Santri Tidak Harus Menjadi Kiai

Assalamu’alaikum, Wr. Wb.

al-Hamdulillah wa al-syukru lillah wala haula wala quwwata illa billah. Amma ba’du. Faya ayyuhal hadhirun; ittaqullah haqqa tuqatih wa la tamutunna illa wa antum muslim.

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Saw, beserta keluarga, shahabat dan kita semua selaku umatnya yang senantiasa istiqamah menjalankan syariatnya. Amin!

 

Bapak dan Ibu yang saya hormati!

Terlebih dahulu kami mohon maaf. Awalnya akan diadakan pengajian biasa. Sebab sebulan sekali pada Sabtu awal bulan diadakan pengajian wali santri. Tujuannya agar wali santri lebih dekat dengan kami dan saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Pada Sabtu awal April ini, pengajian diadakan lain dari biasanya.

Kenapa? Ini sehubungan Ustadz Agus Maulana (Guru Tahfidz Pondok Pesantren Qothrotul Falah) mempunyai program, yaitu ingin mengadakan khataman al-Qur’an santri-santri yang dibina dan diasuh oleh beliau. Ustadz Agus bilang kepada saya; “Bi, nanti hari Sabtu kami akan mengadakan khataman al-Quran”. Saya bilang; “ Tadz, sudah banyak yang khatam?”. Beliau bilang; “al-Hamdulillah”. “Terus gimana acaranya?” “Ya, kita-kita ajalah, Bi”. Nah, karena hari Sabtu ini bertepatan dengan acara pengajian wali santri, saya bilang: “Tadz, kita sekaligus aja dah. Khataman al-Quran ini dibarengkan dengan pengajian wali santri agar mereka melihat, mendengar, dan memantau apa yang dilakukan oleh kita, khususnya oleh Ustadz Agus”.

Nah itulah Pak-Bu, bukti yang diasuh oleh Ustadz Agus. Karena itu, mari kita doakan semoga diberikan keberkahan. Beliau asal dari Cilegon. Beliau mondok di Lirboyo Jawa Timur dan ditugaskan oleh kiainya agar mengabdikan diri di pondok ini. Semoga ilmunya yang telah diberikan kepada anak-anak kita diberikan manfaat dan keberkahan oleh Allah SWT. Beliau bukan hanya mengajar al-Qur’an, tapi juga mengajar kitab kuning dan lain sebagainya.

Beliau ini berbeda dengan hafidz-hafidz yang lain. Kalau hafidz-hafidz  yang lain biasanya bacaannya dengan lagu murattal, beliau tidak dengan lagu, hanya dengan ngaji biasa. Kalau Zainudin Amir mengatakan: “Untuk apa sih artinya lagu? Yang penting mah mereka itu hafal. Yang penting mah mereka itu makharijul hurufnya benar. Yang penting mah tajwidnya bagus. Itu saja lah.” Sebab tujuan kita agar mereka bisa hafalan al-Qur’an.

Kita memang di pondok ini membuka program tahfidz. Di samping Ustadz Agus sebagai pembimbing tahfidz al-Qur’an, ada juga Ustadzah Amanah dan Ustadzah Mawaddah untuk pembimbing tahfidz puteri. Dan al-Hamdulillah, santri tahfidz kita ada yang paling tinggi yaitu sudah tujuh juz. Namanya Farihah, masih Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah. Dan insya Allah ke depan ada lagi tambahan ustadz-ustadz yang bisa membimbing tahfidz al-Qur’an atau qiraatnya agar betul-betul lebih mendalam. Paling tidak harapan kita, sekalipun anak kita tidak bisa ngaji, paling tidak pulang ke kampung bisa menjadi imam shalat.

Bagi kami, tidak harus santri itu menjadi kiai semua. Memang perlu ada yang menjadi kiai. Tapi meskipun tidak jadi kiai, al-Qur’an mah wajib bisa. Sebab kenapa? Karena al-Qur’an adalah kalamullah. Barang siapa yang berpaling dari al-Qur’an atau tidak mengamalkannya, maka Allah memberikan jalan agar dapat dibujuk oleh setan. Akhirnya, selamanya akan ditemani oleh seetan. Na’udzubillah min dzalik!

Karena itulah, kami sediakan ustadz dan ustadzah untuk mendidik anak Bapak-Ibu, tentang bacaan-bacaan al-Qur’an. Paling tidak membacanya dengan benar dan sah untuk shalat. Karena kita wajib shalat, shalat diantaranya harus benar dalam al-Qur’an, yaitu al-Fatihahnya. Itulah harapan kita.

Bapak-Ibu, terus terang, belum semuanya ikut program Ustadz Agus. Sebab kami membebaskan. Ada yang lebih mendalami kitab kuning. Ada yang mendalami sains. Tapi al-Qur’an tetap tidak bisa dinomorduakan. Al-Qur’an tetap tidak bisa ditinggalkan.

Hari ini kebetulan, awalnya saya memang sudah mengundang Kiai Zainudin Amir selaku Ketua Magrib Mengaji Kab. Lebak. Saya bilang; “Pak Kiai, nanti hari Sabtu datang ke rumah saya ya.” “Untuk apa?” tanyanya. “Pengajian,” saya bilang. “Pengajian apa sih, Bah?”. “Pengajian biasa saja”. Tapi ketika beliau sampai di sini, beliau kaget. Kok pake panggung segala, kok pake tenda segala. Saya bilang; “Ini kebetulan, Ustadz Agus ingin mengadakan Khataman al-Qur’an. Jadi pengajian dan sekaligus antum ini Ketua Maghrib Mengaji”. Dan al-hamdulillah di Lebak program maghrib mengaji ini sudah diperdakan oleh Bupati Lebak.

Al-Hamdulillah, setiap maghrib anak wajib mengaji. Itu patut kita syukuri. Sebab tidak ada di kabupaten dan kota lain yang memperdakan wajib mengaji. Hanya di Kabupaten lebak. Ini perlu didukung oleh kita. Dan al-hamdulillah, kalau di pondok sudah tidak asing lagi. Sebab setiap maghrib, setelah wiridan anak wajib mengaji al-Qur’an sampai Isya. Setelah Isya, berjamaah lagi dan diteruskan dengan mengaji kitab. Ada yang belajar al- Qur’an lagi dengan Ustad Agus. Ada yang diskusi dan lain sebagainya.

Al-Hamdulillah, kita bagi-bagi tergantung anaknya. Dan insya Allah nanti pada saat wisuda Pondok Pesantren Qothrotul Falah akan meluncurkan dua buku lagi karya santri. Dan itu murni karya anak-anak. Karena itu jangan melihat dari segi materi atau kualitasnya. Wajar saja kalau memang masih belum berkualitas, karena memang masih dalam tahap belajar. Itulah diantara program Pondok Pesantren Qothrotul Falah.  

Bapak menitipkan anak Bapak-Ibu di sini, insya Allah sesuai kemampuan kami anak-anak kami arahkan. Anak Bapak-Ibu kami bina. Kami lillahi ta’ala. Jadi, kami mengundang Bapak-Ibu hari ini hanya ingin disaksikan saja anak-anak khataman al-Qur’an. Inilah anak Bapak-Ibu. Paling tidak al-Qur’an sudah punya dasar. Setelah keluar dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah tinggal melanjutkan. Mudah-mudahan apa yang Ustadz Agus berikan kepada anak kita, diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Sebab Nabi SAW bersabda: “khairukum man ta’allam al-Quran wa ‘allamah # sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.

Itulah yang bisa saya sampaikan. Wa Allah al-Muwaffiq ila aqwam al-thariq, wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

*Tausiah Pengasuh pada Khotmil Quran Santri dan Pengajian Bulanan Wali Santri, Sabtu, 2 April 2016, di Majelis Lapangan Pondok Pesantren Qothrotul Falah.