Inspirasi Perubahan

BENAR apa kata Ust. Nurul H. Maarif (Kepala SMA Qothrotul Falah). Beliau sering mengatakan: “Pelajaran yang kita dapat tidak selamanya ada di kelas. Di luar kelas, kita bisa lebih banyak mendapatkan pelajaran, khususnya untuk perubahan diri sendiri”. Dan aku mendapatkan itu di sini, di pondok ini.

Ketika masuk Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ), di sinilah aku  mulai mendapatkan banyak pelajaran hidup. Selain ilmu agama yang pondok sajikan, ternyata di sinilah aku diajarkan bagaimana caranya hidup bermasyarakat dengan orang-orang yang berbeda karakter. Terpilih sebagai pengurus Bagian Keamanan membuatku semakin tertantang.

Aku sadar sekali, berbicara di depan orang banyak adalah salah satu hal yang sangat aku takuti, karena aku lebih mengedepankan rasa malu. Tapi, setelah bergabung dalam organisasi ini aku mulai menargetkan diri untuk berani berbicara  di depan orang banyak. Semua tidak lah bisa instan untuk lelaki pemalu sepertiku. Hal itu sangatlah sulit, karena selain aku kurang percaya diri, juga karena kurang pengalaman dalam hal bicara. Padahal guru-guru sering mendorongku untuk menyampaikan pendapat, tapi aku hanya tersenyum tanda menolak tawaran itu. Itu hal yang sangat aku sesali.

Waktuku di pondok ini hanya tiga tahun. Bagiku, itu waktu yang sangat singkat. Tapi, aku sering sekali menyia-nyiakan waktu itu hanya dengan menutup diri dan malu untuk berbicara. Aku teringat perkataan Ust. Sofyan Sadeli (Kepala Madrasah Diniyah). Beliau pernah bilang; “Waktu itu ibarat sebuah pedang. Jika menggores pasti berdarah, apalagi jika kita salah menggunakannya. Begitupun dengan waktu yang kalian pergunakan di pondok ini”.

Kalimat motivasi itu masih teringat sangat jelas. Terlebih ketika aku merenung akan kelemahanku ini.  Dan itu yang mendorongku untuk semakin berpikir; “Apa yang sudah aku dapat selama tiga tahun ini?” Bahkan aku juga sering iri melihat kawan-kawanku dengan percaya dirinya berbicara di depan orang banyak, baik itu dalam forum diskusi, muhadhoroh, ataupun kultum.

Aku renungkan lagi apa yang dibilang Ust. Sofyan. Waktuku di pondok ini tidaklah lama lagi. Akupun sedikit demi sedikit mencoba berani berbicara di depan orang banyak, walaupun itu hanya di depan anggota OPPQ. Dan akupun mulai mendengarkan ceramah-ceramah yang setiap sorenya diputar oleh para penyiar Radio Qi FM 107.07.  Berharap dengan mendengarkan itu, aku bisa belajar mengolah kata-kata. Karena sebagai keamanan pondok, aku harus mampu berbicara di depan anggota, terutama kepada mereka yang melanggar peraturan program Bagian Keamanan. Dan sekarang akupun mulai merasakan manfaat itu.

Aku tahu, malu itu wajar. Tapi jika kita malu untuk berargumen, aku rasa itu perlu diralat. Banyak hal yang pondok ajarkan untuk kita agar menjadi yang lebih baik. Mampu tampil di depan orang banyak, adalah salah satunya. Aku percaya semua akan terasa ketika kita terjun di masyarakat nanti. Malu itu wajar, tapi jika kebanyakan malu, itu wajib dihajar! Wa Allah a’lam.[]

Cikulur,  25 Desember 2014

Moral of the Story:
Sahabat, malu itu wajar, tapi jika kebanyakan malu, itu wajib dihajar! Berusahalah terus-menerus untuk menghilangkan rasa malu itu, sehingga kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang banyak.


Profil Soleh

Nama         : SHOLAHUDIN
Sapaan        : Soleh
TTL        : Lebak, 05 Oktober 1996
Alamat        : Kp. Sarian, Des. Sumurbandung, Kec. Cikulur, Kab. Lebak-Banten
No. Hp        : 089614630313
E-Mail        : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Facebook    : Waktu adalah pedang
BB        : 227ca79f
Twitter        : @solehtea96
Blog        : -
Hobi        : Main bola volly dan mancing
Aktivitas    : Pengurus OPPQ 2014-2015 dan Dewan Kerja Pramuka
Cita-cita    : Pengusaha sukses
Motto        : Hidupku bergantung pada diriku.
Kesan        : Karena kesalahan satu orang, kita dibotak sekelas. Apesss…
Pesan    : Jangan pernah menyerah, karena kegagalan itu awal untuk menjadi yang lebih baik.