Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi

Sebelum masuk ke inti tulisan singkat ini, saya ingin mengulas terlebih dahulu arti remaja. Menurut akar katanya, remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pada masa ini, sebenarnya remaja tidak mempunyai posisi yang jelas karena tidak termasuk golongan anak, tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.

Dalam novel Manusia Setengah Salmon, bahkan Raditya Dika bilang, remaja itu manusia setengah Salmon. Banyak hal unik dari perkembangan remaja, sehingga semua orang bilang masa remaja adalah masa yang terindah. Terlepas dari indahnya masa remaja, remaja selalu saja menjadi korban atas perkembangan zaman ini, terutama perkembangan dunia teknologi komunikasi.

Pada zaman sekarang ini, teknologi sudah merambah ke semua lini kehidupan. Bahkan dampak positif dan negatifnya sudah tidak bisa dipisahkan. Ibarat dua sisi mata uang. Apalagi bagi remaja yang nota bene-nya masih belum bisa memilah dan memilih mana hal yang positif dan mana hal yang negatif. Karena nyatanya, kenakalan remaja paling banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan media komunikasi.

Sesungguhnya, ada banyak perbedaan yang signifikan atas berkembangnya teknologi modern, khusunya teknologi komunikasi terhadap perkembangan mental remaja masa kini. Kalau kita perhatikan, sepertinya semua lini kehidupan telah terkena dampaknya, termasuk dunia pendidikan. Merosotnya dunia pendidikan di Indonesia ini tak lepas dari dampak perkembangan media komunikasi modern, walaupun tentu saja banyak juga hal-hal positif yang dapat kita ambil dari perkembangan teknologi. Internet dan teknologi modern seharusnya menjadi hal yang positif bagi remaja dan bagi kebanyakan orang. Namun, tanpa disadari, mereka juga dapat menggunakan internet untuk hal-hal yang negatif.

Perilaku Remaja Dulu dan Kini
Seiring perkembangan zaman, ada banyak perubahan perilaku remaja dulu dan kini, karena berbagai pengaruh yang merasukinya. Kalau kita perhatikan, orang tua sekarang kadang sering berkata; “Zaman dulu itu serba sulit, sedangkan zaman sekarang serba mudah.” Ini tak lepas dari perkembangan teknologi komunikasi yang berkembang pesat saat ini. Coba kita perhatikan, orang-orang tua kita dulu mereka lebih patuh terhadap guru dan orang tuanya. Pada zaman sekarang sebaliknya, banyak anak yang sudah tidak menghormati orang tuanya, bahkan ada yang sampai berani membunuhnya.

Remaja pada zaman dulu lebih takut pada norma-norma dan aturan agama. Tetapi pada zaman sekarang sudah tidak punya malu, sehingga mereka lebih mengedepankan gaya hidup atau tren, sekalipun itu bertentangan dengan norma dan aturan agama. Bahkan kini yang ngetren adalah tawuran, geng motor, bahkan cabe-cabean. Kalau kita bandingkan dengan perilaku remaja zaman dulu sangat jauh perbedaannya. Sekalipun mereka gaptek (gagap teknologi), tetapi lebih taat pada aturan dan norma-norma di masyarakat. Perubahan ini tidak bisa dihindari, karena zaman akan terus berubah dan akan semakin berkembang. Tinggal bagaimana kita memainkannya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang membahayakan masa depan remaja Indonesia.

Pengaruh Kemajuan Teknologi  bagi Remaja
Perkembangan teknologi di era sekarang ini sangat pesat. Berbagai kemajuan teknologi dapat kita peroleh dengan mudahnya. Seiring perkembangan zaman dan pesatnya perkembangan teknologi, komunikasi antar manusia dapat dilakukan dengan berbagai alat atau sarana. Diantaranya berupa internet, hand phone, face book, twitter, instagram dan lain-lain. Sarana-sarana ini memang sangat bagus bagi para remaja, karena bisa menambah wawasan. Dengan internet, kita dapat menemukan informasi-informasi yang penting secara mudah., Bahkan kita dapat menjalin relasi pertemanan untuk berbagi ilmu dengan orang-orang di luaran sana. Inilah kekuatan teknologi komunikasi yang memungkinkan tersebarnya informasi dalam kualitas yang hampir sempurna dalam waktu yang sangat cepat.

Twitter dan face book juga tidak kalah saingnya dengan internet, karena di twitter dan facebook para remaja bisa bergaul dengan beragam jenis manusia, meskipun mereka tidak tahu siapa sesungguhnya yang diajak berkenalan, karena hal itu hanya terjadi di dunia maya. Twitter dan face book sudah menjadi trend di kalangan remaja, bahkan anak-anak dan orang tua. Saking banyaknya pengguna face book dan twitter, bahkan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia lebih banyakan penghuni twitter dan face book. Ini karena hampir semua orang di dunia menggunakannya. Tidak hanya lewat warnet, kitapun dengan mudah bisa membuka twitter dan face book di hand phone. Buruknya, banyak pengguna twitter dan face book yang jarang sekali mengakses internet. Padahal di internet kita banyak menemukan informasi-informasi yang penting dan bermakna, yang belum pernah kita ketahui. Misalnya informasi di bidang pendidikan yang memuat pelajaran sehari-hari di sekolah; rumus-rumus Matematika, Fisika dan Kimia. Juga latihan soal-soal. Bahkan pendaftaran masuk kuliahpun dilakukan melalui media online.

Banyak pengguna jaringan teknologi informasi (internet) tidak mengakses suatu yang sewajarnya. Mereka telah menyalahgunakan kecanggihan teknologi dengan mengakses galeri-galeri yang bernuansa pornografi, yang tidak wajar bagi remaja. Membuka situs-situs video/gambar porno, yang tidak dibutuhkan di bidang pendidikan. Ini menyebabkan mental dan moral remaja semakin terpuruk, sehingga para guru di berbagai sekolah banyak mengeluhkan siswanya yang moralnya sudah di ambang batas toleransi. Padahal, hal seperti ini bisa membahayakan mereka, karena di antara mereka ada yang mencoba melakukan hubungan seks tanpa ada ikatan pernikahan, yang dampaknya bisa menimbulkan penyakit HIV/AIDS. Hal ini membuat para orang tua dan guru prihatin sekaligus khawatir akan perkembangan moral mereka.

Dua Dampak yang Tidak Bisa Dihindari

Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja melalui jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja gagal dalam mengembangkan identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah. Pada masa-masa pencarian jati diri ini, kemajuan teknologi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mereka. Berbagi informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung kita ketahui berkat kemajuan teknologi global.

Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat kita hindari, karena kita melihat betapa kemajuan teknologi telah mempengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat, terutama remaja. Memang, pengaruh kemajuan teknologi zaman dulu dan zaman sekarang berbeda, karena di zaman dulu teknologi belum secanggih di zaman sekarang.

Teknologi informasi dan komunikasi sudah ada sejak zaman modern. Teknologi tersebut biasa dikenal dengan komputer, internet dan lain-lain. Komputer sejak dulu sudah sering digunakan di semua kalangan. Pelajar sekarang juga sudah banyak yang menggunakan komputer untuk pelajaran. Alat canggih tersebut sangat bermanfaat bagi orang-orang yang pekerjaaannya bersangkut-paut dengannya. Apalagi sekarang juga sudah ada alat komputer yang lebih praktis dibawa ke mana-mana, yaitu laptop. Laptop tidak hanya digunakan orang-orang penting. Pelajar pun mamakainya untuk proses belajar-menagajar.

Di samping komputer yang begitu sangat bermanfaat itu, sekarang juga ada internet. Internet adalah sebuah jaringan komputer yang digunakan untuk mencari informasi yang ingin kita ketahui. Melalui internet kita bisa surfing mengenai beberapa hal. Misalnya mencari inspirasi untuk belajar ataupun mencari informasi perkembangan dunia.  Selain itu, masih banyak lagi yang bisa kita lakukan. Dengan internet kita juga bisa mendunia. Misalnya ingin mengetahui negara lain atau informasi-informasi mengenai negara yang kita inginkan. Internet sangat bermanfaat apabila kita bisa menggunakannya. Tetapi ada juga yang salah menggunakannya. Misalnya untuk membuka situs-situs pornografi. Itu salah besar! Biasanya hal ini dilakukan para remaja. Sebaiknya mereka yang mengaku berpendidikan, tidak membuka situs-situs seperti itu, karena akan meruusak otak dan mencemarinya.

Akan lebih baik jika yang dibuka adalah situs-situs pelajaran yang sangat bermanfaat. Lebih-lebih bagi siswa-siswi Kelas XII (dua belas) yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Mereka bisa membuka contoh-contoh latihan soal untuk ujian. Selain itu, di internet juga mereka bisa mengenal dunia maya, jejaring sosial semisal face book, twitter, plurk, chip dan banyak lagi. Di situ juga akan muncul dampak positif dan negatif yang tidak mungkin dihindari. Beberapa dampak positif dari jejaring sosial, misalnya teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa, bisa kembali bertemu. Juga bisa mencari teman baru. Sebaliknya, ada juga dampak negatifnya. Ada yang salah menggunakannya untuk ajang berpacaran, bertemu dengan orang yang belum dikenal sepenuhnya dan akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak juga yang melakukan tindakan kriminal di jejaring sosial.

Sebenarnya, kemajuan teknologi sangat bermanfaat bagi remaja. Tetapi masih banyak dampak negatif yang bisa ditemui. Banyak yang terlalu asyik bermain internet sehingga lupa waktu dan lupa kewajiban yang harus dikerjakan. Untuk mengantisipasi hal ini, para remaja harus sering mendapatkan bimbingan dari orang tua atau guru. Biasanya, para orang tua yang terlalu sibuk pada pekerjaan, mereka sampai-sampai tidak mengetahui perbuatan yang dilakukan anaknya. Para orang tua memanjakan anak-anaknya dengan melengkapi fasilitas-fasilitas seperti hand phone bercamera, laptop dan lain sebagainya, tanpa memikirkan dampak negatifnya. Tetapi semua itu tergantung pada diri anak tersebut; apakah kemajuan teknologi itu digunakan untuk hal yang positif ataukah malah sebaliknya, yang negatif.[]

*Penulis adalah Direktur LPK Qothrotul Falah dan Pengajar TIK di SMA Qothrotul Falah