Enam Tahun Seperti Enam Hari

PERNAH aku berpikir, di pondok itu seperti halnya di rumah. Ada TV sebagai salah satu penghibur ketika jenuh. Ada kulkas sebagai penyegar dahaga. Dan aku bisa main seenaknya. Tapi ternyata untuk nonton TV saja harus nunggu satu minggu sekali yaitu pada Jum’at. Keluar pondok harus Jum’at juga kayak nonton TV. Dan yang paling istimewanya, itu tidurnya ngampar bergeletakan udah kayak palelangan ikan. Di pondok selalu serba ngantri. Ngantri makan lah. Ngantri mandi lah. Pokoknya serba ngantri deh! Teman, kita simak kisahku yang berjudul Enam Tahun Seperti Enam Hari.

Suatu malam, aku mendengar percakapan Bapakku dan pamanku di depan rumah. Mereka bicara tentangku. Kalau aku sudah lulus dari SD, sekolahku akan dilanjutkan ke mana. Aku sedikitnya mendengar percakapan itu. Dan aku terkejut pas aku dengar aku akan disekolahkan ke pondok pesantren. Aku pun langsung dipanggil oleh kedua orang tuaku. Mereka menanyakan kesiapanku untuk disekolahkan di pesantren. Dengan terpaksa aku menganggukkan kepala dan menjawab dengan kata “iya” sebagai tanda persetujuanku.

Waktu itu, Sabtu, 11 Juni 2009, aku berangkat ke Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Tentu aku tidak sendiri. Aku ke pondok bersama sepupuku yang bernama Ahmad KH. Umam. Beliau adalah anak pertama dari pamanku.

Jam 9 pagi, datanglah aku ke Pondok Pesantren Qothrotul Falah, yang beralamat di Desa Sumurbandung Kec. Cikulur Kab. Lebak Prov. Banten. Aku langsung disambut oleh para panitia penerimaan santri baru. Aku pun langsung diantar ke kobong oleh mereka. Yang datang pertama, itu kebetulan aku dan sepupuku. Dan akhirnya teman baru pertamaku pun datang. Ia bernama Siva Siva rizki. Siva ini anak asli Gunung Kencana. Siva juga sempat menangis saat ditinggal orang tuanya. Di saat Siva menangis, datanglah Ustadz Zaed atau yang biasa disapa Mang Zaed untuk menghiburku. Mang Zaed adalah Ustadz  pertama yang aku kenal. Beliau sangat baik dan lucu. Beliau sangat perhatian pada santri, terutama pada santri yang baru. Beliau asli orang Badur, masih daerah Gunung Kencana.

Di malam pertama, kami pun mulai bergegas melaksanakan shalat Maghrib berjamaah di Majlis Putra. Kami segenap santri baru pun langsung diistirahatkan jam 21.00 malam. Wajar, masih santri baru. Di malam pertama ini aku sungguh tidak bisa tidur, karena banyak nyamuk, dingin, dan masih banyak keluhan-keluhan di awal.

Setelah setengah tahun terlewati, aku pun mulai sudah sehati dengan Pondok Pesantren Qothrotul Falah (QF). Aku baru merasakan ujian lisan. Di Pondok Pesantren Qothrotul Falah memang rutinitas setiap semester itu diadakaannya ujian lisan dan ujian tulis. Dan sesudah itu kami pun segenap santri mengisi liburan dengan Kemah Akbar, kemah yang keluar dari pondok. Waktunya biasanya akhir tahun. Sangat seruu…!!!!!

Semester dua pun sudah terlewati. Kami segenap santri QF akhirnya diliburkan. Sebelum liburan pondok pun kami mengadakan acara wisuda untuk kakak kelas tiga SMA yang mau keluar dari pondok.

Saat sekolah pertama di kelas dua MTs, rasanya agak keheranan sendiri. Nggak kerasa baru kemaren kelas satu MTs, sekarang sudah kelas dua MTs. Tak terasa sekali. Suatu hari, aku diajak sama temanku ke sampay, dan kami tidak ijin ke keamanan. Alhasil, kamipun ketahuan juga oleh keamanan pondok. Akhirnya kami dipanggil ke kantor OPPQ.  Kami diberi hukuman. Kami harus siap untuk dibotak oleh pihak keamanan.

Ketika beranjak ke kelas tiga MTs, aku mulai berfikir bahwa aku harus lebih giat lagi dalam belajar. Karena di kelas ini aku akan menentukan kelulusanku untuk menuju sekolah SMA. Setelah aku melakukan Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan di daerah Baros Kec. Warunggunung. Al-hamdulillah soalnya tidak beda jauh dari yang kami pelajari. Dan al-hamdulilahnya juga kami lulus semua.

Nggak mau rasanya kalau aku harus meninggalkan QF untuk saat itu, untuk itu aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah SMA di QF juga. Untuk SMA, aku pun masuk lagi pada tanggal 14 Juni 2012 di kelas baru. Aku juga memiliki teman lama, yaitu Siva, Rifki, Rizqi, Fahmi, Nining, Aisah, dan Neng Elis.

Di kelas baru ini aku bertemu teman baru. Ada Matlubi, Ikrom, Husni, dll.  Dan tak lama kemudian ada pengumuman seleksi jadi penyiar radio. Aku pun ikut seleksi ini dan al-hamdullilah aku diterima menjadi penyiar radio. Dan berselang sekitar empat bulan setelah itu juga aku terpilih menjadi Ketua Radio Qi FM 107.07.

Nah  kawan, masa-masa kelas dua SMA yang menurutku penuh warna. Ya di mana kami menjadi CABA (Calon Bantara) yang akan mengganti kakak kelas kami dalam mengurus kegiatan kepramukaan di Pondok. Aku pun al-hamdullillah, di bulan Juni-Agustus terpilih menjadi Paskibra Kecamatan Cikulur di mana kami dituntut untuk mengibarkan bendera di lapangan kecamatan. Dan pada Desember, kami pun menjadi Bantara 2014. Kami mulai mengajar pramuka itu pada Januari. Berselang dua minggu, kami diberi amanah untuk mengurus santri Qothrotul Falah, kami juga dilantik menjadi mudabbir atau pengurus OPPQ.

Di organisasi ini aku terpilih menjadi bagian olah raga, sesuai dengan apa yang aku harapkan di OPPQ ini. Setelah bulan demi bulan kami lewati, akhirnya wisuda datang bagi kakak kelas kami dan kami didaulat sebagai panitia acara wisuda itu.

Di Kelas XII SMA, kami dituntut untuk lebih-lebih aktif dalam belajar, karena ini menjadi kelas terakhir kami di pondok. Ketika kami sudah diambang kepengurusan OPPQ, kamipun turun jabatan sebagai Bantara di Desember 2014. Ternyata tempatnya di Cikoromoy. Dan nggak terasa juga nih kami akan turun jabatan dari OPPQ. Wa Allah a’lam[]

Cikulur, 15 Januari 2015

Moral of the Story:
Sahabat, jika kita menikmati kegiatan kita, maka perputaran waktu seakan tak terasa. Enam tahun menjalani rutinitas dan aktivitas di pondok, rasanya baru enam hari. Untuk itu, manfaatkanlah waktu yang ada sebaik-baiknya.  

(Dinukil dari buku “Rumah Kita: Catatan Santri Qothrotul Falah”, 2015)

Profil Syahrul

Nama         : SYAHRUL KAMIL
Sapaan        : Syahrul
TTL        : Pandeglang, 09 Januari 1997
Alamat    : Kp. Surianen Des. Surianen Kec. Labuan Kab. Pandeglang-Banten
No. Hp        : 087773435900
E-Mail        : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Facebook     : Syahrul kamil Gankins
BB        : 027B009
Twitter     : @syahrul wiro kamilsableng
Blog         : -
Hobi        : Footsal, Panjat Tebing, dan Berburu
Aktivitas    : Pengurus OPPQ 2014-2015, Dewan Kerja Pramuka, Penyiar Radio Qi FM 107.07, Pondok Baca Qi Falah, Paskibraka
Cita-cita    : Menteri Pertanian
Motto     : If you want to make your dreams comes true, so you have to wake up!
Kesan    : Kalau ngomongin kesan tentu banyak banget, apalagi pas mau Kemah Akbar ke Cikoromoy yang tiba-tiba diturunin sama polisi gara-gara naik truk doang. Dan alhasil jalan deh nyampe lokasi. Mana anggota pada bawel-bawel. He..he.. Tapi seru sih.?
Pesan    : success is our right. Tak penting kita dulu itu siapa dan bagaimana. Tapi, yang paling penting adalah apa tujuan kita di masa depan.