Merokok, Cara Remaja Merusak Masa Depannya

BELUM LAMA INI, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan isu-isu tentang makanan, obat-obatan dan bahan kecantikan yang dibuat atau dicampur bahan berbahaya seperti unsur babi, oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang hanya ingin meraup keuntungan untuk dirinya sendiri. Lalu, mengapa kita tega melakukan hal-hal yang justru merugikan diri sendiri dan orang lain?

Itu satu contoh, bahwa kita rela melakukan tindakan yang merugikan orang lain, hanya untuk kepentingan diri sendiri yang sifatnya sesaat. Kita juga rela mengorbankan kesehatan pihak lain untuk kenikmatan sendiri. Tak hanya itu, terkadang hal-hal yang merugikan diri sendiri juga kita lakukan, terutama oleh kalangan remaja. Misalnya, mengapa dengan senang hati dan disadari kita rela memasukkan berbagai zat berbahaya dan beracun ke dalam tubuh kita lewat sebatang rokok? Apalagi, efek rokok juga bisa mengimbas bagi orang lain. Kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain, sesungguhnya sangat diharapkan oleh siapapun, termasuk dengan cara meninggalkan kebiasaan merokok.

Semoga kenyataan ini dapat menyadarkan kita untuk segera membulatkan tekat berhenti merokok, karena berdampak merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita pasti bisa meninggalkan ha-hal yang buruk tersebut walaupun “slow but sure”.

Makna Merokok
Merokok adalah kegiatan sehari-hari manusia untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, yang berakibat membahayakan dirinya dan orang lain. Dalam tulisannya, Hamba(1) mengibaratkan merokok seperti ketika Anda dalam perjalanan. Di hadapan Anda terpampang petunjuk arah jalan; ke kanan dan ke kiri. Yang ke kanan jalan rusak, hancur, banyak jurang, mendaki, terjal, berliku, dan tidak ada hiburan. Namun jalan itu akan mengantarkan Anda ketujuan dengan selamat. Sedangkan yang kekiri, jalannya mulus, bagus, menyenangkan, ramai, pemandangannya indah, dan pokoknya serba ada. Tetapi jalan tersebut berbahaya dan sering terjadi kecelakaan maut. Bahkan sudah memakan banyak korban. Jalan manakah yang akanAnda pilih? Kanan atau kiri?

Secara naluri, jelas Hamba, manusia cenderung akan memilih yang mudah dari pada yang sulit. Manusia yang mengikuti hawa nafsunya, pasti memilih jalan kekiri, setelah menimbang antara kelezatan dan kenikmatan yang sekejap dan sesaat. Namun, naluri manusia yang diikuti akal dan pikiran yang sehat akan memilih jalan kekanan, walaupun diiringi dengan kegetiran dan kesulitan. Orang berakal lebih memilih tujuan jangka panjang dari pada jangka pendek.

Begitulah hendaknya analogi bagi orang yang merokok. Anda boleh saja merasakan nikmat, bahagia, bangga, ceria, bangga bisa beli rokok termahal dan ternikmat. Tetapi mau tidak mau, suka tidak suka, senang tidak senang, di kemudian hari Anda harus siap merasakan akibatnya. Sejak Nabi Adam sampai kini, sampai kiamat nanti, manusia mengakui nikmat sehat itu tidak ada harganya. Manusia akan bisa bahagia apabila hidupnya sehat wal afiat.

Bahaya Rokok Ditinjau Dari Berbagai Aspek
Asap rokok jelas menyebabkan polusi udara dan mengganggu orang lain, apalagi di ruangan tertutup. Para dokter menyatakan, bahwa menghisap rokok berbahaya, karena rokok mengandung nikotin, tar, dll. Dr. Kalfred secara tegas menyatakan, bahwa menghisap rokok dapat mengakibatkan lemah jantung. Dr. Nazhim an-Nasimi (Ketua Ikatan Dokter Halab/Aleppo Tripoli) menegaskan bahwa berada di ruangan tertutup bersama orang yang merokok, sama halnya menghisap 10 batang rokok. Perokok yang terserang penyakit TBC dan flu akan menularkan penyakitnya, terutama pada saat batuk.(2)

Air dan udara adalah dua unsur penting bagi kehidupan. Karena itu, terlarang mencemari air. Tentunya sangat terlarang juga mencemari udara, melalui cara apapun. Aroma tak sedap rokok itu mengganggu orang yang ada di sekitarnya. Dalam Hadis pun disebutkan: “Siapa yang memakan bawang merah atau bawang putih, maka hendaklah ia menjauhi kami, masjid kami dan berdiam saja di rumah”. (HR al-Bukhari dan Muslim).(3) Memakan bawang yang tidak mengganggu orang lain dari sisi kesehatan, melainkan aroma, itu saja dilarang, apalagi mengganggu orang lain dengan kepulan asap rokok, yang dampaknya tidak hanya pencemaran udara, melainkan juga kerusakan fisik bagi dirinya dan orang lain.

Selain dari sisi kesehatan,(4) merokok juga merugikan secara ekonomi.(5) Ditinjau dari aspek ekonomi, merokok merupakan perbuatan menghambur-hamburkan harta tanpa faedah sedikitpun. Sementara di sisi lain, makin banyak orang miskin yang tak mampu memenuhi kebutuhan sandang pangannya, karena uangya digunakan untuk membeli rokok.(6) Menurut Ali Mustafa Yaqub, jelasnya merokok bisa membahayakan terhadap penghasilan seperti jelasnya matahari di siang bolong, karena orang yang biasa merokok itu tidak bisa lepas dari kebiasaannya. Setiap hari ia harus merogoh koceknya untuk membeli rokok. Parahnya, terkadang di perokok adalah orang yang miskin. Ia lebih mendahulukan membeli rokok dari pada kebutuhan sehari-harinya.(7) Inilah eronisme kehidupan: yang sunnah didahulukan dan yang wajib dikesampingkan.

Dari sisi moral, merokok yang dipandang tidak baik. Seorang pecandu rokok, terkadang melakukan hal-hal yang kriminal atau pelanggaran hukum. Misalnya mencuri, agar bisa membeli rokok yang menjadi kebutuhan wajibnya. Berdasarkan data di pengadilan, 95% pelaku tindak kriminal adalah perokok.(8)

Efek negatif lain dari merokok, sebagaimana dijelaskan Dr. Johnston, adalah dapat menegangkan saraf, sehingga para perokok sering mudah marah, bertengkar, mencuri, dan melakukan kekerasan. Hubungan sosial mereka dengan orang lain, bahkan dengan keluarga sendiri sering dinilai buruk.(9) Menurut saya, kondisi ini semakin diperparah ketika mereka sedang tidak mempunyai rokok.

Dampak Negatif Rokok Bagi Kesehatan

Sudah kita ketahui, bahwa merokok lebih banyak negatifnya dari pada positifnya. Berikut adalah beberapa dampak negatif merokok menurut Kathy Buchanan(10) Pertama, Merokok dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung atau stroke hingga 10 kali lipat. Dalam sebuah penelitian tentang penyakit jantung yang melibatkan 4000 pasien, ternyata prosentase para pasien perokok yang terkena serangan jantung tiga kali lebih besar dari pada pasien yang bukan perokok. Para ahli medis telah meneliti sekitar 1.346 jaringan tubuh pada mayat manusia yang sudah di bedah. Mereka menemukan bahwa dinding-dinding pada pembuluh darahnya telah menggelembung dan kantong udara yang terdapat pada paru-parunya pun telah rusak. fakta ini terdapat pada tubuh manusia ketika hidupnya sering merokok. Kedua, mengganggu kehamilan pada wanita.

Merokok memang tidak hanya terjadi di kalangan, pria melainkan juga di kalangan wanita. Tidak sedikit wanita sekarang yang mengkonsumsi rokok. Sehingga wanita yang sering merokok akan mengalami gangguan pada rahimnya. Oleh sebab itu, dihimbau semua wanita untuk tidak merokok, karena seperti dikatakan Kathy Buchanan: “Hidup itu berharga, merupakan suatu anugrah, bila memiliki anak dalam suatu perkawinan.”(11) Dengan merokok, potensi untuk memiliki anak menjadi beresiko.

Selain itu, merokok juga mengakibatkan kanker. Menurut National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion, bahwa lebih dari 440.000 orang Amerika Serikat meninggal tiap tahunnya karena penyakit yang diakibatkan rokok.(12) Berdarkan data ini, maka merokok akan berdampak pada kematian secara perlahan-lahan.

Racun Berbahaya Dalam Rokok
Hasil sebuah penelitian yang ditemukan oleh ahli kesehatan terkait dengan rokok, membuat kita pilu/miris dan mengharuskan kita segera meninggalkannya, karena di dalam rokok terkandung zat-zat yang mematikan bagi kita. Berikut zat-zat beracun yang terkandung dalam rokok: Hydrogen sianida (racun yang digunakan untuk hukuman mati di kamar gas), formalin (bahan untuk pengawet mayat), arsenik (bahan racun tikus dan serangga), asam stearate (bahan campuran racun serangga), nikotin (bahan insektisida), amonia (bahan pembersih rumah tangga), naftalen (bahan peledak dan kapur barus),  cadmium (bahan pembuat baterai, cat dan accu), merkuri (jenis logam berat). vinil klorida (bahan campuran kemasan plastik), fenoi (bahan pembunuh kuman dan bahan plastik), toluene (bahan kalastrol/pelarut industri), aseton (bahan penghapus warna dan cat kuku), asam asetat (bahan pembuat cat rambut), lilin (bahan pembuat kertas), carbon monoksida (hasil pembakaran), hydrazine (bahan bakar roket), dan butane (bahan bakar korek api).(13)

Hukum Merokok
Rokok memang tidak ada tradisinya pada zaman Nabi Muhammad Saw, sehingga para ulama kesusahan untuk menetapkan hukumnya. Akan tetapi, Islam telah menurunkan nash-nash universal yang berlaku umum. Semua hal yang membahayakan diri, mencelakakan orang lain, menghambur-hamburkan uang, adalah perbuatan yang dilarang agama. Syekh Muhammad Jamil Zainu menerangkan di dalam bukunya yang berjudul No Smoking Tidak Merokok karena Allah, tentang hukum merokok berdasarkan dalil-dalil agama.

Berikut dalil-dalil tentang hukum merokok
1.    Firman Allah Swt; “Nabi tersebut menghalalkan bagi mereka perkara yang baik dan mengharamkan untuk mereka perkara yang buruk.” (Qs. al-A’raf:157). bukan kah rokok itu barang yang jelek dan berbahaya?
2.    Firman Allah Swt: “Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran.” (Qs. al-Baqarah: 195). Bukankah rokok bisa menyebabkan orang terkena berbagai penyakit?
3.    Fiman Allah Swt: “Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri.” (an-Nisa: 29). Bukankah rokok merupakan usaha bunuh diri secara tidak langsung?
4.    Ketika Allah menjelaskan bahaya khomer dan judi, Allah Swt berfirman: “Dan dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Qs. al-Baqarah: 219). Bukankah demikian juga bahaya yang ditimbulkan oleh rokok lebih besar dari manfaatnya? Bahkan rokok tidak sedikitpun mengandung manfaat.
5.    Firman Allah Swt: “Dan janganlah kalian bersifat boros. Sesungguhnya orang yang boros terhadap hartanya adalah keluarga setan.” (Qs. al-Isra’: 26-27). Bukankah telah jelas bahwa merokok merupakan perbuatan menghambur-hamburkan uang tanpa menfaat apapun?
6.    Firman Allah Swt firman tentang penduduk neraka: “Tidak ada makanan mereka kecuali dari pohon yang berduri. Makanan tersebut menyebabkan gemuk dan tidak mengenyangkan”. (Qs. al-Ghatsiah: 6-7). Bukankah rokok tidak membuat gemuk dan menghilangkan rasa lapar, sehingga rokok itu menyerupai makanan ahli neraka?

Ayat-ayat di atas, oleh Syaikh Jamil Zainu dinilai sebagai ayat-ayat yang mengisyaratkan haramnya rokok. Beliau juga menyebutkan beberapa Hadis dalam hal ini.
1.    Sabda Nabi Muhammad Saw: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain”. (HR Ahmad).(14) Bukankah rokok membayakan diri sendiri dan orang lain?
2.    Sabda Nabi Muhammad Saw: “Sesungguhnya Allah membenci tiga perkara, yakni berita tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Bukankah merokok merupakan perbuatan menghambur-hamburkan harta?
3.    Sabda Nabi Muhammad Saw: “Setiap dosa umatku dimaafkan kecuali orang terang-terangan yang berbuat dosa”. (HR. al-Bukhari dan Muslim). Artinya, umat Islam akan mendapatkan ampunan dari Allah, kecuali yang berbuat dosa terang-terangan. Bukankah para perokok terang-terangan dan tanpa malu berbuat dosa?
4.    Sabda Nabi Muhammad Saw: “Siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu tetangganya.” (HR. al-Bukhari). Bukankah asap rokok itu berbau dan mengganggu anak, istri, tetangga dan orang yang shalat di masjid?
5.    Sabda Nabi Muhammad Saw: “Tidaklah dua telapak kaki seorang hamba bisa bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya empat mengenai perkara, yakni tentang ke mana ia habiskan umurnya, untuk apa ia gunakan ilmunya, dari mana ia memperoleh harta dan ke mana ia belanjakan, untuk apa ia pergunakan tubuhnya.” (HR. al-Tirmidzi). Bukankah perkokok membelanjakan hartanya untuk membeli barang yang haram? Benda yang sangat berbahaya bagi tubuh dan mengganggu orang lain yang berada di dekatnya.

Dalam buku No Smoking Tidak Merokok karena Allah, juga disebutkan beberapa komentar ulama tentang hukum merokok sebagai berikut:(15)
1.    Syeikh Badrudin al-Husaini Ad-Dimasyqi, seorang Ahli Hadits besar berpendapat, bahwa merokok itu haram.
2.    Syeikh Ahmad Kurdi, mantan Mufti Halab/Aleppo mengharamkan rokok setelah dia merasakan sendiri akibatnya.
3.    Syeikh As’ad Abaji, mufti Mazhab Syafi’iyah, mengatakan rokok itu haram.
4.    Syeikh Muhammad al-Hamid, pengajar di kota Halab/Aleppo berfatwa dalam bukunya yang berjudul Rududun ‘ala al-Bathil, mengharamkan rokok karena kandungannya.
5.    Syeikh Mustafa al-Hamami mengharamkan rokok dalam bukunya yang berjudul Nadhadhah, hal. 489.
6.    Para ulama dari Hijaz, diantaranya Syeikh Abdul Aziz bin Baz, Syeikh Muhammad bin Ibrahim, Syeikh Abdurahman bin Nashir, Syeikh Abu Bakar al-Jazair, juga mengharamkan rokok.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, M.A. dalam bukunya yang berjudul Kriteria Halal Haram untuk Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadits berpendapat: “Segala sesuatu yang dapat membinasakan, atau membahayakan kita dalam hal tubuh atau agama keduanya secara bersamaan berupa makanan, obat-obatan dan alat kosmetik, maka hukumnya haram.”(16) Di Amerika Serikat, hukum yang mengatur rokok dijalankan sangat ketat. Bahkan perusahaan rokok di sana melarang remaja untuk ikut-ikutan merokok. Pemerintah dengan tegas juga melarang merokok di tempat-tempat terbuka/umum.(17)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri memberikan hukum ganda untuk merokok, tergantung situasi dan pelakunya. Dalam Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia Ke-3 di Padang Panjang Tahun 2009, ditetapkan dua hukum merokok: makruh dan haram (khilaf baina al-makruh wa al-haram). Haram, jika dilakukan di tempat umum, oleh anak-anak dan wanita hamil.(18) Dalam kitab al-Futuhat al-Madaniyyah, Syeikh Nawawi al-Bantani memasukkan makruh dalam kategori al-manhiyat atau larangan, yang disebutnya sebagai nahy karahah (larangan yang makruh).(19) Dengan demikian, sebenarnya antara makruh dengan haram, sama-sama tidak seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin.

Kiat-Kiat Berhenti Merokok
Dalam buku Kiat Logik Berhenti Merokok, disebutkan kiat-kiat untuk berhenti merokok sebagaimana berikut ini:(20) 1) Bulatkan tekad. Kesungguhan hati, hasrat dan keinginan kuat untuk berhenti merokok. 2) Mengurangi jumlah. Apabila Anda dalam satu hari menghabiska rokok dua bungkus, maka hari selanjutnya mengurangi menjadi satu bungkus. Dan terus dilakukan sampai Anda tidak merokok lagi. 3) Menunda waktu. Saat tiba Anda ingin merokok, usahakan menunda waktu dulu beberapa menit. Teruskan kebiasaan ini dengan memperpanjang waktu. Jadikan kesempatan ini peluang untuk menempatkan sesuatu yang positif. 4) Pantomim. Pura-pura memegang rokok, padahal tidak ada rokoknya. Lakukan terus-menerus. 5) Tingkat frekuensi. Kurangi frekuensi merokok. 6) Peran pengganti. Ganti kebiasaan merokok dengan kegiatan yang positif. 7) Pendukung. Maksudnya yaitu pendukung panca indra untuk siap memerangi rokok.

Dalam buku lain, seperti No Smoking Tidak Merokok karena Allah, juga disebutkan kiat-kiat berhenti merokok, diantaranya: (21) 1) Tetapkan tanggal berhenti. Tuliskan di buku harian Anda dan beritahukan pada keluarga yang disayangi, bahwa Anda akan berhenti merokok. 2) Jujur terhadap diri sendiri. 3) Selidiki waktu-waktu rentan merokok. 4) Mengurangi gaul dengan perokok. 5) Buanglah asbak dan rokokmu. 6) Berjanji pada Allah untuk tidak merokok. 7) Jangan suguhkan rokok pada hari raya. 8) Perbanyak puasa. 9) Mintalah bantuan pada Allah; Dll.
***
Melihat bahaya yang terkandung dalam rokok, masihkah kita, terutama anak-anak remaja, akan terus merokok dan tidak pernah ingin berhenti? Padahal merokok bisa membunuh kita perlahan-lahan dan pada akhirnya akan merusak masa depan kita sendiri. So, jika kalian ingin masa depan kalian rusak, teruskanlah kebiasaan kalian merokok. Wa Allah a’lam.[]  

Cikulur, 6 Februari 2013

END NOTE
* Makalah disampaikan pada Halqah Remaja “Triple Ing Community” (Triping.Com), Jum’at, 8 Februari 2013, di Pondok Baca Qi Falah Cikulur Lebak Banten.
** Aktivis Triple Ing Community, Pondok Baca Qi Falah,Penyiar Radio Qi FM 107.07 dan siswa Kelas XI IPA SMA Qothrotul Falah.
1.    Hamba, Kiat Logik Berhenti Merokok (Depok: Pustaka Ibnu Abbas, 2007), h. 28-29.
2.    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah (Karang Asem: Darul Ibn Rajab, 1424 H/2003 M), h. 31-32.
3.    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah, h. 32.
4.    Ali Mustafa Yaqub, Kreteria Halal Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009), h. 37.
5.    Ali Mustafa Yaqub, Kreteria Halal Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis, h. 39.
6.    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah, h. 37.
7.    Ali Mustafa Yaqub, Kreteria Halal Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis, h. 39.
8.    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah, h. 43.
9.    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah, h. 44.
10.    Kathy Buchanan, Quit Smoking for Chick (Jakarta: PT Buhana, 2003), h. 102-107.
11.    Kathy Buchanan, Quit Smoking for Chick, h. 17.
12.    Keterangan ini berdasarkan artikel yang saya temukan di pinggir jalan, tanpa ada kejelasan siapa penulisnya.
13.    Hamba, Kiat Logik Berhenti Merokok, h. 31.
14.    Hadis ini juga dipakai oleh Ali Mustafa Yaqub untuk mengharamkan rokok.  Ali Mustafa Yaqub, Kreteria Halal Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis, h. 39.
15.    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah, h. 59-62. Tentang merokok, mazhab fikih juga memiliki pandangan yang penting dikahi. Lebih detailnya, lihat: Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah, h. 55-58.
16.    Ali Mustafa Yaqub, Kreteria Halal Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis, h. 49.
17.    Keterangan ini berdasarkan artikel yang saya temukan di pinggir jalan, tanpa ada kejelasan siapa penulisnya.
18.    KH. Ma’ruf Ami, dkk., Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (Jakarta: MUI, 2010), h. 812.
19.    Syeikh Nawawi al-Bantani, al-Futuhat al-Madaniyyah fi Syu’ab al-Imaniyyah (Surabaya: Nurul Hidayah, T.th.), h. 4.
20.    Hamba, Kiat Logik Berhenti Merokok, h. 13.
21.    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, No Smoking Tidak Merokok Karena Allah, h. 76-78.

DAFTAR PUSTAKA
al-Qur’an al-Karim
al-Bantani, Syeikh Nawawi. Al-Futuhat al-Madaniyyah fi Syuab al-Imaniyyah. Surabaya: Nurul Hidayat, Tth.
Hamba. Kiat Logik Berhenti Merokok. Depok: Pustaka Ibnu Abbas, 2007.
Kathy Buchanan. Quit Smoking for Chick. Jakarta: PT Buhana, 2003.
KH. Ma’ruf Ami, dkk. Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Jakarta: MUI, 2010.
Yaqub, Ali Mustafa. Kreteria Halal Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009.
Zainu, Syaikh Muhammad Jamil. No Smoking Tidak Merokok Karena Allah. Karang Asem: Darul Ibn Rajab, 1424 H/2003 M.