Kategori: Berita

Peduli Sosial di Musim Pandemi Covid

Di musim Idul Adha 1441 H ini, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban sebagaimana pada Idul Adha sebelumnya.

Pada Idul Adha kali ini, yang digelar Jumat, 31 Juli 2020, sapi dan kambing kurban yang diterima oleh pesantren lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kali ini sapinya ada tiga dan kambingnya ada sembilan. al-Hamdulillah lebih dari 400 paket daging kurban kami salurkan pada guru-guru dan masyarakat sekitar. Santri dua hari full lauknya daging. Penyembelihan diselenggarakan dalam dua hari,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif.

Di musim pandemi Covid, yang menghadirkan kesulitan ekonomi masyarakat ini, ternyata antusias untuk berbagi justru lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“al-Hamdulillah, kepedulian rekan-rekan kita yang berkecukupan sangat tinggi. Masyarakat yang kesulitan bisa merasakan daging di musim yang serba sulit ini. Kita doakan semoga masyarakat mendapatkan kegembiraan dan yang memberikan kurban diberikan rejeki dan kesehatan terbaik,” ujarnya.

“Ujian kepedulian sosial yang sesungguhnya itu ya ketika kita dalam keadaan yang sulit, namun kita tetap memikirkan orang lain. Ini perilaku sangat mulia dan sangat Allah cintai. Bersyukurlah bagi yang rejekinya berlebih,” sambungnya.

Tiga sapi yang diterima berasal dari Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Miss Eneng Atikoh (Yogyakarta) dan masyarakat Sumurbandung. Sedangkan sembilan kambing berasal dari R Sukrido Hastobroto (MayBank Indonesia), Penta Fani (MayBank Indonesia), Walisantri Anggun Cilegon, Wali Santri Restu Lebak, dua ekor dari Bunda Ilham Makkah dan selebihnya masyarakat sekitar.

Sebelum dilakukan penyembelihan, para santri dan warga menggelar shalat Id bersama di Lapangan Futsal Qothrotul Falah. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustadz Zairul Arifin, M.Pd., dari Inderamayu Jawa Barat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Zen mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di musim pandemi ini. Yang berkecukupan rejeki hendaknya menyisihkan rejekinya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, beberapa kegiatan santri juga diselenggarakan; lomba pidato, lomba shalawat, lomba takbiran, pawai dan sebagainya. Semoga Idul Adha di musim sulit ini memberikan kegembiraan bagi semua.[nhm]       

Kategori: Berita

Sosialisasi Perbup Lebak No. 28/2020 pada Santri

Di hadapan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Camat Cikulur, Dr. H. Iyan Fitriyana, M.Pd., beserta jajarannya menyampaikan Sosialisasi Pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup) Lebak No. 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru pada Kondisi Corona Virus Desease 2019 Kecamatan Cikulur, Rabu, 29 Juli 2020.

Bertempat di Majlis Putra Qothrotul Falah, selain dihadiri oleh Camat, sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Puskesmas Cikulur Juanda, Kepala UPT Pendidikan, Polsek Cikulur, TNI Cikulur-Warunggunung, Kades Sumurbandung dan banyak lagi. Dari pihak pesantren tampak hadir Koodrinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd, dewan guru dan para santri.

Dalam paparannya, Camat Cikulur menyampaikan pentingnya kesadaran santri untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid 19 ini. Karena itu, Perbub yang mengatur protokol kesehatan ini penting disosialisasikan.  

“Kalau ada yang melanggar, akan kena sanksi dari yang sifatnya edukatif seperti hafalan Pancasila, kerja sosial membersihkan masjid, sampai sanksi denda berupa uang,” ujarnya.  

Sedangkan Kepala Puskesmas Cikulur, Juanda menekankan pentingnya PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yang juga menjadi point penting dalam Perbup Lebak.

“PHBS itu dengan memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak fisik dan sebagainya,” katanya.

Secara khusus, pihak pesantren melalui Kepala MTs Qothrotul Falah, Ahmad Turmudzi, menyampaikan terima kasihnya atas sosialisasi ini. “Ini sangat bermanfaat bagi santri-santri kami. Semoga semuanya diberikan kesehatan oleh Allah Swt,” katanya.[nhm]

Kategori: Berita

BLKK Qothrotul Falah Adakan Pelatihan Desain Grafis

Bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, kali ini mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi khusus bidang Desain Grafis.

Setelah lama tertunda akibat Pandemi Covid 19, akhirnya kegiatan pelatihan ini kembali dilangsungkan. Untuk Angkatan III ini, kegiatan berlangsung mulai 20 Juli s.d. 18 Agustus 2020.

“al-Hamdulillah, kegiatan ini bisa dimulai lagi. Tentu kita semua memahami situasi yang ada. Pemerintah juga tentu banyak pertimbangan dan pikiran, sehingga ketertundaan kegiatan ini tidak semestinya menjadikan kita pesimis. Santai-santai saja! Yang jelas BLKK akan terus manfaat dan memberikan yang terbaik untuk banyak orang,” ujar Kepala BLKK Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif, saat pembukaan, Senin (20 Juli 2020).

Selain Kepala BLKK, hadir juga Bendahara BLKK, Hj. Dede Saadah Syatibi, M.Pd., Sekretaris Cahyati, S.Sos, instruktur Andre Fauzi, S.Sos., dan Pengelola M. Eman Sulaiman.   

Untuk BLKK Qothrotul Falah yang berdiri pada 2019, pelatihan kali ini adalah kali ketiga. “Tahun 2019, kami menyelenggarakan dua angkatan atau dua paket dengan fokus kegiatan Computer Operator Assistant. Kali ini Desain Grafis, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya,” jelasnya.

Berbeda dengan dua angkatan sebelumnya, kali ini peserta difokuskan untuk alumni Pondok Pesantren Qothrotul Falah, terutama lulusan 2019 dan 2020.

“Mereka ini kan baru lulus dan belum punya skill yang cukup. Di pesantren lebih banyak ngaji dan belajar pelajaran sekolah. Sementara mereka akan terjun ke masyarakat dan bertarung dengan banyak lawan yang memiliki skil memadai. Karena itu, pemilihan peserta ini ikhtiar untuk mempersiapkan alumni-alumni dalam persaingan global itu,” ujarnya lagi.

Dikatakannya, bukan berarti BLKK Qothrotul Falah menutup kesempatan untuk peserta yang di luar alumi pesantren. Semua diberikan kesempatan yang sama. “Hanya saja, karena kuotanya terbatas, maka ada prioritas yang kami kedepankan. Apalagi tanggungjawab pesantren pada alumni tentu lebih besar ketimbang pada yang lain,” katanya.

“Selain itu, dalam bahasa pesantren, ini namanya wa qaddim al-akhashsha fi al-ittishali. Intinya memberikan prioritas pada yang menjadi tanggungjawab kami langsung. Insya Allah pada pelatihan ke depan kami juga akan memberikan kesempatan pada yang non-alumni. Dua pelatihan sebelumnya bahkan dominan non-alumni,” ujarnya.

Nurul H. Maarif berharap, kegiatan ini memberikan manfaat terbaik untuk para peserta. Dan insya Allah, sesuai ketentuan yang ada, kegiatan ini akan dilaksanakan dengan maksimal dan sebaik mungkin.[AR]   

Kategori: Berita

Komisioner Bawaslu RI Kunjungi Pesantren

Keberkahan untuk Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, karena disambangi salah satu Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Muhammad Afifuddin, Senin, 20 Juli 2020, malam selepas Isya.

Di sela kegiatannya yang padat di Cilegon, Serang dan Pandeglang, Muhammad Afifuddin hadir ke pesantren didampingi Komisioner Bawaslu Propinsi Banten, Dr. H. Didih M. Sudi, MSc (Ketua), Sam’ani, dll. Juga beberapa Komisioner Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Lebak, dan beberapa aktivis.

Di pesantren, Afifuddin bertemu dengan keluarga pesantren, serti KH. Abdurohman, M.Pd. (Ketua Yayasan dan Kepala SMA Qothrotul Falah), Nurul H. Maarif (Koodinator Majelis Pembimbing Santri Qothrotul Falah), Ahmad Turmudzi, M.Pd. (Kepala MTs Qothrotul Falah), dan sebagainya.   

Kunjungan ini bukan kunjungan Bawaslu melainkan silaturahim biasa, tanpa membawa embel-embel Bawaslu. Sekedar temua kangen. Bahkan, kehadirannya pun menampakkan kesantriannya dengan mengenakan sarung dan peci. Beberapa stafnya juga mengenakan sarung dan peci.

Di pesantren, pertemuan ini diisi dengan guyonan santai dan ngobrol ngalor ngidul. Pertemuan kurang lebih sejam setengah ini diakhiri dengan makan malam ala kadarnya. Sekira pukul 22.00, Afifuddin dkk melanjutkan perjalanan ke Banten Lama untuk ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin.[]   

Kategori: Berita

Menyambut Kedatangan Santri Baru dengan MABIS & PPSB

Memasuki masa New Normal setelah empat bulan mengikuti instruksi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari Pemerintah, Minggu, 12 Juli 2020 Pondok Pesantren Qothrotul Falah kembali menyambut kedatangan santri baru tahun ajaran 2020-2021.

Dalam kegiatan penyambutan kedatangan santri baru tahun kali ini, Qothrotul menetapkan peraturan yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu segenap guru, santri dan para wali santri diwajibkan untuk mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengadakan penyemprotan disinfektan untuk setiap kendaraan yang masuk area pesantren. Ketentuan tersebut ditetapkan berdasarkan instruksi pemerintah terkait protocol kesehatan mencegah Covid-19 yang harus tetap dipatuhi dan dilaksakan.

Alur penerimaan kedatangan santru baru tahun ajaran kali ini masih sama dengan rutinitas seperti biasanya, yakni mengisi absensi, wawancara dengan santri dan walisantri, tes baca al-Qur’an, silaturahim dengan pengasuh, penyelesaian administrasi, pengambilan perlengkapan santri (seragam, kasur, lemari) dan terakhir adalah penempatan kamar sesuai tingakatan jenjang pendidikan. Alhamdulillah, kedatangan santri baru berlangsung lancar dan tertib.

Dalam rangka menyambut dan memperkenalkan dunia kepesantrenan khususnya di Qothrotul Falah, Organisasi Pelajaran Qothrotul Falah (OPPQ) langsung mengadakan kegiatan MABIS (Masa Bimbingan Santri) dan PPSB (Perkenalan Perkemahan Santri Baru) satu hari setelah kedatangan santri baru.

Kegiatan MABIS tahun ini Para Pengurus OPPQ dikomandoi oleh Ustdz. Eman Sulaiman dengan mengangkat tema “Anyone Can Be Anything/Setiap orang dapat menjadi sesuatu”. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari (14-16/07/20) dengan beragam agenda yang telah dirancang oleh panitia pelaksana. Mulai dari pengenalan kepesantrenan, motivasi belajar, games, pengenalan ekskul hingga perkenalan dewan guru dan pengurus.

Tujuan dari penyelanggaran MABIS tersebut adalah untuk merekatkan hubungan antar santri baru, agar saling mengenal, menjaga kekompakan dan lebih mengenal serta mencintai pesantren. “Esensi yang paling utama dari kegiatan MABIS adalah menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar di pesantren”, ungkap Ustadz Eman selaku koordinator kegiatan MABIS.

Tak hanya kegiatan MABIS, sebagai akhir rangkaian kegiatan penyambutan santri baru, pada Jum’at sore hingga Sabtu (18 Juli 2020) seluruh santri mengikuti kegiatan PPSB. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan Sansiro, tepatnya di halaman belakang pesantren diketuai oleh Ustadzah Nining Sariningsih bekerjasama dengan para pengurus Bantara tahun 2019-2020. PPSB dengan tema “Scout of Mistery /Misteri Pramuka” kali ini disambut meriah dan penuh gembira oleh seluruh santri dan dewan guru. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga sebagai ajak unjuk kreatifitas dan kekompakan antar santri.

Berbagai kegiatan menarik juga terdapat di dalam kegiatan PPSB tersebut, mulai dari yel-yel, games, perlombaan kepramukaan, sharing, hiking dan api unggun. Semoga melalui kegiatan MABIS dan PPSB, seluruh santri khususnya santri baru yang baru beberapa hari memulai kehidupan barunya di pesantren ini mendapatkan rasa nyaman dan rasa kekeluargaan, serta tekad dan motivasi belajar yang tinggi hingga kelak mereka berhasil dan mendapatkan ilmu yang barokah nan bermanfaat. Aamiin.[YAT]

Kategori: Berita

Wisuda Spesial Pandemi: “Banyak yang Sukses karena Keterbatasan”

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menggelar Wisuda XXI, Sabtu, 4 Juli 2020, di Lapangan Futsal Pesantren. Wisuda kali ini dihelat sangat sederhana, dengan persiapan yang singkat.

“Wisuda kali ini sangat spesial, karena diselenggarakan di musim Pandemi Corona,” ujar Kepala SMA Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd.

Wisudawan/wati, tamu undangan khusus wali siswa yang diwisuda, guru-guru dan santri semua dihimbau mengenakan masker dan menjaga jarak, untuk mempersempit penyebaran Covid 19. Walhasil, wisuda yang berlangsung singkat dan padat ini al-hamdulillah tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Dalam sambutannya, Camat Cikulur Dr. H. Iyan Fitriyana, M.Pd., menyatakan apresiasinya pada Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

“Pemerintahan serba terbatas. Dan Pondok Pesantren Qothrotul Falah dengan kemandiriannya hadir membantu pemerintah mencerdaskan anak bangsa. Semoga pondok ini mampu membangun peradaban baik di desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Selain memberikan ucapat selamat secara khusus, Camat muda ini memberikan wejangan pada para wisudawan/wati untuk terus melanjutkan belajar sepanjang zaman. Apapun kelak aktivitasnya, kuliah tidak boleh ditinggalkan.

“Mengabdi dan kuliah. Mondok dan kuliah. Bekerja dan kuliah. Organisasi dan kuliah. Jika terbatas secara ekonomi, harus bersyukur. Banyak yang sukses karena keterbatasan,” katanya.

Dalam tausiahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Ahmad Syatibi Hambali menceritakan bahwa wisuda ini nyaris tidak diadakan. “Namun atas izin Allah bisa dilaksanakan dengan maksimal. Mohon maaf mungkin tidak puas, karena situasi Covid  19. Tapi mohon dipuaskan dan dicukupkan saja ya,” katanya berharap.

Kiai Ibing – sapaan akrabnya – juga memberikan wejangan supaya wisudawan/wati terus belajar tanpa henti. “Ke depan, tantangan akan semakin berat. Karena itu, orientasinya jangan kerja dulu, tapi nyari ilmu dulu. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya, supaya bisa menjawab tantangan dunia yang semakin keras,” harapnya.

Selain itu, Kiai Ibing juga berharap supaya umat Islam ini dibagi-bagi dalam beberapa keahlian. “Jangan semua jadi Kiai, biar nggak berebut berkat,” katanya tertawa. “Karena itu jangan merasa cukup sampai di sini,” imbuhnya.

Pada wisuda spesial ini, banyak kegiatan rutin yang dipangkas, seperti penampilan seni, sambutan tiga bahasa, launching buku dan sebagainya. “Bahkan kita sebenarnya sudah menyiapkan pentas seni angklung, namun akhirnya dibatalkan,” ujar Bunda Saadah.

Semoga saja, semua menjadi pelajaran dan kebaikan. Amin! [nhm]

Kategori: Berita

Santri Kembali Jalani KBM di Musim Pandemi

Setelah menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah selama hampir tiga bulan akibat merebaknya wabah Covid 19, terhitung mulai 21 Juni 2020 santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menjalani KBM sebagaimana mestinya.

Mereka yang berasal dari berbagai wilayah, Jakarta, Bogor, Karawang, Palembang, Lampung, terutama Banten dan sebagainya, kembali berdatangan diantar oleh wali santrinya.

“Sesuai ketentuan yang disepakati, wali santri hanya mengantar putera-puterinya sampai pintu gerbang. Tidak diperkenankan masuk pondok,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif.

Dikatakan oleh Nuru H. Maarif, sesuai keputusan pemerintah untuk pemberlakuan New Normal, maka banyak lembaga pendidikan yang kembali aktif menyelenggarakan KBM, termasuk di wilayah Lebak.

“Karena itu, kami bukan latah-latahan. Kami mempertimbangkan banyak hal dan senantiasa melihat situasi. Keputusan ini sudah melalui diskusi panjang secara internal kelembagaan dan didasarkan komunikasi dengan banyak pihak, termasuk pihak kecamatan dan kepolisian setempat,” ujarnya.

Dalam menjalani KBM di masa pandemi ini, ujar Nurul H. Maarif, pihaknya menerapkan aturan yang maksimal baik di saat kedatangan maupun selama proses KBM berjalan.

“Misalnya, mereka harus menyerahkan surat bukti sehat dari Puskesmas setempat, membawa masker minimal lima buah, membawa vitamin dan madu, juga hand sanitizer. Tidak ada ijin keluar pesantren. Selama menjalani KBM di pesantren, mereka juga harus melakukan jarak sosial, baik dalam shalat, kegiatan sekolah, dan lainnya termasuk tidur. Ini ikhtiar kita setidaknya selama masa inkubasi berakhir atau 14 hari. Semoga semua berjalan maksimal,” ujarnya.

Tiga hari di pesantren, mereka akan langsung menjalani ujian lisan yang disusul dengan ujian tulisan dan juga ujian kitab kuning. Semua sudah dipersiapkan secara maksimal oleh pihak pesantren.

Berhubung mereka sudah cukup lama di rumah, maka pesantren tidak akan mengadakan liburan kenaikan kelas. Sejak kedatangan mereka di musim pandemi ini, mereka akan terus menjalani KBM hingga dimulainya ajaran baru 2020-2021. Semua diniatkan untuk menjaga keamanan para santri.[nhm]  

Kategori: Berita

Tradisikan Literasi, Kelas XII Wajib Bikin Karya Tulis

Dalam mencetak santri-santrinya yang berkualitas baik dari segi spiritualitas, moralitas dan intelektualitas, Pondok Pesantren Qothrotul Falah terus berupaya meningkatkan fasilitas untuk santri dalam berkembang. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk kelas akhir yakni Kelas XII SMA Qothrotul Falah. Setiap tahunnya, Kelas XII wajib mengikuti kegiatan KTI yang menjadi persyaratan kelulusan.

Dalam proses penulisan KTI, peserta KTI didampingi atau dibimbing oleh beberapa ustadzah/ustadzah yang telah ditunjuk secara khusus oleh panitia untuk memberikan arahan dan masukan dalam proses pencarian gagasan, penulisan dan hal lainnya. Para pembimbing KTI tahun pelajaran 2019-2020 adalah Hj. Dede Sa’adah, M.Pd., Andri Fauzi, S.Sos., Fitri Aryanti, S.Sos., Nining Sariningsih, Agus Faiz Awwaludin S.Pd.dan Iis Wardaniatunnisa, S.Pd.I.

Setelah melewati masa penulisan dan bimbingan KTI selama kurang lebih dua bulan, seluruh peserta KTI mengikuti kegiatan ujian atau sidang tertutup yang dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2020. Sidang tertutup ini merupakan proses penilaian KTI, mulai dari cara penulisan dan penguasaan materi serta argumentasi. Tujuan utamanya agar Kelas XII dapat mengetahui dan merasakan sidang skripsi saat suatu hari mereka masuk dalam dunia perkuliahan. Ustadz/ustadzah yang bertindak sebagai tim penguji sidang tertutup adalah Ahmad Thurmudzi, M.Pd, Hj. Dede Sa’adah, M.Pd, Agus Faiz Awwaludin, S.Pd, Sofyan Sadeli S.Pd.I dan Puput Nadhifah, SE.

Cahyati, S.Sos., selaku panitia KTI menjelaskan, tujuan dari rangkaian kegiatan KTI adalah untuk pengalaman dan pembelajaran yang sangat penting, juga untuk melanggengkan tradisi literasi di pesantren ini.

“Tujuan kegiatan KTI untuk kelas XII baik IPA/IPS ini adalah untuk pembelajaran buat mereka, gimana caranya nulis makalah, gimana cara bikin footnote, cara ngutip perkataan orang lain dan yang lainnya. Harapannya supaya mereka nggak terlalu kaget ketika nanti masuk ke dunia perkuliahan. Sidang KTI ini juga penting dilakukan, sebagai gambaran dan pengalaman buat mereka. Selain sidang tertutup, juga ada sidang terbuka yang dihadiri oleh seluruh santri dan dewan guru. Pengujinya juga lebih keren,” jelas sarjana sosial UIN SMH Banten ini.

Sidang Terbuka KTI diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Majelis Putera ini dihadiri oleh seluruh santri putera-puteri juga dewan guru. Dalam sidang tersebut hanya empat peserta terbaik yang tampil dan diujikan, yakni Alfi Hidayat (Pemuda Pelopor Perdamaian), Lely Damayanti (Interaksi Sosial dalam Pembentukan Kepribadian Muslim), Tajul Muttaqin (Beda Kepercayaan Satu Keyakinan) dan Isnaeni (Optimisme dalam Meraik Kesuksesan).

Berbeda dengan sidang tertutup, dalam sidang terbuka keempat peserta sidang mempersiapkan slide presentasi dengan cukup baik. Penguji yang dihadirkan pun tak tanggung-tanggung, ada Dr. H. Nurul H. Ma’arif, MA (Alumni S3 UIN Ciputat dan Dosen di beberapa perguruan tinggi), Dr. Muhammad Zen, MA (Da’i professional, Dosen UIN Jakarta & Alumni UIN Jakarta) dan KH. Aang Abdurrahman, M.Pd. (Kepala Sekolah SMA dan Alumni S2 Untirta).

Dipandu oleh Agus Faiz Awwaludin, kegiatan Sidang Terbuka berjalan dengan begitu baik. Para peserta masing-masing mendapatkan ilmu, masukan serta apresiasi dari masing-masing penguji. Kegiatan sidang terbuka ini tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi para peserta.[YAT]

Kategori: Berita

Peringati Isra’ Mi’raj dalam Situasi Wabah Covid-19

Peringatan Isra’ Mi’raj 1441 H ini diselenggarakan dalam situasi keprihatinan karena merebaknya Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pondok Pesantren Qothrotul Falah juga menyelenggarakannya dalam suasana keprihatinan.

Kali ini, Isra’ Mi’raj dihelat di Lapangan Upacara Qothrotul Falah pada Rabu, 25 Maret 2020. Hadir seluruh santri dan guru-guru pesantren. Didaulat sebagai penceramah adalah Ustadz Muhammad Zen, M.A., Dosen Universitas Islam Negeri (UIN).

Baik pihak pesantren maupun penceramah, banyak memberikan arahan tentang penyebaran Covid. Mereka diminta untuk disiplin mengikuti protokol pemerintah maupun pesantren, sebagaimana shalat mengajarkan disiplin.

Sebagai rangkaian kegiatan Isra’ Mi’raj, santri-santri mengadakan berbagai kegiatan perlombaan, semisal Syarhil Qur’an, ceramah dan sebagainya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat sebaik-baiknya pada mereka.[nhm]
 

Kategori: Berita

Santri Qothrotul Falah Juara III Cerdas–Cermat Ke-NU-an

Tiga santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Tajul Muttaqin, Muh. Misbahuddin dan Sudirman, berhasil meraih Juara III Cerdas-Cermat Ke-NU-an se-Kabupaten Pandeglang Banten, Senin, 9 Maret 2020.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Kab. Pandeglang, dalam rangka memperingati Harlah Nahdhatul Ulama (NU) ke-94. Kantor PCNU Kab. Pandeglang menjadi tempat gelaran ajang kepintaran yang diikuti oleh berbagai lembaga ke-NU-an di wilayah Pandeglang dan Lebak ini.

Puncak gelaran Harlah NU ini akan dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2020 di Alun-alun Kab. Pandeglang, dengan menghadirkan Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, Ketua Jam’iyyah Ahlut Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdhiyyah (JATMAN) Nahdhatul Ulama.

Merespon keberhasilannya meraih Juara III, Muh. Misbahuddin menyampaikan kegembiraannya dan rasa syukurnya, karena baru kali ini dirinya mengikuti cerdas-cermat yang temanya terkait dengan ke-NU-an. Persiapanpun tidak dilakukan dengan maksimal, karena banyak agenda yang sedang dilakukan.

Misbah dkk, yang pada akhir Maret akan tampil dalam MTQ Propinsi Banten mewakili Kab. Lebak dalam bidang Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) ini menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Kegiatan ini bagus sebagai tolak ukur pengetahuan masyarakat tentang tradisi ke-NU-an. Semoga saja, kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan sampai ke tingkat propinsi, sehingga jangkauannya lebih luas lagi,” katanya.

Bagi Misbah, kegiatan ini akan menambah nilai silaturahim antar lembaga yang mengamalkan tradisi ke-NU-an, utamanya di wilayah Banten. Dalam gelaran kemarin itu, cerdas cermat diikuti oleh puluhan lembaga, termasuk lembaga yang sudah senior.

Misbah punya catatan untuk timnya. “Saya harus banyak menambah wawasan tentang NU. Dan terutama menjalankannya dengan baik. Juga perlu ada perbaikan bagi penyelenggara untuk agenda serupa ke depan,” katanya.[NHM]

Kategori: Berita

Penyuluhan Hidup Sehat tanpa Anemia

Untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pesantren, khususnya kesehatan siswa, Selasa (03/03/2020) santri-santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah mendapat penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Kec. Cikulur. Penyuluhan kali ini dikhususkan untuk memberikan wawasan tentang Anemia sekaligus meminum tablet tambah darah secara bersama-sama.

Kegiatan yang dilaksanakan di Majelis Putera ini diikuti oleh dewan guru dan seluruh santri putera-puteri. Acara berlangsung mulai pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Selain Tim Kesehatan dari Puskesmas, penyuluhan kali ini dihadiri oleh perwakilan dari Kec. Cikulur yang sekaligus membuka kegiatan serta penandatanganan Komitmen Bersama Cegah Anemia. Juga hadir Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS), H. Nurul H. Maarif, Bendahara Bunda Dede Saadah, M.Pd., dan dewan guru.

Kepala MTs Qothrotul Falah, Ahmad Thurmudzi, M.Pd., menyambut baik sosialisasi atau penyuluhan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Cikulur ini. Dalam sambutannya atas nama Pesantren, ia menyinggung bonus demografi yang akan diterima bangsa Indonesia.

“Indonesia di tahun 2020 sampai 2030 akan mendapatkan bonus demografi. Tantangannya adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kali ini hadir di tengah kita Tim Puskesmas yang akan menjelaskan bagaimana calon ibu ini bisa sehat yang nanti akan menghasilkan anak atau keturunan yang sehat. Kalau kita sehat, insya Allah anak cucu kita juga sehat. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua,” jelasnya.

Ibu Hj. Mardiah mewakili Camat Kec. Cikulur mengatakan, kegiatan ini adalah upaya mengajak masyarakat menjaga kesehatan atau kekebalan tubuh agar terhindar dari Anemia, khususnya kaum perempuan.

“Adik-adik akan dewasa dan berumah tangga. Kita harus menjaga kesehatan atau kekebalan tubuh, jangan sampai kekurangan gizi. Sampaikanlah juga kepada keluarga, agar nanti di rumah bisa memasak makanan yang mengandung gizi agar tidak kekurangan darah,” ujar Hj. Mardiah.  

Hal selaras disampaikan oleh Pak Hendra yang mewakili Kepala Puskesmas Cikulur dalam sambutannya. “Hal yang ingin saya sampaikan adalah tentang pentingnya minum tablet tambah darah ini untuk mencegah Anemia atau kekurangan hemoglobin (HB) dari batas normal. Mudah-mudahan dengan pemberian tablet tambah darah ini, kita terhindar dari kekurangan darah,” ungkapnya.

Setelah penenandatanganan komitmen bersama dan minum tablet tambah darah bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Anemia. Mulai dari Gejala, Faktor dan cara pencegahannya. Materi disampaikan oleh Bidan Nining dan Bidan Yuyun selaku Tim Kesehatan Puskesmas Cikulur.[YAT]