Kategori: Berita

Delapan Santri Ikuti Kemah Perdamaian

Jumat-Minggu, 24-26 November 2017, delapan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Lebak-Banten, yakni M. Iip Muflihin, M. Qowwiyul Fahmi, Muhammad Firman, Fahmi Ulum, Dede Herawati, Tatu Aisyah, Nurlailah, dan Yayang Qodriyani mengikuti kegiatan Kemah Perdamaian di Hotel Kharisma Labuan Banten.

Kemah perdamaian yang diikuti oleh 70 peserta andika-andiki pramuka ini diselenggarakan oleh Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC) Universitas Paramadina Jakarta, bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan didukung oleh United Nations Development Program (UNDP).

Kegiatan yang dilangsungkan selama tiga hari ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan setelah dilaksakan di Wilayah Jawa Barat. Dalam TOR Kegiatan disebutkan,, diantara tujuan kegiatan ini, adalah pertama, mengembangkan program Pramuka Camp yang menarik dan menjawab kebutuhan para pemuda dan anggota pramuka.

Kedua, menjadikan para pemuda dan anggota Pramuka sebagai pelaku perubahan positif di lingkungannya masing‐masing. Ketiga, mendorong para pemuda dan anggota untuk berperan aktif dalam menangkal sikap beragama yang radikal dan ekstrem.

Selain santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa sekolah lainnya di wilayah Banten. Misalnya, SMKN 1 Kota Serang, SMKN 4 Kota Serang, MAN 1 Kota Serang, SMK Yudika 10 Tanggerang, SMK Babun Najah, MA Darul ‘Ilmi, dan sekolah-sekolah yang lainnya.

Sedangkan materi yang disuguhkan adalah pemahaman keberagaman Indonesia, agama yang penuh kasih sayang, hidup sehat tanpa narkoba, juga pemahaman-pemahan terkait ekstrimisme dan radikalisme. Para peserta juga didorong memunculkan ide-ide untuk membangun perdamaian melalui kegiatan pramuka. Selain materi, kegiatan kemah ini juga diisi dengan berbagai games, out bond dan api unggun.

Delapan santri Qothrotul Falah terlihat begitu asyik mengikuti kegiatan Kemah Perdamaian ini. Mereka bahagia dan semangat bertemu dengan teman-teman baru meskipun tak semua peserta satu keyakinan dengan mereka. Namun hal ini justru menjadikan mereka lebih memahami apa artinya toleransi. [AYT]

Kategori: Berita

Kegiatan PPLK Resmi Berakhir

Selama sebulan, terhitung sejak  Oktober hingga akhir November 2017, sembilan mahasiswa STAI La Tansa Mashiro Lebak Banten menjalankan tugas PPLK di MTs Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten.

Selama masa kegiatan PPLK, selain mereka menjalankan tugas pokok yaitu pengajaran di ruangan kelas, di minggu terakhir kegiatan PPLK mereka juga mengadakan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh siswa/i MTs Qothrotul Falah, seperti Lomba Nasyid, pidato, tahfidz, dan yang lainnya.

Setelah sebulan penuh menjalankan tugas mengajar, kegiatan PPLK ditutup secara resmi pada Sabtu, 25 November 2017. Acara penutupan dihadiri oleh Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd, Guru Pamong dan perwakilan siswa-siswi dari setiap kelas.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan lancar. Berbagai sambutan disampaikan, baik oleh perwakilan peserta PPLK maupun siswa. Mereka menyampaikan kesan-kesannya selama kegiatan PPLK diselenggarakan.

Kegiatan PPLK ditutup langsung oleh Ustad. Ahmad Thurmudzi, M.Pd selaku Kepala MTs Qothrotul Falah. Dalam sambutannya kepala MTs mengucapkan terima kasih kepada peserta PPLK dan memohon maaf bila ada kekurangan dalam melayani mereka.[AYT]

Kategori: Berita

Santri Qothrotul Falah Boyong Juara

Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali memboyong piala tingkat Kabupaten Lebak, 19 November 2017, pada ajang perlombaan yang diselenggarakan STAI La Tansa Mashiro Lebak dalam rangka Maulid Nabi Muhammad Saw.

Kegiatan perlombaan tingkat umum yang diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah dan pesantren di Kabupaten Lebak, ini melombakan Tahfidz Qur’an, Syarhil Qur’an, Marawis, qira’at, fashion show dan pawai obor.

Pada ajang ini, Santri Qothrotul Falah hampir menjuarai semua bidang perlombaan. Misalnya, Juara I Tahfidz Qur’an oleh Adiansyah, Juara II Marawis oleh Tim Marawis Putera dan Juara II dan III Syarhil Qur’an oleh Tim Syarhil Putera dan Puteri.  

“Ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba Tahfidz Qur’an tingkat umum, dan al-hamdulillah bisa mendapatkan Juara I. Latihan yang hanya dijalankan sekitar dua minggu kurang, membuat saya semakin giat menghafal karena dibimbing langsung oleh pembina Tahfidz Putera, Ustd. Yusuf. Beliau berpesan kepada saya, niatkan lomba ini bukan untuk menjadi juara, tapi untuk semata-mata syiar agama dan mencontohkan bacaan yang baik,” ujar Adiansyah, siswa Kelas III SMA Qothrotul Falah.

Pengalaman pertama yang dirasakan Adiansyah juga dialami oleh salah satu Tim Syarhil Puteri yaitu Ropianah “Tentu menjadi kebanggan tersendiri, apalagi ini kali pertama saya mengikuti lomba Syarhil di luar pondok. Sekalipun tidak menjadi juara pertama, tapi al-hamdulillah di pengalaman pertama kami bisa menjadi Juara II,” jelas Ropianah, Siswi Kelas III SMA Qothrotul Falah.  

Pengalaman ini menjadi pelajaran bagi setiap santri yang mengikuti lomba. Kalah menang adalah hal biasa dalam perlombaan. Karena yang menjadi tujuan mengikuti perlombaan bukan menjadi juara, tapi memberikan pengalam terbaik pada setiap santri yang ikut berkecimpung di dalamnya. Semoga ke depan Qothrotul Falah terus menjadi juara. Tidak hanya di Lebak tapi tingkat Nasional. Aamiin!! [URU]

Kategori: Berita

Hari Santri, Ansor Cikulur Adakan Lomba Ngeliwet

Untuk meramaikan Hari Santri, berbagai elemen pesantren mengadakan aneka kegiatan, baik yang serius maupun yang sifatnya ramai-ramai. Diantaranya PAC GP Ansor Kec. Cikulur Kab. Lebak Prop. Banten, yang mengadakan aneka perlombaan, Sabtu, 28 Oktober 2017 pagi.

Bertempat di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, PAC GP Ansor Cikulur menggelar perlombaan balap karung mengenakan helm, hafalan Awamil (kitab nahwu), rangking satu dan ngeliwet.

Ngeliwet, menjadi lomba yang menarik minat puluhan pesantren sekitar yang turut menjadi peserta. Berbagai peralatan, seperti panci, kastrol, kenceng, dll, dibawa oleh peserta. Aneka lauk juga dihidangkan dengan berbagai bumbunya oleh para chef bersarung ini.