Jangan Bosan Membimbing Anak!*)

Oleh KH. Achmad Syatibi Hambali


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

al-Hamdulillah wa al-shalatu wa al-salamu ‘ala Rasulillah. Asyhadu an la ilaha illa Allah wa asyhhadu anna Muhammadan Rasulullah. Amma ba’d.

Segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan kita kesehatan, sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini untuk menghadiri Wisuda Santri yang ke-17 di Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw, keluarga, shahabat, keluarga beserta kita umatnya yang senantiasa mengikuti syariatnya. Amin!

Bapak dan ibu sekalian yang dimuliakan Allah Swt.

al-Hamdulillah, hari ini kita menghadiri wisuda anak-anak kita semua. Inilah putra putri Bapak dan Ibu yang insya Allah hari ini telah diwisuda. Kami hanya memberi sedikit bekal untuk dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami juga hanya sedikit memberikan ilmu kepada anak Bapak dan Ibu untuk bahan di masyarakat. Karena itulah, Bapak dan Ibu janganlah bosan dalam mendidik anak untuk bisa terus belajar ke tahap yang lebih tinggi. Mudah-mudahan dengan terus dibimbing dan diarahkan, perbekalan ilmu anak kita bisa terus maju dan mampu berkompetisi di masyarakat nanti.

Perlu diketahui oleh kita semua, bahwa tantangan dunia ke depan akan lebih berat dan besar kalau anak-anak kita tidak dibekali oleh ilmu. Jika bukan dengan ilmu, saya rasa anak tidak akan mampu menjawab tantangan yang ada di masyarakat nanti. Maka dengan segenap hati, pada hari ini kami serahkan kembali anak-anak Bapak dan Ibu yang telah diwisuda kepada keluarga Bapak dan Ibu. Dan saya harapkan Bapak dan Ibu tidak merasa cukup sampai di sini dalam mendidik anak untuk terus belajar.

Bapak dan Ibu rahimakumullah.

al-Hamdulillah, seperti yang kami harapkan, bahwa Pondok Pesantren Qothrotul Falah kini telah mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Dan insya  Allah ke depan  sumber daya manusianya pun akan semakin berkembang sesuai yang kita butuhkan. Dari mulai pengajar yang lulusan S2 sampai S3 sudah ada di pondok ini. Dan dari segi fasilitasnya pun al-Hamdulillah sekarang sudah memenuhi sarana yang ada, dari mulai Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, dan insya Allah ke depan akan kami bangun juga rumah-rumah untuk Ustadz dan Ustadzah yang sudah berumah tangga dan yang menetap di sini.

Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas tersebut, kepercayan masyarakat semakin bertambah baik. Sebab di dalam mencerdaskan anak, yang paling penting adalah tiga komponen. Pertama, keinginan anak. Kedua, dukungan orang tua. Karena jika anak pintar dan berkeinginan untuk belajar, tapi orang tua tidak mendukung, itu percuma karena akan mempengaruhi semangat anak dalam belajar. Ketiga, para guru yang siap siaga dalam mendidik, membimbing, melatih dan mengarahkan anak untuk lebih berkualitas.

Maka Bapak dan Ibu jangan ragu untuk memasukkan putra-putrinya ke pesantren, karena lulusan pesantren tidak kalah kualitasnya dalam bersaing di masyarakat luas. Buktinya alumni-alumni Pondok Pesantren Qothrotul Falah kini ada yang sudah menjadi Pengasuh Pondok Pesantren, DPR-D, KPID bahkan DPR-RI.

Bapak dan Ibu, saya juga berpesan supaya jangan berputus asa dalam menyekolahkan anak hanya karena kendala ekonomi. Insya Allah jika sudah ada keinginan, pasti Allah memberikan jalan dan rizki. Jika Allah sudah berkehendak kun fayakun, maka semua akan terjadi dengan mudah. Saya merasakan sendiri Bapak dan Ibu. Saya bukanlah orang mampu. Karena saya yakin terhadap kuasa Allah, maka al-hamdulillah sekarang anak-anak saya sudah hampir semua menyelesaikan S1 bahkan S2.

Untuk itu, pesan saya pada anak-anakku yang hari ini telah diwisuda, teruslah belajar jangan berhenti sampai di sini. Kalian masih muda dan pasti siap untuk terus menggali ilmu. Mudah-mudahan apa yang telah kami ajarkan di sini bermanfaat bagi kalian setelah pulang dari pesantren ini. Itu saja yang saya pesankan mudah-mudahan diterapkan.

Semoga apa yang sampaikan ada manfaatnya.

Wa Allah al-muwaffiq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.  

*) Sambutan Pengasuh pada Wisuda Santri Ke-17 di Lapangan Ponpes Qothrotul Falah, 22 Mei 2016.