Bangga Jadi Santri Qothrotul Falah

JUJUR, aku nggak rela banget kalau harus ninggalin rumah. Tapi mau gimana lagi, soalnya ini semua kemauan kedua orang tuaku. Apalagi bapakku, beliau pengen banget aku masuk pondok pesantren, yang mengajarkan tentang akhlak dan keagamaan. Ya, mau nggak mau aku harus mau, karna itu juga demi kebaikan diriku sendiri.

Dan pertama kali aku masuk pondok ini, Pondok Pesantren Qothrotul Falah, aku bingung harus ngapain. Nggak punya temen buat ngobrol atau curhat. Belum mengenal satu sama lain. Ada beberapa temen yang aku kenal, tapi nggak deket. Jadi malu buat ngedeketinnya juga. Tapi, lama-kelamaan akhirnya aku punya banyak temen juga yang baik-baik. Nggak aku sangka, ternyata banyak banget anak baru yang satu kelas sama aku. Dan kita semua disuruh perkenalan satu-persatu. Namanya siapa dan asalnya dari mana. Setelah perkenalan, akhirnya kita semua saling mengenal.

Awalnya aku pikir hidup di pondok itu membosankan. Setelah aku merasakan sendiri hidup di sana, ternyata justru malah memberiku banyak pengalaman. Bisa tau bagaimana hidup merantau. Pondok juga mengajarkan berbagai hal tentang keagamaan, kesabaran dan yang lainnya. Pokoknya berarti banget deh hidup di pondok itu.

Aku bangga banget bisa di sekolahin di pesantren, karena anak-anak pesantren itu nggak seperti anak-anak yang sekolah di luar. Kalo sekolah di luar, itu pergaulannya bebas. Jadi, lebih baik sekolah di pesantren, yang terus dipantau oleh guru-guru dan pengurus setiap saat. Di pesantren ini juga banyak banget ekstrakurikulernya. Ada ekskul komputer, english club, marawis, forum diskusi Triping.com dan masih banyak lagi.

Dengan adanya berbagai ekskul, aku bisa mengikuti beberapa di antaranya, yaitu kaligrafi, drumband, PMR dan bahasa. Aku ikut ekskul itu dari pertama aku menjadi anak baru pada Juli 2012. Mungkin itu yang aku bisa dan yang aku mau walaupun sedikit-sedikit. Padahal aku pengen banget mengikuti semua ekskul yang ada di sini, biar aku menguasainya. Tapi gimana ya, aku suka males-malesan. Kadang mau, kadang nggak. Itu yang membuat aku terhambat untuk bisa belajar. Begitulah kalo udah males, semua pekerjaan nggak bakalan selesai. Kuncinya hanya satu, yaitu kita harus tetap semangat.

Selain ekskul, di sini juga ada pengajian kitab kuning. Banyak banget kitab yang kami kaji di sini. Selain pengajian kitab, di setiap malam Jum’at kita mengadakan muhadhoroh. Tau nggak muhadhoroh itu apa ? Ya, muhadhoroh itu kita berbicara atau ceramah di hadapan santriawan dan santriawati dengan menggunakan tiga bahasa yaitu Bahasa Inggris, Arab, dan Indonesia. Selain muhadhoroh setiap ba’da Shubuh, kita juga suka mufrodatan atau belajar kosa kata. Kalau setiap hari kita belajar mufrodatan, insya Allah kita bisa menggunakan bahasa asing itu dengan siapa saja dan di mana saja. Nah, Jum’at itu adalah hari yang kami semua tunggu-tunggu, karena itu hari libur. Tapi, sebelum kita semua istirahat, kita harus kapling dan berolah raga dulu biar pada bersih dan sehat.

Kalo hari Minggu, di pondok ini ada kegiatan pramuka. Kegiatan pramukanya seru banget. Walaupun panas atau hujan, kita jabanin deh bahkan mau kotor-kotoran sekalipun kami tetap menikmatinya dan tetap seru-seruan, karena anak Pramuka itu nggak takut sama yang namanya kotor. Dan kakak-kakak Bantaranya juga suka ngadain acara PPSB, Persesera, Perkajum dan berbagai permainan biar kita nggak boring.

Dan yang kami tunggu-tunggu yaitu acara Kemah Akbar. Kegiatan itu adalah hari terakhir dalam berpramuka. Hari di mana kita merasakan arti kebersamaan yag sesungguhnya. Seru-seruan bareng andika-andiki dan kakak Bantara sambil menikmati malam api unggun di bumi perkemahan. Dan masih banyak lagi kegiatan di pondok ini. Jadi, nggak bakalan pada boring. Yang ada malah happy aja.

Di pondok ini, aku ingin terus belajar, supaya aku bisa membanggakan kedua orang tuaku. Selagi di sini masih banyak kegiatan, aku haru terus mengikutinya, karena orang tua kita di rumah pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Di sini juga banyak alumni yang sukses karna ketekunannya dan keikhlasannya. Jadi, selagi kita mau merubahnya pasti kita bisa. Dan aku berharap angkatan kami yang ke-16 menjadii orang-orang yang sukses dan berguna setelah kami lulus nanti. Aamiin!                                                                                                                             

Cikulur, 03 Februari 2015

Moral of the Story:
Sahabat, kita harus bangga menjadi santri. Banyak pelajaran yang kita petik di sana, yang akan sangat berguna sebagai pondasi kesuksesan kita suatu hari nanti.


Profil Ivi


Nama         : SRI ILVIYANTI
Sapaan        : Ivi
TTL        : Lebak,10 Agustus 1997
Alamat        : Kp. Cipangparang Barat 27/06 Ds. Sumurbandung, Kec. Cikulur
Kab. Lebak Prov. Banten
No. Hp        : 081318092432
E-Mail        : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Facebook    : Ivy Alfaza
BB        : -
Twitter        : @ivy_alfaza
Blog        : -
Hobi        : Menyanyi, menulis dan membaca
Aktivitas    : Dewan Kerja Pramuka, Pengurus OPPQ 2014-2015, PMR, Kaligrafi
Cita-cita    : Guru, penulis
Motto        : Sukses milikku, sukses milikmu, sukses milik kita
Kesan    : Hal yang paling berkesaan saat kita, peserta Pramuka kena tilang di tengah perjalanan menuju Buper Kemah Akbar, Cikole-Pandeglang. Pak polisi ini cakep sih, tapi sangar. Kita diomelin karena diduga telah menyalahi aturan, yakni mobil yang kami naikin adalah bak terbuka alias truk. Hi..hi.. Sempat terlantar beberapa jam dengan kondisi hujan rintik-rintik, menunggu pembina Pramuka datang ke lokasi untuk menolong kami agar segera melanjutkan perjalanan. Tapi nihil. Pak polisi tetap nggak bisa dinego. Terpaksa kita jalan kaki menuju Buper yang jaraknya sekitar 3 km dan meninggalkan peralatan di truk. Ini pengalaman yang tidak akan terlupakan. Makasih Pak Polisi, udah bikin kemah akhir tahun ini makin berkesan.
Pesan    : Jangan lupakan kenangan-kenangan indah yang telah kita lalui, karena semua itu tak akan terulang kembali.