Ibadah Tidak Hanya Sujud*)

Oleh KH. Achmad Syatibi Hambali


Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Asyhadu an la ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Amma ba’du. Faya ayyuha al-hadhirun, ittaqu Allah haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun.

Asatidz/Asatidzah, anak-anakku santriawan dan santriawati rahimakum Allah.

Manusia diciptakan oleh Allah tiada lain kecuali untuk beribadah, sebagaimana firman-Nya; wama khalaqtu al-jinna wa al-insa illa liya’budun. Tidak Kami ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Kami.

Berbicara tentang ibadah, maka ada yang disebut ibadah mahdhah (langsung pada Allah Swt), seperti shalat. Entah itu shalat fardhu yang lima waku ataupun shalat sunnah. Semua itu langsung berurusan dengan Allah Swt. Karena itu, shalat tidak bisa dijadikan main-main. Tarawih ini juga ibadah yang hakikatnya dari Allah. Puasa, baik puasa fardhu yang sedang kita laksanakan sekarang ini, yakni puasa Ramadhan, maupun puasa sunnahnya.

Puasa Senin, Kamis, Arafah dan puasa-puasa sunnah yang lainnya juga mahdhah. Enam hari bulan Syawal setelah bulan Ramadhan juga sunnah. Memang ada puasa yang diharamkan, yakni puasa pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan juga hari tasyrik. Kita diharamkan berpuasa pada hari-hari ini. Sedekah itu juga ibadah,  baik itu sedakah wajib yang disebut zakat maupun yang sunnah. Ini yang disebut ibadah ghairu mahdhah, yang melalui perantara manusia. Semoga kita semua, sekalian anak-anakku, bisa berzakat dengan sempurna.

Kita berdoa kepada Allah supaya semuanya bisa berzakat. Kalau kalian bisa berzakat berarti kalian ini orang kaya. Sebab yang zakat adalah orang kaya. Kalau saya tanya, kalian mending bisa membayar zakat atau menerima zakat? Lebih baik bisa membayar zakat tentu saja. Kalau orang yang menerima zakat berarti apa masuk golongan innama al-shadaqah li al-fuqara wa al-masakin, golongan orang-orang yang tidak mampu. Jadi kalian semua saya doakan bisa membayar zakat.

Makanya kita jangan menjadi orang pelit untuk membayar zakat. Zakat pun terbagi menjadi beberapa, diantaranya ada zakat mal dan juga zakat fitrah. Yang dimaksud zakat mal adalah ketika kita punya harta seperti emas, uang dan sebagainya, maka wajib dikeluarkan zakatnya sesuai dengan ketentuan syar’i. Ada zakat yang dikeluarkan satu tahun sekali yaitu zakat fitrah. Nah, itu semua juga ibadah.

Hablun min al-nas ini juga termasuk ibadah. Ada orang kesulitan kita bantu, itu juga merupakan sebuah ibadah. Kalian tinggal di pondok juga ibadah. Kenapa saya katakan ibadah? Sebab tidak ada aktivitas yang dilakukan di pondok ini kecuali belajar. Sementara belajar ini dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Karena itu,  hakikatnya kalian tinggal di pondok ini ya ibadah. Makanya niatilah dengan baik. Misalnya lagi, dengan membuang sampah, kalian itu pada hakikatnya merupakan sebuah ibadah. Jangan sampai ada keterpaksaan, karena itu bagian dari ibadah. Bakar sampah ketika sampah sudah numpuk, membuang sampah pada tempatnya itu juga ibadah. Kenapa? Kita diajarkan sebagai umat Islam ini untuk suci bersih. Tidak ada istilah Islam itu kotor. Baju harus bersih.

Maka bersihkanlah dan sucikanlah baju kalian. Tetapi ketika kalian membersihkan baju, baju itu jangan dibiarkan berantakan. Jangan sampai kalau sudah jatuh tidak diambil lagi. Itu mubadzir. Orang yang memubadzirkan harta itu temannya setan. Inna al-mubadzdzirina kanu ikhwan al-syayathin. Na’udzu billah min dzalik.

Karena itu, kalian harus ada rasa sayang pada barang-barang sendiri. Kasian sama orang tua. Ya Allah, baju masih baru harus beli lagi karena ketidakrapian kalian.

Jadi, setiap langkah kehidupan kita harus kita jadikan ibadah. Orang jadi pejabat bisa jadi ibadah. Orang jadi pedagang bisa jadi ibadah. Yang dimaksud wama khalaktu al-jinna wa al-insa illa liya’budun itu tidak harus bersujud sebagai ibadah saja, tapi bagaimana langkah demi langkah kita menjadi ibadah.

Kehidupan kita dalam keseharian itu sudah menjadi ibadah. Contoh ketika orang memberi salam kita jawab dengan salam kembali, itu sudah merupakan ibadah. Membantu tetangga kita yang kesulitan, misalnya dia tidak punya makanan, sakit minta dianter oleh kita ke rumah sakit atau puskesmas terdekat, itu sudah ibadah.

Karena itulah, kita harus tahu supaya amal demi amal kita yang kita lakukan menjadi ibadah. Kalian di sini menuntut ilmu, pada hakikatnya juga ibadah. Sebab tidak mungkin orang bisa shalat tanpa dengan ilmu. Niatlah dengan baik, insya Allah kalian akan menjadi orang yang berguna. Amin ya Rabb al-‘alamin.

Itu saja yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf sebesar-besarnya.

Wa Allah al-muwaffiq. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.  

*) Sambutan Pengasuh pada Kultum Ramadhan 1437 H di Majlis Ponpes Qothrotul Falah, 14 Juni 2016.