anaknya kepada kami untuk dibina, dididik, dan diarahkan, maka pada hari ini kami kembali menyerahkan mereka kepada Bapak-Ibu, agar Bapak-Ibu melanjutkan pendidikan mereka. Sebab kenapa? Karena Pondok Pesantren Qothrotul Falah itu terbatas hanya jenjang MTs dan SMA. Itulah kemampuan kami Pak-Bu, yang harus terus kami tingkatkan.

Kalau ternyata anak Bapak-Ibu masih banyak kekurangan atau tidak sesuai harapan dan impian, semoga Bapak-Ibu membukakan pintu maaf yang seluas-luasnya untuk kami. Itulah sedikit kemampuan kami dalam mendidik anak Bapak-Ibu. Tetapi sekalipun banyak kekurangnnya Pak-Bu, insya Allah pulangnya mereka ke rumah akan diiringi do’a dari kami, do’a dari ustadz-ustadzah yang telah mendidik mereka. 

Mudah-mudahan sekalipun anak Bapak-Ibu hanya mendapat ilmu sedikit atau ilmu yang di bawah sekali kemampuannya, mereka tetap diberi keberkahan oleh Allah SWT. Sebab yang mempunyai keberkahan bukan manusia, tapi Allah SWT. Apa artinya ilmu setinggi langit, sementara ilmu itu tidak diberikan keberkahan. Meskipun hanya sedikit ilmunya, tapi jika diberi keberkahan oleh Allah, insya Allah ilmu itu akan terasa manfaatnya. Ilmu sedikit yang berkah, lebih baik dari ilmu banyak yang tidak diberikan keberkahan.

Untuk anak-anak yang telah disaksikan wisudanya, janganlah kalian merasa puas dengan ijazah yang telah didapat dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Janganlah kalian membusungkan dada karena kalian telah lulus. Masih banyak ilmu Allah yang kalian harus pelajari. Kalau pepohonan yang ada di daratan dan lautan semua yang menjadi tintanya, itu semua akan habis sebelum habis ilmu Allah untuk dipelajari. Banyak ilmu yang harus kalian pelajari dan dapatkan.

Sebelum kalian dihadapkan dengan persoalan yang rumit, dari sekarang lakukan shalat. Jangan sekali-kali kalian meninggalkan shalat lima waktu! Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kalian! Lakukan apa yang biasa kalian lakukan di pondok. Kalau di pondok telah terbiasa bangun malam, kalau di pondok telah terbiasa shalat berjamaah, lakukan pada saat di manapun kalian berada. Insya Allah kalian akan mendapat keberkahan dari Allah SWT. Dan doa saya akan selalu menyertai untuk kalian.

Hargai dan hormati Ibu kalian, karena merekalah yang melahirkan kalian, sekaligus membiayai kalian. Karena itulah, hormati  Ibu dan Bapak kalian. Itu perintah Allah SWT. Berbuat baiklah kalian pada Ibu-Bapak dan guru yang telah mendidik kalian dan memberikan ilmu. Tanpa jasa guru, tidak mungkin kalian mendapatkan ilmu apapun. Manusia dilahirkan dari rahim Ibu ke muka bumi tidak mengetahui apa-apa. Mungkin kalian nanti akan menjadi pengganti Kapolsek, Kadis, ulama, petani, dan sebagainya. Tidak ada orang yang bisa memprediksi kehidupan orang di masa depan. Karena itu, saya titipkan kembali anak Bapak-Ibu. Sekarang kami serahkan kembali mereka. Jangan cukup mendidik anak Bapak-Ibu sampai di sini dan jangan puas melihat mereka. Teruskan pendidikan mereka sampai perguruan tinggi. Anak Bapak-Ibu ingin dijadikan apa, itu tergantung orang tuanya. Jadi Yahudi karena Bapak-Ibunya. Jadi Nashrani karena Bapak-Ibunya. Jadi Majusi juga karena Bapak-Ibunya.

Sekali lagi kami haturkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kepercayaan Bapak-Ibu menitipkan anak-anaknya untuk dibina dan diarahkan. Dan tidak lupa kami mohon doa dari seluruh komponen masyarakat, mudah-mudahan Pondok Pesantren Qothrotul Falah ke depan bisa lebih maju dan lebih banyak memberikan kontribusi untuk masyarakat.

Hanya itu sedikit yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangan.

 

Wa Allah al-muwaffiq ila aqwam al-thariq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

*Tausiah Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah pada Wisuda Ke-15 Tahun Pelajaran 2013-2014, Ahad, 1 Juni 2014, di Lapangan Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten.