al-Qur’an Tidak Boleh Dinomorduakan*)

Oleh KH. Achmad Syatibi Hambali


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

al-Hamdulillahi Rabbil ‘alamin wa al-shalatu wa al-salamu ‘ala asyrafil anbiya’ wa al-mursalin sayyidina Muhammadin shalla Allah ‘alaih wa salla wa ‘ala alihi washahbihi ajama’in. Amma ba’du.

Segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan aneka nikmat kepada kita semuanya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan pada Nabi Muhammad Saw dan kita semua selaku umatnya yang insya Allah senantiasa istikomah menjalankan syariatnya. Amin!

Bapak dan ibu wali santri yang saya hormati!

Terlebih dahulu kami mohon maaf. Awalnya Pengajian Bulanan Wali Santri akan diadakan seperti biasanya, Sabtu awal bulan. Tujuannya agar wali santri lebih dekat dengan kami dan saling mengenal antara satu dengan yang lainnya, sehingga kita semua bisa lebih banyak bersilaturahim. Pada Sabtu awal April ini, pengajian rutin wali santri ini diadakan lain dari biasanya.

Ini sehubungan Ustadz Agus Maulana (Pembimbing Tahfidz al-Qur’an, ed.) mempunyai program mengadakan khataman al-Qur’an santri-santri yang dibina dan diasuh oleh beliau. Ustadz Agus bilang pada saya; “Bi, nanti hari Sabtu kami akan mengadakan khataman al-Quran.”

 “Tadz, sudah banyak yang khatam?” tanya saya.

“al-Hamdulillah,” katanya.

“Terus gimana acaranya?”

“Ya kita-kita ajalah, Bi”.

Nah, karena hari Sabtu ini bertepatan dengan acara pengajian wali santri, saya bilang: “Tadz,  kita sekaligus aja acaranya: khataman al-Qur’an dan pengajian wali santri. Agar wali santri juga melihat, mendengar dan memantau apa yang dilakukan kita, khususnya Ustadz Agus”.

Itulah Pak-Bu, bukti hasil santri-santri yang diasuh oleh Ustadz Agus. Karena itu, mari kita doakan semoga beliau diberikan keberkahan. Beliau asal dari Silegon. Mondok di Lirboyo dan ditugaskan oleh kiainya agar mengabdikan diri di pondok ini. Semoga ilmunya yang telah diberikan kepada anak-anak kita manfaat dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Beliau bukan hanya mengajar al-Qur’an, tapi juga mengajar kitab kuning dan lain sebagainya. Beliau bukan hanya fasih al-Qur’an. Hanya mungkin berbeda dengan hafidz-hafidz yang lain. Hafidz-hafidz  yang lain biasanya bacanya dengan lagu murattal. Beliau tidak dengan lagu. Hanya dengan ngaji biasa. Kalau Kiai Zainuddin Amir mengatakan: “Untuk apa sih artinya lagu? Yang penting mah mereka itu hafal. Yang penting mah mereka itu makharij al-huruf-nya benar. Yang penting mah tajwidnya bagus. Itu saja lah.” Sebab tujuan kita agar mereka bisa hafalan al-Qur’an, bukan untuk yang lain-lain.

Kita di pondok ini membuka program tahfidz. Selain Ustadz Agus sebagai pembimbing tahfidz al-Qur’an, ada juga Ustadzah Nurul Amanah dan Ustadzah Ratu Mawaddah untuk pembimbing tahfidz puteri. Dan al-hamdulillah, santri tahfidz kita yang paling tinggi hafalannya sudah tujuh juz. Namanya Farihah, masih Kelas VIII MTs Qothrotul Falah. Dan insya Allah ke depan ada lagi tambahan ustadz-ustadz yang bisa membimbing tahfidz al-Qur’an atau qiraatnya, agar betul-betul lebih mendalam. Paling tidak harapan kita, sekalipun anak kita tidak bisa ngaji, paling tidak pulang ke kampung bisa menjadi imam shalat. Sebab tidak harus menjadi kiai semua. Memang perlu ada yang menjadi kiai. Tapi meskipun tidak jadi kiai, al-Qur’an mah harus bisa. Sebab kenapa? Karena al-Qur’an adalah kalamullah. Bahkan kata Allah, siapa yang berpaling dari al-Qur’an, siapa tidak mengamalkan al-Qur’an, Allah memberikan jalan agar dapat dibujuk oleh setan. Akhirnya, selamanya akan ditemani seetan. Naudzubillah min dzalik!

Karena itulah, kami sediakan ustadz dan ustadzah untuk mendidik anak Bapak-Ibu tentang bacaan-bacaan al-Qur’an. Paling tidak membacanya dengan benar dan sah untuk shalat. Karena kita wajib shalat yang diantara ketentuannya harus benar dalam membaca al-Qur’an, yaitu al-Fatihah. Itulah harapan kita.

Bapak dan ibu yang dirahmati Allah Swt.

Hari ini adalah hari khataman al-Qur’an yang dibina oleh Ustadz Agus Maulana. Ini belum semuanya Pak-Bu. Terus terang, belum semuanya ikut program Ustadz Agus. Sebab kami membebaskan. Ada yang lebih mendalami kitab kuning. Ada yang mendalami sains. Tapi al-Qur’an tetap tidak bisa dinomorduakan. al-Qur’an tetap tidak bisa ditinggalkan.

Hari ini kebetulan, awalnya saya memang sudah mengundang Kiai Zainuddin Amir, Ketua Magrib Mengaji. Saya bilang, “Pak Kiai, nanti hari Sabtu datang ke rumah saya ya!”

“Untuk apa?” tanyanya.

“Pengajian. Tolong isi pengajian”.

“Pengajian apa sih, Bah?”

“Pengajian biasa saja”.

Tapi ketika sampai di sini, beliau kaget. Kok pakai panggung segala? Kok pakai tenda segala? Saya bilang, ini kebetulan. Ustadz Agus ingin mengadakan khataman al-Qur’an. Jadi sekaligus pengajian wali santri dan sekaligus antum kasih sambutan sebagai Ketua Maghrib Mengaji. Dan al-Hamdulillah di Lebak program Maghrib Mengaji ini sudah diperdakan oleh Bupati Lebak.

al-Hamdulillah, setiap Maghrib anak-anak wajib mengaji. Itu patut kita syukuri. Sebab tidak ada di kabupaten dan kota lain yang memperdakan wajib mengaji. Hanya di Kabupaten Lebak. Ini perlu didukung oleh kita semua. al-Hamdulillah, kalau di pondok sudah tidak asing lagi. Sebab setiap Magrib, setelah wiridan santri-santri wajib mengaji al-Qur’an sampai ‘Isya. Setelah ‘Isya, berjamaah lagi dan diteruskan dengan mengaji kitab. Ada yang belajar al-Qur’an lagi dengan Ustadz Agus, ada yang diskusi, dan lain sebagainya. Kita bagi-bagi kegiatan tergantung minat anaknya.

Dan insya Allah nanti pada saat wisuda santri, anak-anak kita akan meluncurkan dua buku lagi karya mereka sendiri. Dan itu murni karya anak-anak. Karena itu jangan melihat dari segi materi atau kualitasnya. Wajar saja kalau masih belum berkualitas, karena memang masih dalam tahap belajar. Itulah diantara program Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Bukan hanya ngaji, tetapi kita ajari segala yang bermanfaat untuk anak, terutama al-Qur’an.

Bapak-Ibu menitipkan anak di sini, insya Allah sesuai dengan kemampuan kami mereka akan kami arahkan sebaik-baiknya. Kami insya Allah lillahi ta’ala. Dan kami mengundang Bapak-Ibu hari ini hanya untuk menyaksikan khataman al-Qur’an anak-anak kita. Paling tidak al-Qur’an mereka sudah punya dasar. Setelah keluar dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah tinggal melanjutkan. Mudah-mudahan apa yang Ustadz Agus berikan kepada anak kita, diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Sebab Nabi Muhammad SAW bersabda: “Khairukum man ta’allam al-Qur’an wa ‘allamah # Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Itu saja sepatah dua patah kata yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

*) Sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah pada Khataman al-Qur’an Santri sekaligus Pengajian Bulanan Wali Santri, 02 April 2016.