Kategori: Berita

Mahasiswa/i UPN Jakarta Beri Motivasi Santri

Santri-santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mendapat siraman motivasi pendidikan dan leadership dari mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018 pagi.

Bertempat di Majelis Putera Qothrotul Falah, kegiatan bertema “Seminar Motivasi dan Leadership” ini, selain dihadiri oleh mahasiswa/i KKN, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan pesantren seperti Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Agus F. Awaluddin, S.Pd., dan dewan guru lainnya.

Dalam sambutan singkatnya, Agus F. Awaluddin menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Peserta KKN untuk mengadakan kegiatan di lembaganya. “Inilah Pondok Pesantren Qothrotul Falah dengan segala keterbatasannya. Mohon dimaklum atas kekurangan yang ada, baik kekurangan fasilitas maupun selainnya,” katanya.

Sekilas, Agus juga menyampaikan kegiatan santri selama 24 jam. “Pesantren ini sudah full day. Mereka menjalani kegiatan dari pagi sampai pagi lagi, baik sekolah, ngaji, maupun ekstrakuriler,” ujarnya.

Motivasi pendidikan disampaikan oleh Fauzan Ramdani, mahasiswa Jurusan Sistem Informatika. Dikatakannya, kegiatan KKN ini sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
 
“KKN ini bentuk pengabdian pada masyarakat. Diantaranya melalui kegiatan pemberian motivasi pada siswa dan siswi ini,” ujarnya.

Dikatakannya, berdasarkan angka Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan di Indonesia tergolong rendah dibanding negara-negara lain, termasuk negara tetangga. “Untuk usia 19-24 tahun atau usia kuliah, APK-nya 31,5 %. Bandingkan dengan Malaysya 38 % dan Singapura 78 %. Kita tertinggal,” ujarnya.

Ketertinggalan ini harus dikejar. Untuk itu, partisipasi pendidikan harus terus ditingkatkan. “Pendidikan itu penting dan harus sesuai dengan yang diminati. Kalau nggak, ya nggak akan lancar,” katanya.

Juga dikatakannya, alasan mahasiswa/i KKN memberikan motivasi pendidikan untuk siswa/siswi tak lain karena tingkat pendidikan di negeri ini yang rendah. “Karena itulah, kegiatan ini penting diselenggarakan,” ungkapnya.

Menurut Fauzan, banyak alasan yang menjadi sebab rendahnya partisipasi pendidikan ini, termasuk mahalnya pembiayaan. Ia lalu menyampaikan potensi atau peluang beasiswa baik dalam negeri maupun luar negeri, yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Dan yang terpenting, untuk meraih semua itu, kita harus giat belajar, lakukan kegiatan positif, pantang menyerah dan terus berdoa,” katanya menutup penyampaian motivasi.

Selama 19 hari, 1-19 Agustus 2018, sejumlah 15 mahasiswa/i menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sumurbandung Cikulur Lebak Banten. Mereka terdiri dari mahasiswa/i beragam fakultas; Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Komputer dan sebagainya. Berbagai agenda mereka lakukan, baik yang terkait pendidikan maupun kegiatan sosial.[nhm]

Kategori: Berita

Santri Nggak Boleh Cengeng

Setelah menjalani serangkaian kegiatan Masa Bimbingan Santri (MABIS) dan Perkemahan Perkenalan Santri Baru (PPSB) selama sepekan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten Tahun Ajaran 2018-2019, baik sekolah formal, diniah kitab kuning, ekstrakuliter, maupun selainnya, resmi dimulai sejak Senin, 23 Juli 2018.

Sebagai penanda dimulainya KBM, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hanbali, membukanya secara resmi di hadapan para santri dan dewan guru, Ahad, 22 Juli 2018 malam. Bertempat di Majelis Putera, banyak nasihat yang disampaikannya.

Kiai Ibing – sapaan akrabnya – menyatakan, santri baru sudah tinggal di pesantren lebih sepekan. Karenanya, sudah semestinya waktu sepekan itu cukup untuk beradaptasi dengan suasana barunya.

“Ternyata di pondok itu enak dan nikmat. Juga menyenangkan. Kenapa? Banyak kawan, saudara, juga lika-likunya,” ujar Rais Syuriah PCNU Kab. Lebak ini. “Mudah-mudahan tidak ada lagi yang nangis atau kepingin pulang. Yang ada bagaimana kita mencari ilmu di sini,” imbuhnya.

Di pondok, ujarnya, semua bersaudara, yang karenanya harus saling mengayomi dan tidak saling menyakiti, baik perasaan maupun badan. “Kita juga harus saling mengingatkan dan memotivasi plus mengajak ke jalan kebenaran. Itulah teman yang baik,” katanya.
 
Siapapun yang datang ke pondok tidak akan mengalami kerugian, karena niatnya mencari ilmu. Bagi Kiai Ibing, mencari ilmu itu tidak cukup hanya dengan motivasi, melainkan juga aksi.

“Kalau kalian punya tujuan mencari ilmu, insya Allah rasa nggak betah akan hilang. Semua yang datang saya yakin ingin mencari ilmu, baik ilmu agama maupun dunia,” ujarnya.

“Ingin dunia harus dengan ilmu. Ingin akhirat harus dengan ilmu. Ingin dua-duanya, dunia sejahtera dan akhirat selamat, semua dengan ilmu. Saya yakin semua arahnya ke sana,” sambungnya.

Karena itu, semua santri sudah semestinya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, terutama mental. Tak ada ilmu yang mudah diraih, apalagi dengan leha-leha. “Jangan cengeng! Harus ulet! Jangan loyo! Kalau kita punya motivasi dan semangat, semua akan didapat. Semua tergantung kita,” katanya.

Pengasuh meyakinkan, semua hal telah diatur di pesantren yang diasuhnya. Apapun yang diinginkan oleh santri, insya Allah akan dipenuhi sesuai kemampuan pesantren. “Mau belajar nulis, kitab kuning, ekstrakurikuler, semua disiapkan,” ujarnya.

“Mudah-mudahan semuanya Allah berikan keberkahan, sehingga yang diajarkan guru-guru bisa dicerna dan dipahami,” ujarnya lagi menutup tausiahnya.

Semoga, santri-santri yang belajar di pesantren ini menjadi anak-anak yang saleh dan selahah, bermanfaat bagi masyarakat dan sejahtera dunia akhirat. Amin![nhm]

Kategori: Berita

Ke Depan Harus Lebih Baik Lagi

Untuk menyiapkan sekaligus mematangkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Pondok Pesantren Qothrotul Falah Lebak Banten, pengelola mengadakan rapat gabungan guru pondok dan guru MTs/SMA, Sabtu, 21 Juli 2018.

Bertempat di Pondok Baca Qi Falah, hadir Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah  KH. Achmad Syatibi Hambali, Kepala MTs Ahmad Turmudzi, M.Pd., Kepala SMA Abdurohman, M.Pd., Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, dan banyak lagi.

Rapat awal tahun ini diniatkan sebagai ajang silaturahim sekaligus halal bi halal antar guru. Juga sebagai sarana pendistribusian tugas mengajar dan mata pelajaran.

Dalam sambutannya, Pengasuh menyampaikam rasa terima kasihnya yang mendalam pada semua guru, baik yang hadir maupun yang berhalangan.  

“Saya bahagia, berkah perjuangan Bapak/Ibu, kita masih mendapat kepercayaan masyarakat, bahkan lebih dari tahun tahun sebelumnya,” ujarnya.

“Buktinya adalah besarnya perhatian masyarakat, sehingga rela menitipkan anak-anaknya di sini. Itu tak lain karena perjuangan Bapak/Ibu. Pertemuan dengan mereka lebih banyak dilakukan oleh Bapak/Ibu dibanding dengan saya,” sambungnya.

Pengasuh berharap, semoga semua ini menjadikan Pondok Pesantren Qothrotul Falah lebih baik lagi ke depan. “Sekarang saya lebih percaya diri. Berani ngomong ke masyarakat. Pasalnya produk Bapak/Ibu itu tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain. Hasil OSN juga tidak kalah untuk Kimia dan Geografi. Dari sekian banyak sekolah, kita masih mendapat juara,” katanya bangga.

“Semoga pelajaran-pelajaran yang lain tidak kalah. Harus juga ikut bersaing,” sambungnya lagi.

Atas semua perjuangan semua ini, terima kasih yang tak terhingga dan sedalam-dalamnya disampaikan pada semua unsur guru yang telah mendidik dan membina anak-anak, sehingga kepercayaan masyarakat yang lebih luas terus tumbuh.

“Semoga yang Bapak/Ibu lakukan menjadi amal baik. Dan Bapak/Ibu harus memberikan masukan supaya pesantren ini ke depan lebih bagus kualitasnya,” katanya berharap.

Pengasuh mengakui, di pesantren yang dipimpinnya, ada beberapa tipe santri yang datang. “Ada santri yang datang untuk sekolah. Ada yang fifty-fifty. Ya sekolah ya mondok. Ada yang mau mondoknya saja. Semua harus dilayani sebaik-baiknya. Mau dibawa ke mana mereka, semua tergantung kita. Harapan saya, pondok bagus dan sekolah bagus. Dan semua ini tak mungkin tanpa peran Bapak/Ibu. Harus seimbang antara sekolah dan pondoknya,” harapnya.

Ke depan, guru-guru harus punya target supaya anak berhasil. Akhlaknya bagus. Kemampuan intelektualnya bagus. Ini bukan hal mudah. “Insya Allah bisa. Sebab orang lain juga bisa. Pondok dan sekolah yang bagus kan karena hasilnya,” katanya optimis.

Pengasuh juga berharap, guru-guru harus punya motivasi supaya anak bisa mengerti apa yang disampaikan. Tidak boleh hanya asal ngajar. “Biar mudah dicerna anak, saat ngajar kita harus ikhlas. Biar kita dapat pahala dari Allah karena yang kita urus itu hamba hamba Allah. Allah yang akan menghitungnya,” ujarnya.

Karena itu, lagi-lagi pengasuh menyampaikan terima kasih yang tak terhingga pada para guru atas kesediaan mereka membantu kelangsungan KBM pesantren. “Bukan berarti membantu itu nggak bertanggung-jawab ya! Semoga dengan dukungan ini, pesantren lebih dipercaya lagi oleh masyarakat,” katanya.

Usai tausiah pengasuh, secara bergiliran Kepala MTs dan SMA menyampaikan program ke depannya. Lalu disambung makan siang bersama.[nhm]