Hantu Narkoba

BELAKANGAN INI, masyarakat Indonesia kian dihebohkan dan dibombardir oleh isu-isu dan kasus narkoba. Narkoba sudah menyerang kalangan masyarakat, terutama remaja Indonesia yang sedang tumbuh menjadi generari terbaik. Mereka menjadi sasaran empuk para pengedar narkoba. Karena apa?

Ini tak lain karena remaja memiliki pendirian yang masih labil dan ingin coba-coba hal baru. Mereka sering kali mudah dipengaruhi oleh hal-hal baru yang dinilainya menyenangkan. Problem yang mereka hadapi dan tidak arifnya mereka menyikapi dan menyelesaikan problem itu, seringa kali membuat mereka salah jalan. Begitu juga dengan pergaulan mereka yang cendrung bebas dan inginnya nyobain sesuatu yang baru. Nah, kecanduan narkoba sering kali awalnya dari pergaulan dan coba-coba.

Pengertian Narkoba
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian narkoba adalah obat yang menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk atau rasa merangsang (seperti: opium/ganja).1) Secara umum, narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya (yang dikenal dengan istilah psikotropika). Sedangkan pengertian narkoba menurut aparat penegak hukum adalah bahan/obat yang masuk kategori berbahaya  atau dilarang untuk digunakan, diproduksi, dipasok, diperjualbelikan, diedarkan dan sebagainya di luar ketentuan hukum.2)

Penyalahgunaan Narkoba
Lydya Herliana Martono, dalam karyanya Belajar Hidup dan Bertanggungjawab, Menangkal Narkoba dan Kekerasan menyatakan, penyalahgunaan narkoba sangat memperihatinkan, karena terutama menimpa generasi muda, sehingga merugikan pembangunan bangsa. Menurut laporan Rumah Sakit POLRI, ketergantungan obat di Jakarta dari penderita yang umumnya berusia 15-24 tahun, banyak yang masih aktif di sekolah dasar atau SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Umumnya, penggunaan narkoba pertama kalinya diawali pada usia sekolah dasar atau SMP. Hal itu terjadi biasanya karena penawaran, bujukan atau tekanan seseorang atau kelompok orang kepadanya. Misalnya oleh kawan sebayanya. Didorong rasa ingin tahu, ingin mencoba atau ingin memakai obat itu.3)

Narkoba, pada dasarnya, adalah obat-obatan yang digunakan untuk penyembuhan penyakit secara medis. Tapi pada kelanjutannya, ia digunakan sebagai obat penenang bagi remaja dengan harapan ia akan mendapatkan ketenangan jiwa dan sebagainya, yang berakibat pada kecanduan dan rusaknya fisik penggunanya.

Jenis-Jenis Narkoba
Dijelaskan oleh Sofyan Ahmadi dalam karyanya Gaul Tanpa Narkoba, ada beberapa jenis narkoba yang dikenal:
1. Kokain
Kokain itu merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar (erythroxylon coca), yang berasal dari Amerika Selatan. Sebelumnya, tanaman belukar tersebut biasa dikunyah alias dimakan mentah-mentah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulant.
2. Ganja
Ganja sering disebut dengan (cannabis) itu sejenis tanaman yang dikeringkan yang mengandung zat delta-9, yakni tetrahydrocannabinol (THC). Istilah yang sering digunakan untuk menyebut istilah ganja ini antara lain: rumput, grass, gele, daun jayus, gum, cimeng, marijuana dan lain-lain.
3. Heroin
Heroin (diamorphine) adalah candu yang berasal dari opium poppy (papaver somniverum). Heroin ini dapat berbentuk serbuk putih, sekalipun biasanya ditemukan juga warna kecoklatan. Heroin ini juga biasanya dikenal dalam beberapa istilah antara lain: hero, gear, smacks atau horse.
4. Puttaw
Puttaw merupakan sejenis heroin dengan kadar yang lebih rendah alias heroin kelas 5 dan 6. Zat ini berasal dari opium. Istilah yang kadang digunakan dalam penyebutan obat ini antara lain: putih, white, bedak, pete atau etep.
5. Alkohol
Alkohol merupakan jenis minuman yang mengandung unsur kimia etil alcohol yang juga sering disebut grain alcohol. Etil alcohol atau etanol berbentuk cairan jernih, tidak berwarna dan rasanya  pahit.
6. Shabu-Shabu
Shabu-shabu adalah sebutan untuk zat atau bahan methammetamine. Obat ini dapat ditemukan dalam bentuk kristal, tidak ada warna dan baunya. Shabu-shabu ini juga dikenal dengan sebutan ice yang memiliki pengaruh kuat terhadaf saraf.
7. Ekstasi
Ekstasi merupakan obat bius yang diracik secara illegal dalam bentuk kapsul atau tablet. Ekstasi ini sering banget digunakan untuk menahan kantuk agar bisa membuat tubuh memiliki energi yang melebihi kemampuan tubuh sebenarnya.4)

Efek Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba dilarang, baik oleh agama maupun undang-undang, karena bisa menimbulkan dampak negative bagi penggunanya. Misalnya:
1. Penyalahgunaan kokain menyebabkan denyut jantung menjadi cepat, kejang-kejang, tekanan darah meningkat dan penyumbatan pembuluh darah.
2. Penyalahgunaan ganja menyebabkan peningkatan denyut jantung, perasaan tidak tenang, alias loyo, mudah gelisah dan panic dan paranoid alias sikap curiga yang berlebihan.
3. Penyalahgunaan puttaw menyebabkan mual-mual, suka menyendiri, sulit konsentrasi
4. Penyalahgunaan heroin menyebabkan tertariknya bola mata, mual-mual, hidung dan mata berair.
5. Penyalahgunaan alcohol menyebabkan berkurangnya kemampuan hati dalam mengondisikan lemak, bisa menimbulkan kangker, rentan terhadap infeksi.5)

Nah, dari semua penjelasan di atas yakni mengenai jenis dan efek samping yang bakalan terjadi jika kita mengonsumsi barang haram tersebut, maka diperlukan kecerdasan dan kejernihan berpikir untuk tidak sekali-kali mencoba mengkonsumsi narkoba atau napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif). Kenapa? Karena selain akan merusak kesehatan juga akan merusak masa depan. Bahkan bisa berakibat fatal, yakni kematian.  

Undang-Undang Psikotropika dan Narkoba
Di Indonesia, ada beberapa undang-undang yang mengatur tentang psikotropika dan narkoba, mengingat berbahayanya dua hal ini.

A. Undang-Undang Psikotropika dan Narkoba dalam Penyebarannya: diatur dalam pasal 8, 9 dan 10, yang berbunyi:
Pasal 8 : Peredaran psikotropika terdiri dari penyaluran dan penyerahan.
Pasal 9 : (1) Psikotropika yang berupa obat hanya dapat diedarkan setelah terdaftar pada dapartemen yang bertanggung jawab di bidang kesehatan. (2) Menteri menetapkan persyaratan dan tata cara pendaftaran psikotropika yang berupa obat.
Pasal 10 : Setiap pengangkutan dalam rangka peredaran psikotropika, wajib dilengkapi dengan dokumen pengangkutan psikotropika.

B.  Undang-undang Psikotropika dan Narkoba dalam Penggunaan dan Rehabilitasi diatur dalam pasal 36, 37 dan 38 yang berbunyi:
Pasal 36 : Pengguna psikotropika hanya dapat memiliki, menyimpan dan atau membawa psikotropika dalam rangka pengobatan dan perawatan.
Pasal 37 : Pengguna psikotropika sebagaimana dimaksud pasal (1) harus mempunyai bukti bahwa psikotropika yang dimiliki, disimpan dan atau dibawa untuk digunakan, diperoleh secara sah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 14 ayat (2), ayat (3), ayat (4) dan ayat (5).
Pasal 38: Rehabilitasi bagi pengguna psikotropika yang menderita sindroma ketergantungan dimaksudkan untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan fisik, mental dan sosialnya.6)

Pengguna Narkoba di Indonesia
Menurut data dari Harian Kompas tahun 2010, 3,2 juta penduduk Indonesia menjadi pecandu narkoba. Di antara mereka, 15.000 jiwa melayang setiap tahunnya. Sehari 41 nyawa mati dengan sia-sia! Fakta yang lain: 60 % penghuni lembaga pemasyarakatan adalah terpidana kasus narkoba. Saking penuhnya sel, pemerintah mesti membuat LP khusus narkoba, bersebelahan dengan LP Cipinang. Itu pun masih belum muat. Jadilah di beberapa LP, ada ruang penjara yang harus dihuni 200-300 narapidana. Mengenaskan!7)

Meski begitu, mengapa banyak orang yang belum kapok juga? Barangkali karena tidak tahu resiko/bahayanya, baik resiko secara media maupun hukum. Misalnya, ancaman pidana yang bakal dijatuhkan bagi produsen, pengedar, dan pengguna sangat tinggi. Catat! Puluhan terpidana mati tinggal menunggu eksekusi.

Pandangan Agama Tentang Narkoba
Menurut Islam, narkoba sangat diharamkam. Kenapa? Ini karena narkoba memiliki mudarat atau daya rusak yang sangat besar ketimbang manfaat yang didapatkan. Adapun yang dapat mengambil manfaat dari narkoba adalah kalangan medis, yaitu untuk menunjang upaya pengobatan pasien. Untuk kepentingan tersebut Islam memperbolehkannya dengan alasan tidak menimbulkan kemudaratan bgi pasien yang diobati, bahkan sebaliknya bisa membantu mempercepat proses penyembuhan.

Berikut dalil-dali tentang larangan menggunakan narkoba:
1. Firman Allah SWT; “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan masuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan. Sesungguhnya setan itu hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi”. (Qs. al-Maidah: 90-91).
2. Firman Allah SWT; “Nabi tersebut menghalalkan perkara yang baik dan mengharamkan untuk mereka perkara yang buruk.” (Qs. al-A’raf: 157). Bukankah  narkoba  itu barang yang jelek dan berbahaya?  
3. Firman Allah SWT; “Dan janganlah kalian melakukan perbuatan bunuh diri.” (Qs. an-Nisa: 219). Bukankah menggunakan narkoba itu merupakan usaha untuk membunuh diri secara perlahan?
4. Firman Allah SWT; “Janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kehancuran.” (Qs. an-Nisa: 29). Bukankah menggunakan narkoba dapat menimbulkan berbagai penyakit?
5. Firman Allah SWT; “Dan janganlah kalian bersifat boros. Sesungguhnya orang yang boros terhadap hartanya adalah keluarga setan.” (Qs. al-Isra’: 26-27). Bukankah telah jelas menggunakn narkoba adalah menghambur-hamburkan uang?

Ada pun Hadis yang menjelaskan tentang larangan narkoba:
1. Sabda Nabi Muhammad Saw: “Setiap zat, bahan atau minuman yang dapat memabukkan (merusak fungsi akal) adalah khamar dan setiap khamar adalah haram.” (HR. Abdullah Ibnu Umar ra.)
2. Sabda Nabi Muhammad Saw: “Jauhilah minuman keras (narkoba), karena ia awal dari segala bentuk kejahatan.”
3. Sabda Nabi Muhammad Saw: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.” (HR. Ahmad bin Hanbal). Bukankah menggunakan narkoba membahayakan diri sendiri dan orang lain.
4. Sabda Nabi Muhammad Saw: “Sesungguhnys Allah membenci tiga perkara, yakni berita tidak jelas, menghambur-hamburkan harta dan banyak bertanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
5. Sabda Nabi Muhammad Saw: “Tidaklah dua telapak kaki seorang hamba bisa  bergeser pada hari kiamat sebelum empat mengenai perkara yakni, tentang ke mana ia pergi, untuk apa ia gunakan ilmunya, dari mana ia memperoleh harta dan ke mana ia belanjakan, untuk apa ia pergunakan tubuhnya.” (HR. al-Tirmidzi).8)

Strategi Menghindari Narkoba

Sudah pada tahu semua tentang bahaya narkoba? Semuanya sudah kita jelaskan secara rinci dengan tujuan kita sebagai harapan bangsa Indonesia bisa sadar akan bahaya narkoba dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak terpengaruh oleh narkoba. Strategi atau cara menghindari narkoba adalah sebagai berikut:

1. Memiliki jati diri atau pendirian yang kokoh.
2. Tidak pernah bosan, apalagi berhenti dalam belajar.
3. Tidak pernah terpengaruh oleh lingkungan dan media yang negatif.
4. Berprestasi, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
5. Aktif berorganisasi, baik intra maupun ekstra sekolah.
6. Pandai bergaul dan cerdas dalam memilih teman.
7. Tidak gampang putus asa atau frustasi, apalagi hanya karena masalah cinta.
8. Kreatif, inovatif dan produktif.
9. Memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
10. Memiliki cita-cita yang mulia.
11. Percaya diri dan tidak sombong.
12. Berani menolak dengan tegas terhadap ajakan-ajakan yang berdampak negatif.9)

Melihat bahaya yang terkandung dalam narkoba, masihkah kita, terutama anak-anak remaja akan terus menggunakan (mengkonsumsi) narkoba dan tidak ingin untuk berhenti? Padahal mengkonsumsi narkoba dapat merusak diri kita dan pada akhirnya dapat membunuh kita secara perlahan-lahan. So jika kita ingin masa depan kita tidak hilang, maka katakanlah “say no to drugs!”

Sebagai penutup makalah ini, ada baiknya kita renungkan puisi Hantu Narkoba10)  di bawah ini:

Hantu Narkoba

Ketika narkoba menyapa
Tawarkan pesona
Bermulut manis penuh janji-janji sorga
Seakan-akan bisa menyelesaikan segala
Persoalan yang ada
Tapi………
Kenyataannya ia tidak lebih dari setan durjana
Menghantui setiap langkah anak manusia

Coba-coba
Begitulah awalnya
Suka-suka saat menggunakannya
Mati sia-sia
Pada akhirnya

Barang hilang berpindah tangan
Banyak melamun pikiran melayang
Uang terkuras, badan pun lemas
Tubuh kurus tak terurus
Mata cekung pikiran menggantung

Sekolah terabaikan
Agama tak dihiraukan
Barang-barang tergadaikan
Keluarga menjandi korban
Cita-cita terbuang
Tak ada harapan mengenai masa depan[]

END NOTES
*) Makalah disampaikan pada Halqah Remaja “Triple Ing Community” (Triping.Com), Jum’at, 3 Mei 2013, di Pondok Baca Qi Falah Cikulur Lebak Banten.
**) Aktifis Triple Ing Cummunity, Penyiar Radio Qi FM 107,7, Bulletin Qi Falah, QF Multimedia dan Siswa Kelas X-A SMA Qothrotul Falah.
1) Tim Balai Pustaka, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), h. 120.
2) Tanthowi U. Pramono, Narkoba: Problem dan Pemecahannya dalam Perspektif Islam (Jakarta: PBB UIN, 2004), h. 4.
3) Lydya Herliana Martono, Belajar Hidup dan Bertanggungjawab, Menangkal Narkoba dan Kekerasan (Jakarta: Balai Pustaka, 2006), h. 1.
4) Sofyan Ahmadi, Gaul Tanpa Narkoba (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2008), h. 50.
5) Sofyan Ahmadi, Gaul Tanpa Narkoba, h. 56.
6) Tim Pustaka Merah Putih, Undang-undang Psikotropika dan Narkoba (Jakarta: Pustaka Merah Putih, 2007), h. 16 dan 30.
7) Sofyan Ahmad, Gaul Tanpa Narkoba, h. 84.
8) Yusuf Mulyan Faris, Mengenal untuk Menghindar Narkoba (Jakarta: Gaja Publishing, 2008). H. 28. Ali Mustafa Yaqub, Kriteria Halal dan Haram untuk Pangan, Obat, Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009), h. 49.
9) Sofyan Ahmadi, Gaul Tanpa Narkoba, h.113.
10) Sofyan Ahmadi, Gaul Tanpa Narkoba, h.125.

DAFTAR PUSTAKA
1. al-Qur’an al-Karim
2. Tim Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2007.
3. Tanthowi U. Pramono. Narkoba: Problem dan Pemecahannya dalam Perspektif Islam. Jakarta: PBB UIN, 2004.
4. Lydya Herliana Martono. Belajar Hidup dan Bertanggungjawab, Menangkal Narkoba dan Kekerasan. Jakarta: Balai Pustaka, 2006.
5. Sofyan Ahmadi. Gaul Tanpa Narkoba. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2008.
6. Tim Pustaka Merah Putih. Undang-undang Psikotropika dan Narkoba. Jakarta: Pustaka Merah Putih, 2007.
7. Yusuf Mulyan Faris. Mengenal untuk Menghindar Narkoba. Jakarta: Gaja Publishing, 2008.
8. Yaqub, Ali Mustafa. Kriteria Halal dan Haram untuk Pangan, Obat, Kosmetik Menurut al-Qur’an dan Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2009.