Kategori: Berita

Tradisikan Literasi, Kelas XII Wajib Bikin Karya Tulis

Dalam mencetak santri-santrinya yang berkualitas baik dari segi spiritualitas, moralitas dan intelektualitas, Pondok Pesantren Qothrotul Falah terus berupaya meningkatkan fasilitas untuk santri dalam berkembang. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk kelas akhir yakni Kelas XII SMA Qothrotul Falah. Setiap tahunnya, Kelas XII wajib mengikuti kegiatan KTI yang menjadi persyaratan kelulusan.

Dalam proses penulisan KTI, peserta KTI didampingi atau dibimbing oleh beberapa ustadzah/ustadzah yang telah ditunjuk secara khusus oleh panitia untuk memberikan arahan dan masukan dalam proses pencarian gagasan, penulisan dan hal lainnya. Para pembimbing KTI tahun pelajaran 2019-2020 adalah Hj. Dede Sa’adah, M.Pd., Andri Fauzi, S.Sos., Fitri Aryanti, S.Sos., Nining Sariningsih, Agus Faiz Awwaludin S.Pd.dan Iis Wardaniatunnisa, S.Pd.I.

Setelah melewati masa penulisan dan bimbingan KTI selama kurang lebih dua bulan, seluruh peserta KTI mengikuti kegiatan ujian atau sidang tertutup yang dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2020. Sidang tertutup ini merupakan proses penilaian KTI, mulai dari cara penulisan dan penguasaan materi serta argumentasi. Tujuan utamanya agar Kelas XII dapat mengetahui dan merasakan sidang skripsi saat suatu hari mereka masuk dalam dunia perkuliahan. Ustadz/ustadzah yang bertindak sebagai tim penguji sidang tertutup adalah Ahmad Thurmudzi, M.Pd, Hj. Dede Sa’adah, M.Pd, Agus Faiz Awwaludin, S.Pd, Sofyan Sadeli S.Pd.I dan Puput Nadhifah, SE.

Cahyati, S.Sos., selaku panitia KTI menjelaskan, tujuan dari rangkaian kegiatan KTI adalah untuk pengalaman dan pembelajaran yang sangat penting, juga untuk melanggengkan tradisi literasi di pesantren ini.

“Tujuan kegiatan KTI untuk kelas XII baik IPA/IPS ini adalah untuk pembelajaran buat mereka, gimana caranya nulis makalah, gimana cara bikin footnote, cara ngutip perkataan orang lain dan yang lainnya. Harapannya supaya mereka nggak terlalu kaget ketika nanti masuk ke dunia perkuliahan. Sidang KTI ini juga penting dilakukan, sebagai gambaran dan pengalaman buat mereka. Selain sidang tertutup, juga ada sidang terbuka yang dihadiri oleh seluruh santri dan dewan guru. Pengujinya juga lebih keren,” jelas sarjana sosial UIN SMH Banten ini.

Sidang Terbuka KTI diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Majelis Putera ini dihadiri oleh seluruh santri putera-puteri juga dewan guru. Dalam sidang tersebut hanya empat peserta terbaik yang tampil dan diujikan, yakni Alfi Hidayat (Pemuda Pelopor Perdamaian), Lely Damayanti (Interaksi Sosial dalam Pembentukan Kepribadian Muslim), Tajul Muttaqin (Beda Kepercayaan Satu Keyakinan) dan Isnaeni (Optimisme dalam Meraik Kesuksesan).

Berbeda dengan sidang tertutup, dalam sidang terbuka keempat peserta sidang mempersiapkan slide presentasi dengan cukup baik. Penguji yang dihadirkan pun tak tanggung-tanggung, ada Dr. H. Nurul H. Ma’arif, MA (Alumni S3 UIN Ciputat dan Dosen di beberapa perguruan tinggi), Dr. Muhammad Zen, MA (Da’i professional, Dosen UIN Jakarta & Alumni UIN Jakarta) dan KH. Aang Abdurrahman, M.Pd. (Kepala Sekolah SMA dan Alumni S2 Untirta).

Dipandu oleh Agus Faiz Awwaludin, kegiatan Sidang Terbuka berjalan dengan begitu baik. Para peserta masing-masing mendapatkan ilmu, masukan serta apresiasi dari masing-masing penguji. Kegiatan sidang terbuka ini tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi para peserta.[YAT]

Kategori: Berita

Peringati Isra’ Mi’raj dalam Situasi Wabah Covid-19

Peringatan Isra’ Mi’raj 1441 H ini diselenggarakan dalam situasi keprihatinan karena merebaknya Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pondok Pesantren Qothrotul Falah juga menyelenggarakannya dalam suasana keprihatinan.

Kali ini, Isra’ Mi’raj dihelat di Lapangan Upacara Qothrotul Falah pada Rabu, 25 Maret 2020. Hadir seluruh santri dan guru-guru pesantren. Didaulat sebagai penceramah adalah Ustadz Muhammad Zen, M.A., Dosen Universitas Islam Negeri (UIN).

Baik pihak pesantren maupun penceramah, banyak memberikan arahan tentang penyebaran Covid. Mereka diminta untuk disiplin mengikuti protokol pemerintah maupun pesantren, sebagaimana shalat mengajarkan disiplin.

Sebagai rangkaian kegiatan Isra’ Mi’raj, santri-santri mengadakan berbagai kegiatan perlombaan, semisal Syarhil Qur’an, ceramah dan sebagainya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat sebaik-baiknya pada mereka.[nhm]
 

Kategori: Berita

Santri Qothrotul Falah Juara III Cerdas–Cermat Ke-NU-an

Tiga santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Tajul Muttaqin, Muh. Misbahuddin dan Sudirman, berhasil meraih Juara III Cerdas-Cermat Ke-NU-an se-Kabupaten Pandeglang Banten, Senin, 9 Maret 2020.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Kab. Pandeglang, dalam rangka memperingati Harlah Nahdhatul Ulama (NU) ke-94. Kantor PCNU Kab. Pandeglang menjadi tempat gelaran ajang kepintaran yang diikuti oleh berbagai lembaga ke-NU-an di wilayah Pandeglang dan Lebak ini.

Puncak gelaran Harlah NU ini akan dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2020 di Alun-alun Kab. Pandeglang, dengan menghadirkan Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, Ketua Jam’iyyah Ahlut Thariqah al-Mu’tabarah al-Nahdhiyyah (JATMAN) Nahdhatul Ulama.

Merespon keberhasilannya meraih Juara III, Muh. Misbahuddin menyampaikan kegembiraannya dan rasa syukurnya, karena baru kali ini dirinya mengikuti cerdas-cermat yang temanya terkait dengan ke-NU-an. Persiapanpun tidak dilakukan dengan maksimal, karena banyak agenda yang sedang dilakukan.

Misbah dkk, yang pada akhir Maret akan tampil dalam MTQ Propinsi Banten mewakili Kab. Lebak dalam bidang Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) ini menyatakan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Kegiatan ini bagus sebagai tolak ukur pengetahuan masyarakat tentang tradisi ke-NU-an. Semoga saja, kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan sampai ke tingkat propinsi, sehingga jangkauannya lebih luas lagi,” katanya.

Bagi Misbah, kegiatan ini akan menambah nilai silaturahim antar lembaga yang mengamalkan tradisi ke-NU-an, utamanya di wilayah Banten. Dalam gelaran kemarin itu, cerdas cermat diikuti oleh puluhan lembaga, termasuk lembaga yang sudah senior.

Misbah punya catatan untuk timnya. “Saya harus banyak menambah wawasan tentang NU. Dan terutama menjalankannya dengan baik. Juga perlu ada perbaikan bagi penyelenggara untuk agenda serupa ke depan,” katanya.[NHM]

Kategori: Berita

Penyuluhan Hidup Sehat tanpa Anemia

Untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pesantren, khususnya kesehatan siswa, Selasa (03/03/2020) santri-santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah mendapat penyuluhan kesehatan dari Puskesmas Kec. Cikulur. Penyuluhan kali ini dikhususkan untuk memberikan wawasan tentang Anemia sekaligus meminum tablet tambah darah secara bersama-sama.

Kegiatan yang dilaksanakan di Majelis Putera ini diikuti oleh dewan guru dan seluruh santri putera-puteri. Acara berlangsung mulai pukul 08.30 sampai 11.00 WIB. Selain Tim Kesehatan dari Puskesmas, penyuluhan kali ini dihadiri oleh perwakilan dari Kec. Cikulur yang sekaligus membuka kegiatan serta penandatanganan Komitmen Bersama Cegah Anemia. Juga hadir Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS), H. Nurul H. Maarif, Bendahara Bunda Dede Saadah, M.Pd., dan dewan guru.

Kepala MTs Qothrotul Falah, Ahmad Thurmudzi, M.Pd., menyambut baik sosialisasi atau penyuluhan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Cikulur ini. Dalam sambutannya atas nama Pesantren, ia menyinggung bonus demografi yang akan diterima bangsa Indonesia.

“Indonesia di tahun 2020 sampai 2030 akan mendapatkan bonus demografi. Tantangannya adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kali ini hadir di tengah kita Tim Puskesmas yang akan menjelaskan bagaimana calon ibu ini bisa sehat yang nanti akan menghasilkan anak atau keturunan yang sehat. Kalau kita sehat, insya Allah anak cucu kita juga sehat. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua,” jelasnya.

Ibu Hj. Mardiah mewakili Camat Kec. Cikulur mengatakan, kegiatan ini adalah upaya mengajak masyarakat menjaga kesehatan atau kekebalan tubuh agar terhindar dari Anemia, khususnya kaum perempuan.

“Adik-adik akan dewasa dan berumah tangga. Kita harus menjaga kesehatan atau kekebalan tubuh, jangan sampai kekurangan gizi. Sampaikanlah juga kepada keluarga, agar nanti di rumah bisa memasak makanan yang mengandung gizi agar tidak kekurangan darah,” ujar Hj. Mardiah.  

Hal selaras disampaikan oleh Pak Hendra yang mewakili Kepala Puskesmas Cikulur dalam sambutannya. “Hal yang ingin saya sampaikan adalah tentang pentingnya minum tablet tambah darah ini untuk mencegah Anemia atau kekurangan hemoglobin (HB) dari batas normal. Mudah-mudahan dengan pemberian tablet tambah darah ini, kita terhindar dari kekurangan darah,” ungkapnya.

Setelah penenandatanganan komitmen bersama dan minum tablet tambah darah bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Anemia. Mulai dari Gejala, Faktor dan cara pencegahannya. Materi disampaikan oleh Bidan Nining dan Bidan Yuyun selaku Tim Kesehatan Puskesmas Cikulur.[YAT]

Kategori: Berita

Pelantikan OPPQ 2020-2021: “Tegakkan Hukuman tanpa Kekerasan!”

Setelah melalui proses panjang, seperti kampanye dan debat kandidat, M. Misbahuddin dan Siti Nur Asiah terpilih sebagai Ketua Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Periode 2020-2021, pada Pemilu, Jum’at, 7 Februari 2020.

Dalam pemilihan yang demokratis, diikuti oleh para santri dan guru ini, Misbah (Lebak) berhasil menumbangkan Fakih Tasya Hidayatullah (Serang) dan Sudirman (Lebak). Sedangkah Asiah menjungkalkan Laili Rizqi (Cileles-Lebak) dan Siti Nur Fadhillah (Cikulur-Lebak).

Usai resmi ditetapkan sebagai Ketua OPPQ 2020-2021, keduanya dan kepengurusan baru langsung dilantik pada Sabtu, 8 Februari 2020, malam. SK Kepengurusan dibacakan oleh Ustadz Agus Faiz Awaluddin dan Ikrar Pelantikan dibacakan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Qothrotul Falah KH. Aang Abdurohman, S.E., M.Pd. Sedangkan tausiah diberikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hambali.

Dalam nasihatnya, Pengasuh Pesantren menyatakan terima kasih yang mendalam kepada pengurus lama yang telah mengabdikan diri dan berjuang untuk memperbaiki pondok. “Semoga menjadi amal shaleh dan Allah catat sebagai amal saleh. Semoga menjadi bekal dan pengalaman untuk menjadi pemimpin di masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan pada pengurus yang baru, beliau mengucapkan selamat bekerja. “Saya ucapkan selamat kepada pengurus OPPQ baru yang telah dikukuhkan dan telah menyelesaikan persyaratan-persyaratan menjadi pengurus,” katanya.

Menurut Pengasuh, pemilihan Ketua OPPQ adalah sebuah proses pembelajaran dan pengalaman. “Jangan merasa berkecil hati yang tidak terpilih dan jangan menyombongkan diri bagi yang sudah terpilih,” wejangnya.

Karena itu, imbuh Pengasuh, pengurus yang baru harus belajar pada pengurus lama, karena pasti ada kelebihan dan kekurangannya. “Kelebihan harus bisa dipertahankan dan kelemahannya harus bisa diperbaiki, sehingga ke depan Pondok Pesantren Qothrotul Falah bisa dilihat kebaikan dan keunggulannya oleh masyarakat dengan bantuan Kepengurusan OPPQ,” katanya berharap.

Pengasuh sangat menekankan tidak dilakukannya kekerasan dalam proses penghukuman. “Setiap pondok pesantren pasti ada aturannya, termasuk pondok kita. Hukuman harus ada dan harus ditegakkan sesuai ketentuan dan tanpa kekerasan,” pesannya.

“Pengurus lama juga tetap harus ada aturannya. Tidak boleh seenaknya. Misalnya jamaah, ngaji dan kedisiplinan harus dilaksanakan,” sambungnya.

Pengasuh berharap, mudah-mudahhan kepengurusan OPPQ yang diketuai oleh Misbahuddin dan Siti Nurasiah ini dapat membawa Pondok Pesantren Qothrotul Falah lebih baik. “Jadikanlah kepengurusan sebagai sarana untuk berbuat sesuatu untuk pondok. Jadikan untuk pengabdian dan ladang amal,” katanya berpesan.

Karena itu, Pengasuh berharap, pengurus baru yang dibimbing oleh Ustadz Andre Fauzi, S.Sos. dan Ustadzah Cahyati, S.Sos., ini harus membuat rencana atau program-program kerja dengan sebaik-baiknya, yang bisa membawa kemajuan untuk pondok.  

“Sehingga, harapan saya untuk semua santri, semoga semuanya menjadi orang-orang yang berhasil setelah keluar dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Santri kita bisa dilihat oleh masyarakat, bisa didengar oleh masyarakat, dan bisa diandalkan oleh masyarat,” harapnya.

Sebagai ketua terpilih, Misbah dan Asiah berjanji untuk lebih meningkatkan keaktifan kegiatan santri, baik jamaah, puasa Senin-Kamis, pengajian kitab, kedisiplinan, kebersihan maupun selainnya.[YAT/NHM]

Kategori: Berita

Pelatihan Organisai untuk Siapkan Pengurus Baru

Untuk menyiapkan kepengurusan Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Masa Bhakti tahun 2020-2021, Komisi Pemilihan Santri (KPS) yang diketuai oleh Ustadzah Nining Sariningsih menyelenggarakan kegiatan pengkaderan bagi seluruh calon pengurus OPPQ baru yang sebelumnya telah menyelesaikan beberapa persyaratan.
 
Kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun menjelang pergantian kepengurusan OPPQ ini dinamakan dengan Latihan Manajemen Organisasi (LMO) yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 02-04 Februari 2020 ba’da pengajian kitab diniyyah. Kegiatan yang dilakukan di Kelas XII IPS ini mengangkat tema Mengembangkan Kepemimpinan Melalui Tanggung Jawab, Ide dan Kerja Nyata.

Ustadzah Nining menyampaikan, tujuan utama kegiatan LMO dalam kesempatan wawancara dengan Tim Website Qothrotul Falah. “Kegiatan LMO ini memang menjadi salah satu kegiatan penting untuk dilaksakan dalam rentetan kegiatan KPS. Harapannya dengan kegiatan ini para pengurus baru bisa menggali ilmu keorganisasian dengan lebih banyak, sehingga saat mereka menemukan kesulitan atau konflik dalam kepengurusan, mereka bisa menemukan jawabannya dengan bermodalkan kegiatan ini”, ujar Ustadzah Nining.

Kegiatan LMO diisi dengan beberapa materi keorganisasian yang disampaikan langsung oleh para Alumni Qothrotul Falah. Beberapa pemateri diantaranya adalah Aditia Khaerudin (Pengurus Pusat Ikatan Pelakar Nahdhatul Ulama/IPNU) yang menyampaikan materi Pemimpin dan Kepemimpianan dan Ade Bujhaerimi (Ketua FSPP Kab. Lebak ) yang menyampaikan materi Pembentukan Karakter.

Kegiatan LMO ini diikuti dengan baik dan penuh semangat oleh seluruh kelas XI IPA/IPS sebagai calon pengurus OPPQ baru. Semoga materi, nasihat dan motivasi yang didapat dari kegiatan ini memberikan pengaruh yang signifikan untuk kemajuan kepengurusan OPPQ tahun 2020-2021.[AY]

Kategori: Berita

BWA Wakafkan Ratusan Alquran untuk Santri

Badan Wakaf Alquran (BWA) mewakafkan sejumlah 460 Alquran untuk Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Jamaah Majelis Taklim Qothrotul Falah, Sabtu, 26 Januari 2020. Serah terima Alquran ini dilakukan di Hall La Tansa Rangkasbitung dan diterima langsung oleh Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, didampingi Ustadz Muhammad Yusuf (Pembina Tahfidz) dan beberapa santri tahfidz.

Selain Pondok Pesantren Qothrotul Falah, ratusan lembaga yang lain, baik pesantren, majelis taklim, maupun organisasi keagamaan, juga mendapatkan wakaf Alquran. Menurut perwakilan BWA, Ustadz Sofyan, tahun 2020 ini, BWA mengalokasikan 20 ribu Alquran untuk wilayah Banten, yang pendanaan pencetakannya diambil dari para donatur. Untuk 2019, 10 ribu Alquran sudah terdistribusi di wilayah Banten. Total untuk wilayah Banten 30 ribu Alquran.

Sebelum pendistribusian Alquran, pihak BWA menyelenggarakan pelatihan tahsin Alquran bersanad khusus Surah Alfatihah, yang dibimbing langsung oleh Ustadz Abdurrahman Dihya, dari Purwakarta, yang memiliki banyak jalur sanad Alquran dari guru-gurunya, baik guru asli Indonesia maupun Timur Tengah. Ratusan peserta yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Untuk Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Alquran yang diterima akan digunakan oleh ratusan santri baik yang MTs maupun SMA, ratusan siswa-siswi MDA Qotrotul Falah dan ratusan jamaah Majlis Taklim Qothrotul Falah. Alquran ini sangat bermanfaat untuk kepentingan belajar santri dalam mendalami kitab sucinya.

Dalam kesempatan pemberian testimoni, mewakili yang hadir, Nurul H Maarif merespon dua hal; kegiatan tahsin Alquran dan wakaf Alquran.

“Keduanya merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi umat Islam. Dengan tahsin, yang bacaannya belum bagus akan menjadi lebih bagus. Yang sudah bagus, akan menjadi lebih bagus lagi. Membaca Alquran dengan tajwid itu hukumnya wajib (hatmun lazimun). Siapa membaca Alquran tanpa tajwid, maka dia berdosa,” ujarnya.

Terkait wakaf Alquran, Nurul H Maarif berharap, kegiatan ini kian mendekatkan umat Islam dengan kitab sucinya. “Semoga umat Islam lebih sering berinteraksi dengan Alquran, baik membaca, memahami maupun mengamalkan isinya. Semoga juga jumlah buta huruf Alquran di Banten kian menipis. Dan secara pribadi saya berdoa, semoga Alquran tidak hanya tinggal teksnya saja, melainkan juga berkembang pemahaman dan pengamalannya,” katanya.

Karena itu, atas nama Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Badan Wakaf Alquran (BWA) yang tahun ini menargetkan mendistribusiukan sejuta Alquran ke berbagai wilayah Indonesia, dengan tagline “Sejuta Alquran, Indonesia Kuat.”[nhm]

Kategori: Berita

Syeikh Ammar Ijazahkan Sanad al-Arbain al-Nawawiyyah

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mendapat kehormatan kunjungan Syeikh Ammar Azmi al-Rafati al-Jailani al-Hasani, cicit ke-23 Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, pada Selasa, 21 Januari 2020, siang. Syeikh Ammar yang asli Palestina ini didampingi oleh saudara sepupunya, Hasan, dan asisten sekaligus penerjemahnya Fikri H. Muharram (Penulis Novel, “Tuhan, Izinkan Aku Pacaran!”.

Di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Syeikh Ammar disambut meriah oleh keluarga pesantren. Tampak menemani beliau, Pengasuh KH. Ahmad Syatibi Hambali, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, Pembina Tahfidz Muhammad Yusuf, dan Waka Kurikulum Agus Faiz Awaludin.

Di depan ratusan santri dan masyarakat, bertempat di Majlis Putra Qothrotul Falah, Syeikh Ammar memberikan banyak wejangan, terutama terkait interaksi umat Islam dengan al-Qur’an. Beliu berharap, banyak santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang menghafalkan al-Qur’an.

“Siapa bilang menghafalkan al-Quran itu sulit? Allah Swt sudah menjelaskan dalam beberapa ayat al-Qur’an, menghafal al-Qur’an itu mudah. Dan banyak metode yang bisa dilakukan,” ujar Syeikh Ammar, yang lantunan ayat al-Qur’annya indah ini. Syeikh Amar bahkan memiliki 150 metode menghafal al-Qur’an.

Syeikh Ammar juga mengingatkan pada jamaah untuk tidak terlalu banyak tidur. “Sibukkan diri dengan ilmu, jangan banyak tidur. Banyak tidur adalah musibah,” ujarnya.

Diantara kegiatan yang terpenting adalah pemberian sanad Kitab al-Arbain al-Nawawiyyah, karya Imam Syaraf Nawawi. Beliau membacakan seluruh Hadis dalam kitab itu, sejumlah 42 Hadis dan diikuri para santri, lalu memberikan sanadnya yang bersambung sampai Rasulullah Saw.

Atas kunjungan ini, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif yang memberikan sambutan menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Ini adalah anugerah dari Allah, yang patut disyukuri sebaik-baiknya,” katanya.

Nurul H. Maarif lalu mengutip komentar Pengarang al-Muwaththa, Imam Malik bin Anas, yang menyatakan al-‘ilm yu’ta wa la ya’ti (ilmu itu didatangi, bukan mendatangi). “Namun atas izin Allah, hari ini, ilmu yang mendatangi kita melalui wasilah Syeikh Ammar, bukan kita yang mendatangi,” komenternya atas keilmuan Syeikh Ammar di bidang qiraat al-Quran, Hadis maupun fikih dan ushul fikih.

Ala kulli hal, kunjungan ini memberikan kehormatan pada seluruh keluarga pesantren. Sebelumnya, Syeikh Amin al-Jailani, cicit Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, juga bermalam di Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Semoga pondok ini dicintai dan banyak dikunjungi orang-orang saleh.[nhm]
 

Kategori: Berita

QF Peduli Kemanusiaan Terus Salurkan Bantuan

Banjir bandang dan longsor melanda berbagai wilayah Indonesia, tak terkecuali Lebak. Setidaknya ada tiga kecamatan yang mengalami dampak terparah; Kecamatan Sajira, Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Lebak Gedong. Kerugian material dan moril sangat besar.

Bahkan korban yang tinggal di pengungsian jumlahnya ribuan jiwa, yang tersebar di beberapa titik. Untuk itu, semua pihak semestinya menunjukkan kepedulian dan empati pada para korban. Pondok Pesantren Qothrotul Falah juga turut membuka posko peduli kemanusiaan yang disebut Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan.

Dikatakan Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, kita semua bagaikan satu tubuh. Yang satu sakit, kita juga merasakan sakit. Yang satu menderita, kita juga harus merasa menderita.

“Karena itu, jika saudara-saudara kita terkena musibah, kita semua harus ikut peduli seberapapun kemampuan kita. Dan yang terpenting, kita jangan melihat latar belakang agama maupun organisasi. Lihatlah korbannya sebagai manusia ciptaan Allah,” ujarnya.

“Dan melalui Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan kita berupaya menyalurkan berbagai bantuan untuk para korban,” sambungnya.

Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan terus menggalang bantuan dari berbagai pihak, baik internal pesantren, wali santri dan masyarakat luas. Semua disalurkan untuk membantu meringankan beban korban.

Sejauh ini, bantuan yang diterima berupa makanan, pakaian layak dan baru, juga donasi dana. “al-Hamdulillah, kami sudah menyalurkan bantuan dua kali, dua losbak penuh. Kami salurkan ke tiga tempat, Desa Nunggul, Desa Somang dan Desa Banjar Irigasi. Ketiganya terdampak parah,” katanya.

Setiap ke lokasi, Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan selalu memberangkatkan banyak personil yang terdiri dari para guru. Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman MPd, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, Keamanan Ustadz Eman Sulaiman, Pembina Tahfidz Ustadz Muhammad Yusuf, dan banyak lagi, senantiasa berjibaku aktif menyalurkan bantuan.

“Bantuan yang kami bawa ada pakaian layak dan baru, mie instan, air mineral, kue-kue atau biskuit untuk anak-anak, alat-alat masak, pakaian dalam, pembalut, pempers, gula, the, kopi dan banyak lagi. Bahkan kami juga mendampingi kawan-kawan dari Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI) menyalurkan beras satu ton untuk Desa Somang (4 kwintal) dan Desa Banjar Irigasi (6 kwintal). Al-hamdulillah banyak yang peduli,” katanya.

Selain membawa bantuan itu, Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan juga mengirimkan puluhan guru untuk membantu bersih-bersih Pondok Pesantren La Tansa di Banjar Irigasi, yang terkena dampak cukup parah.

“Apa saja yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan untuk memberikan kemanfaatan,” kata Nurul.

Karena itu, sambungnya, pihaknya menghaturkan banyak terima kasih pada seluruh donatur yang telah tulus ikhlas menyalurkan donasinya melalui Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan.

“Insya Allah semua kebaikan akan ada perhitungannya dari Allah. Dan insya Allah kami akan terus menggalang bantuan semampunya, karena masih sangat banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Kapan lagi kita akan melalukan kebaikan pada sesama?” katanya.[nhm]

Untuk donasi bantuan, bisa hubungi Nurul H. Maarif (081317773857), Ahmad Turmudzi (081910961388), Kiai Abdurohman (081318313032) dan Bunda (081381379236).  

Kategori: Berita

Di Rumah Jangan Banyak Main!

Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah tengah menjalani liburan panjang, selama 5-18 Januari 2020, setelah menjalani serangkaian ujian lisan dan tulisan yang melelahkan. Oleh lembaga, liburan mereka memang dimundurkan supaya lebih leluasa menjalani liburan.

“Yang lain sudah masuk, kalian baru libur. Mau ke kolam renang sudah sepi. Mau ke pantai sudah sepi. Mau nonton juga sudah sepi. Jadi kalian leluasa mau ngapain aja,” ujar Kepala SMA Qothrotul Falah, KH. Abdurohman, M.Pd., dalam arahannya sebelum perpulangan.

Sebelum perpulangan, Pengasuh Pesantren, KH. Achmad Syatibi Hambali juga memberikan arahan sebagai bekal mereka di rumah. “Santri pulang dijemput walinya ya. Tidak boleh ada santri pulang Nge-BM (menumpang kendaraan truk atau losbal – red),” ujarnya.

Kiai Ibing, sapaan akrabnya, juga meminta para santri untuk tetap menjalankan kegiatan yang biasa dijalani di pesantren. “Di rumah jangan banyak main! Jangan motoran! Dan  mohon datang ke pondok tepat waktu. Semua harus datang sebelum Ashar tanggal 18 Januari. Yang telat dihukum. Kalau nggak mau dihukum ya harus disiplin,” katanya.

Pengasuh juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah, terutama di Lebak bagian timur.

“Kawan kawan banyak kena musibah, termasuk yang di Lebak. Banyak pesantren yang kena imbasnya. Kita harus peduli. Kita sedang prihatin. Semua kehendak Allah. Mungkin teguran. Bukan hanya untuk orang sana, tapi juga untuk kita. Baik yang kena musibah maupun kita,” terangnya.

“Karena itu kita harus mendekatkan diri pada Allah. Banyak berdoa untuk keselamatan. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menolaknya. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah dan terhindar dari mara bahaya. Mudah-mudahan kejadian yang menimpa saudara kita bisa jadi pelajaran kita dan memperkuat keimanan kita pada Allah,” sambungnya.

Pengasuh juga berharap santri membiasakan bangun malam untuk berdoa dan mendekatkan diri pada Allah. “Pertama yang semestinya diminta adalah Allah memberikan ilmu dan kedua doakan kedua orang tua untuk kebaikan dunia dan akhirat,” harapnya.

Tak lupa, beliau mengingatkan pada seluruh santri bahwa menuntut ilmu itu jalannya berliku. Tidak mudah. “Ingin derajat yang tinggi, berbagai kesulitan harus dilalui. Jauh orang tua. Kita harus menahan diri. Kadang kurang bekal atau sakit. Sabar itu kunci segala harapan. Dengan sabar, yang kita inginkan bisa didapat. Ilmu diraih dengan ketekunan bukan keturunan,” ujarnya.

Pada hari Ahad, 5 Januari 2020, wali santri ramai berdatangan menjemput putera-puterinya, baik yang dari wilayah sekitar maupun luar Banten. Dan di rumah, santri diberi tugas hafalan-hafalan untuk disetorkan saat mereka kembali ke pesantren.[nhm]

Kategori: Berita

Keriuhan Gebyar OPPQ 2019

Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Cikulur Lebak Banten, merupakan organisasi yang mewadahi program dan visi misi kegiatan santri. Di penghujung tahun, pengurus biasanya disibukkan dengan programa Gebyar OPPQ. Kegiatan ini meliputi tiga rangkaian seperti Muhafadzah Akbar, Muhadharah Akbar dan OPPQ Awards.

Tepat pada Kamis malam (19/12/19), Gebyar OPPQ dibuka dengan penampilan hafalan-hafalan santri atau Muhafadzah. Berbagai macam hafalan ditampilkan di hadapan seluruh santri dan juga dewan guru. Mulai dari hafalan Awamil, Jurumiyah, Alfiah, Baiquniyah, Aqidatul Awam dll. Kegiatan menghafal ini melewati tahap seleksi, sama halnya dengan Muhadharah Akbar (Public Speaking). Acara berlangsung hingga Sabtu malam (21/12/19).

Santri selalu menyambut antusias kegiatan tahunan ini, karena selain menantang keberanian mereka dalam bersaing dari segi hafalan dan pidato tiga bahasa, acara ini juga merupakan ajang pemberian reward terhadap santri selama ditangani oleh kepengurusan OPPQ tahun ini.

“Ini kali pertama saya mengikuti Gebyar OPPQ, karena saya santri baru tahun ini. Sangat seru sekali dan dibikin penasaran apakah saya termasuk dalam nominasi atau tidak. Acara ini merupakan acara yang selalu bikin setiap santri penasaran dan tertantang keberaniannya untuk menampilkan yang terbaik,” ujar Yuliawati, salah satu santri Kelas IV.

“Saya peserta Muhadharah Bahasa Arab. Ini merupakan pengalaman pertama saya lolos seleksi peserta muhadharah. Selain untuk menambah pengalaman, alasan saya mengikuti muhadharah ini untuk menantang diri saya sendiri dalam menampilkan yang terbaik,” jelas Eka Fitria, salah satu peserta Muhadharah Akbar.

Kegiatan yang mewadahi kreatifitas santri dalam menghafal dan juga pidato ini selalu menjadi program unggulan setiap tahunnya. Pengurus OPPQ akan berusaha keras untuk mewujudkan acara terbaik dari sebelumnya, sehingga bisa melahirkan para muballigh muda sekaligus penghafal unggul dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Amiin. [URU]