Ndut-Ndutan Ketika Ngaji Diniyah

TEETTT…teettt…teettt…!! Belpun berbunyi.


Waktu menunjukkan jam 13.45. Itu tandanya bel peringatan ngaji diniyah sudah dibunyikan, sekaligus untuk membangunkan santri yang masih beristirahat siang. Kamipun bergegas mengambil kitab yang akan kami kaji dan menuju kelas masing-masing.

Tapi, sebelum bel tanda masuk dinyalakan, seperti biasa kita isi dengan membeli jajanan santai ala santri, yaitu tahu kress. Sebagian santri ada saja yang nadhoman (membaca syair atau puisi Arab), atau ngobrol-ngobrol santai di dalam kelas. Begitulah keadaan kelas kalau sudah ngumpul bareng temen.

Teetttt...teett…teett..!!

Tahu, kan, itu tandanya bel apa? Yaps! Itu tandanya bel masuk ngaji diniyah dimulai, tepat pada jam 14.00 WIB. Di sinilah kegiatan ngaji diniyah dimulai. Kebetulan saat itu guru diniyah kita Ust. Syahroni alias Oni, yang mengajar Kitab  ‘Imrithi atau kitab yang menerangkan tentang nahwu dan shorof.

Sebelum ngaji dimulai, apalagi pas bagian ngaji ‘Imrithi, biasanya kami nadhoman terlebih dahulu. “Yaqulu ba’da hamdi dzil jalali // Musholliyan ’ala al-nabi wa-‘ali.” Itu syair singkat dari nadhoman kita yang terdapat dalam kitab Nadhom Maqshud. Dan setelah selesai, baru deh Ust. Oni siap mentransfer ilmunya buat kita santri-santri yang awam.

“A’udzubillahiminasysyaithonirrojim.. Bismillahirrohmannirrohim. Babul I’rob.”

Itu diantara pembukaan di saat kita ngaji. Dan itu tandanya kita ngaji bagian Bab I’rob. Kegiatan ngaji ini kita ikuti setiap harinya. Dan al-hamdulillah, sampai aku kelas tiga SMA sekarangpun aku masih bisa mengikuti kegiatan ini. Memang sulit rasanya membiasakan diri untuk hal-hal yang positif, apalagi di waktu enak-enaknya kita nyenyak tidur siang, eh justru dipake untuk ngaji. Tapi inilah kewajibanku sebagai santri. Dan ini sudah seharusnya aku ikuti. Makanya tidak jarang, ketika aku ngaji, apalagi pas pertengahan pasti suka ngantuk. He..He..

Dan jailnya temen-temen tuh, kalau ada satu saja temen kita yang ngantuk pasti suka dikasih yel-yel kaya gini: “Ndut-ndutan.. euuy.!! Ndut-ndutan..euuy!!” He..He.. Tentu itu bikin melek lagi, karena malu.

Sebenarnya kalau masalah ngantuk, bagi kita itu udah biasa, apalagi kalau lagi ngaji. Kebiasan yang buruk deh pokoknya. Tapi sedikit seru sih, apalagi kalau ngeliat temen kita yang ngantuk. Kalau temen-temen bilang, obatnya ngantuk tuh ya tidur.

He..He.. Harap jangan dicontoh ya!!

Sebenernya bukan ngantuknya yang aku banggakan di sini, tapi rutinitasnya. Kegiatan yang mungkin jarang banget aku temui, khusunya di daerahku, di Lampung sana. Jujur, baru di sini aku menemukan kegiatan-kegiatan yang beraroma positif, yang mendatangkan pahala bagi siapa saja yang melaksanakannya. Dari mulai jama’ah setiap waktunya, tadarus al-Qur’an, bahkan sampai shalat malampun diwajibkan di sini. Luar biasa bukan? Di sinilah ladang pahala yang telah Allah persiapkan untukku. Tinggal kitanya saja mampu atau tidak mengelolanya dan mau atau tidak melaksanakannya.[]

Cikulur, 23 Januari 2015

Moral of the Story:
Sahabat, keraslah pada dirimu, maka dunia akan lunak padamu. Dan jika kau lunak pada dirimu, maka dunia akan keras padamu. Ini nasihat Andre Wongso, lho.