Thanks God, its Friday

TAK aneh lagi rasanya, libur di hari Jum’at bagi santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Inilah hari yang ditunggu-tunggu para santri. Mungkin kalau sekolah di luar, liburnya memang hari Minggu. Tetapi beda di pondok pesantren. Hari Jum’at adalah hari libur bagi santrinya. Pada hari inilah para santri bisa menghilangkan rasa bosannya, karena dari hari ke hari pasti kegiatan santri yang beragam itu membuat santri butuh refreshing sejenak.

Sudah menjadi rutinitas di hari Jum’at, semua santri digerakkan untuk olah raga pagi. Baik itu jogging ataupun senam. Di hari Jum’at minggu kedua ada kegiatan minum susu bersama. Biasanya para pengurus atau kata Arabnya sih mudabbiroh yang mengaturnya. Aku sebagai Seksi Kesehatan, menganjurkan mereka untuk minum susu, tak lain agar mereka bisa menjaga kesehatannya.

Setelah lari pagi, semua santri pun berkumpul dan membentuk lingkaran. Sambil menunggu susu siap dibagikan, biasanya para pengurus mengisi waktu dengan memberikan games ataupun sekedar bernyanyi ria. Disamping itu, aku beserta pengurus bagian kesehatan dan juga dibantu teman yang lainnya menuangkan susu ke dalam gelas-gelas yang telah disiapkan. Cukup repot memang, karena tak sedikit susu yang harus kami tuangkan dalam gelas-gelas tersebut. Belum lagi, ketika membagikan susu, banyak yang nawar. Pingin susu putih, pingin susu cokelat. Sampai-sampai suasana jadi ramai dengan teriakan-teriakan seperti itu.

Biasanya mereka pada hari Kamis sudah meyetorkan uang pembayaran susu kepada Seksi Kesehatan. Murah meriah banget. Cuma seribu rupiah. Aku dan Seksi Kesehatan lainnya pergi berbelanja membeli susu untuk para santriawati. Dan tidak hanya susu saja yang disajikan, tetapi ada juga biskuit sebagai pelengkap minumannya. Aku dan pengurus lainnya memang mempunyai banyak bagian-bagian program, karena aku dan semua pengurus telah diamanahi oleh pondok untuk mengarahkan santri melaksanakan kegiatannya dengan baik. Dan yang paling penting adalah rasa tanggungjawabnya.

Selain itu, para santri juga melaksanakan kapling di hari Jum’at. Ada yang menyapu halaman pondok. Ada yang membersihkan halaman belakang dan membersihkan area-area yang lainnya. Ketika itu semuanya terlihat  rajin, karena bila tidak melaksanakan tugas yang diberikan oleh Seksi Kebersihan, pasti mereka akan diberikan sanksi sesuai pelanggarannya. Para mudabbiroh pun mengontrol dan membantu bersih-bersih. Dan untuk menghindari rasa lelah yang sangat, selama santri melakukan Jum’at bersih atau Jumsih, crew radio Qi FM biasanya memutarkan lagu-lagu  sebagai penyemangat santri dalam bersih-bersih. Dan kegiatan Jumsih pun berjalan dengan penuh kegembiraan.           

Teet...teet....teet… Bel sarapanpun berbunyi. Aku dan santri yang lainnya bergegas untuk mengambil sarapan. Setelah selesai sarapan, biasanya sering terdengar pengumuman yang asal suaranya terdengar dari Majlis Putra atau dari Gedung MPS.

Ada pengumuman pemanggilan santri, baik itu untuk meeting anak-anak perpustakaan, bagi yang praktik ‘ubudiyah, dan sebagainya. Yang paling ditunggu-tunggu santri, sih, pengumuman santri yang dijenguk oleh orang tuanya. Yang dijenguk biasanya suka diguyonin oleh santri yang lainnya; “Ciiee... yang dijenguk. Ntar kalau mau makan inbox yah.” He.. He..

Hari Jum’at itu digunakan santri untuk berbagai macam kegiatan. Ada yang menghabiskan waktunya hanya untuk full istirahat. Ada juga yang sibuk seharian dengan kegiatannya pribadi, bisa nyuci, nyetrika, dll. Yang pasti, kami sebagai santri selalu bersyukur jika menemukan hari Jum’at. Thank God!

Cikulur, 05 Februari 2015

Moral of the Story:
Sahabat, beraktivitas itu sangat penting untuk kemajuan kita. Namun bersantai-santai sejenak atau refreshing juga sangat penting untuk menghilangkan rasa bosan yang hinggap pada diri kita.