Kategori: Berita

Konsisten Tradisikan Literasi Karya Tulis Ilmiah

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten selalu konsisten mentradisikan kegiatan literasi, terutama di bidang tulis-menulis. Setiap tahun, misalnya, ada keharusan bagi siswa-siswi Kelas XII SMA Qothrotul Falah untuk membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai salah satu persyaratan kelulusan dari pesantren.

Untuk tahun ini, sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Panitia Karya Tulis Ilmiah (KTI) Ustadzah Fitri Ariyanti, S.Pd.,  kegiatan munaqasyah diselenggarakan dalam dua tahap: tertutup dan terbuka. Terbuka diselenggarakan pada Sabtu, 16 Januari 2020. Dan Sabtu depan insya Allah diselenggarakan ujian terbuka.

“Tertutup itu sifatnya sangat personil hanya ada penguji dan peserta. Tidak ada penonton. Setelah itu, nanti akan diseleksi lima terbaik, yang nantinya akan diujikan terbuka di hadapan semua guru dan semua santri,” ujarnyanya.

Dikatakan Ustadzah Fitri, tujuan utama kegiatan ini adalah melatih tulis-menulis dan melestarikan tradisi literasi ini. Juga untuk mengakrabkan mereka dengan buku-buku.

“Selain itu, juga untuk melatih mental mereka berhadapan dengan banyak orang. Ini juga sekaligus mempersiapkan anak-anak ketika kelak menjadi mahasiswa di kampus, yang akan bergelut dengan dunia tulis-menulis setiap saat,” katanya lagi.

Ustadzah Fitri melanjutkan, rencananya hasil KTI ini akan dibukukan, supaya terdokumentasikan dengan baik dan bermanfaat bagi orang yang membacanya. “Mudah-mudahan buku itu menjadi kenangan terbaik dan lebih mencerdaskan,” katanya.

Kegiatan KTI ini memang sudah menjadi trend di lingkungan Ponpes Qothorutl Falah. Bahkan peluncuran buku karya guru atau santri menjadi agenda rutin setiap wisuda santri.

“Tradisi KTI ini sudah kami lakukan sejak 2009, dan alhamudulillah terus berlangsung hingga saat ini. Ini akan terus kami pertahankan, karena inilah cara kami mewariskan gagasan, ide, pemikiran, bahkan peradaban, kepada generasi setelah kami,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif, yang juga Pembina Triping Community.

Triping Community adalah komunitas santri yang kegiatan utamanya 3-ing: reading, writing dan speaking. Beberapa buku yang dicetak professional telah dihasilkan mereka: Renungan Santri I: Refleksi atas Kehidupan Remaja , Renungan Santri II: Intelektualitas, Moralitas dan Integritas Remaja, Rumah Kita: Catatan Santri Qothrotul Falah, Toleransi Perspektif Santri, Fikih Keseharian, Lelaki dalam Doa, Nasihat untuk Santri, Strategi Pemasaran Ponpes Qothrotul Falah, Dakwah bi al-Qalam: Studi di Ponpes Qothrotul Falah, dan sebagainya.

Hal serupa disampaikan Kepala SMA Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd. “Ini tradisi kami yang akan terus diselenggarakan. Semoga kami bisa konsisten mendampingi anak-anak untuk belajar menulis ini. Dan kami akan mensupport semaksimalnya,” ujar Putera Pertama Pimpinan Ponpes Qothrotul Falah ini.

Bagi peserta KTI, kegiatan ini sangat bermanfaat tentu saja. “Manfaatnya kita bisa berfikir bahwa apa yang kita samaikan itu harus berbobot. Tidak sekedar apa adanya. Perlu membaca serius dan butuh referensi. Karena itu, santri Qothrotul Falah harus bisa belajar berfikir kritis dan harus bisa memikirkan masalah, apa penyebabnya dan apa solusinya,” ujar M. Rio Nazaruddin asal Cikulur Lebak, yang menulis KTI berjudul “Pengaruh Teknologi terhadap Kecerdasan Santri.”

Siti Nur Fadilah, asal Cikulur Lebak, menulis judul “Perempuan sebagai Tonggak Peradaban Dunia”. Dalam presentasinya, ia menyampakkan bahwa pada umumnya perempuan itu hanya bisa 3K: "macak, manak dan masak" atau hanya di 3R "dapur, sumur dan kasur."

"Perempuan itu penopang peradaban dunia. Tidak bisa dibatasi hanya pada wilayah itu. Harus lebih. Saya sendiri ingin menjadi wanita karir," katanya menyampaikan cita-citanya.

Semoga saja, kegiatan yang sifatnya mengasah skill literasi santri ini benar-benar memberikan manfaat yang banyak bagi para santri. Terlepas dari kekurangan yang ada, kegiatan ini patut dilestarikan dengan catatan di sana-sini tentunya.

“Ya, pasti kekurangan itu ada di mana-mana. Tanpa kekurangan, kita juga tidak akan mencapai kesempurnaan. Tapi untuk ukuran mereka, kegiatan permulaan ini sudah lebih dari cukup. Insya Allah ke depan mereka akan kian matang,” ujar Bunda Saadah, salah satu penguji.[nhm]

Kategori: Berita

Kejaksaan Sosialisasikan Perbub Lebak No. 28/2020 tentang Protokol Covid

Sejumlah lima orang dari Kejaksaan Negeri Rangkasbitung, memberikan sosialisasti Peraturan Bupati (Perbup) Kab. Lebak No. 28 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasan Baru era Pandemi Covid-19.  

Bertempat di Majelis Putera Qothrotul Falah, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua YPI Qothrotul Falah sekaligus Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd., Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Qothrotul Falah Nurul H. Maarif, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd., Bendahara Qothrotul Falah Bunda Dede Saadah, M.Pd., guru-guru dan perwakilan santri.

Dengan tagline “Jaksa Sahabat Santri”, kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar dan gayeng. Apalagi selama ini, nyari tidak ada kegiatan langsung yang melibatkan Kejaksaan di lingkungan pesantren.

“Tagline ini menarik. Jaksa Sahabat Santri. Ini pesan penting antara Kejaksaan dan Pesantren harus saling bersinergi, dalam segala hal, termasuk dalam meminimalisir dampak penyebaran Covid 19. Semoga bisa terus bersinergi,” ujar Koordinator MPS Nurul H. Maarif.

Pihak Kejaksaan sendiri lebih banyak menyampaikan teknis-teknis hukum terkait Perbub ini. Misalnya, adanya keharusan mengenakan masker di tempat-tempat umum. Bagi yang melanggar ketentuan ini alias tidak mengenakan masker, akan dikenai sanksi administrative bagi individu sebesar Rp. 150.000 dan bagi pelaku usaha senilai Rp. 25.000.000.

Karenanya, melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran yang baik untuk menjalankan protokol ini, karena menyangkut keselamatan bagi semua pihak. Satu saja yang tidak disiplin, dampaknya bisa pada banyak pihak, baik keluarga maupun masyarakat.

Dalam kesempatan dialog, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi menyampaikan keprihatinannya pada realitas penanganan pasien terduga Covid oleh petugas kesehatan.

“Seringkali perlakukan pada pasien yang diduga Covid itu berlebihan. Ini yang diduga ya, bukan yang positif. Misalnya, mereka diisolasi dan keluarganya dilarang menjenguknya sama sekali. Belum apa-apa sudah distigmatisasi negative. Ini akan berdampak buruk secara psikologis dan akan menghadirkan stress padahal dia bukan positif Covid,” katanya.

“Bagaimana semestinya menyikapi masalah ini, ini harus bijaksana. Mohon ini menjadi perhatian semua,” imbuhnya.

Turmudzi lalu mencontohkan beberapa kasus yang dialami pasien terduga Covid yang nyatanya bukan positif, tapi diperlakukan layaknya pasien yang positif. Ini harus menjadi catatan bersama, sehingga masyarakat mendapatkan kenyamanan.[nhm]   

Kategori: Berita

Ujian Praktik, Ujian Kitab, Ujian Sekolah, Lalu Kemah

Di Tahun Pelajaran 2020-2021 ini, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menjalani rangkaian ujian yang cukup panjang, baik ujian praktik, ujian kitab kuning, maupun ujian sekolah atau PAS (Penilaian Akhir Sekolah).

Untuk PAS Ganjil ini, Pesantren menetapkan PAS diselenggarakan setelah liburan smester. Urutannya, rangkaian kegiatan dimulai dengan ujian praktik (bahasa, ibadah, dll) dan ujian kitab kuning yang diselenggarakan pada 18 Nov. s.d. 5 Desember 2020.

Setelah itu, santri diliburkan selama 6-19 Desember 2020. Datang ke Pesantren, pada Senin, 21 Desember 2020, mereka langsung menjalani PAS Ganjil sampai Rabu, 30 Desember 2020.

“PAS mereka untuk tahun ajaran kali ini sengaja diselenggarakan setelah libur. Ini berbeda dengan biasanya dan berbeda dengan tempat lain. Biasanya kan PAS dulu baru libur. Kami beda. Kami punya pertimbangan, diliburkan dulu itu supaya saat Peringatan Natal dan Pergantian Tahun Baru, santri ada di dalam pondok, sehingga mereka tidak keluyuran ke mana-mana,” ujar Ketua Yayasan Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd.

Di masa pandemi Covid 19 ini, situasi keramaian tidak nyaman bagi kesehatan. Karena itu, apa yang dilakukan pesantren dengan mengubah waktu libur, ini juga bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan santri.

“Ketika santri libur, yang lain kan belum libur. Kalau santri mau liburan ke tempat-tempat wisata, di sana tidak terlalu ramai dan aman bagi kesehatan. Ketika yang lain libur, santri sudah KBM kembali, sehingga mereka tidak ketemu dengan keramaian,” sambungnya.

Setelah PAS selesai diselenggarakan, mereka akan istirahat sejak lalu disambung dengan Perkemahan tahunan. Kegiatan ini sebagai ajang hiburan dan refreshing, karena akan diisi berbagai kegiatan santai seperti perlombaan, game, dan sebagainya.

Ketika mereka terlah terforsir tenaga dan pikirannya menghadapi ujian yang melelahkan, maka mereka perlu rehat sejenak dengan Perkemahan, sehingga menghadapi smester genap kelak mereka akan lebih siap dan fresh.

Semoga saja, kegiatan Perkemahan ini mampu menghadirkan kegembirasaan tersediri bagi para santri, sehingga mereka kian enjoy menjalani berbagai aktivitas yang padat di pesantren.[nhm]

Kategori: Berita

Refreshing sebelum Bertempur Ujian

Santri-santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengadakan kegiatan refreshing dengan berenang di Cikoromoy Pandeglang Banten, Kamis, 26 November 2020. Tentu dengan tetap memperhatikan situasi keramaian, karenanya santri mengambil hari-hari yang sepi keramaian.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri puteri, sebagai persiapan menjalani ujian yang melelahkan: ujian lisan/praktik, ujian kitab kuning dan ujian akhir smester. Sedangkan pada waktu yang sama, santri putra kerja bakti mengecor MCK.

“Insya Allah satri putra refreshingnya bantian, nanti setelah ujian berakhir,” ujar Misbah, Ketua Santri Putra.

Ujian santri sendiri akan diselenggarakan dalam beberapa tahapan, sebagaimana di bawah ini:

RANGKAIAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM)

1)    Ujian Lisan dan Remedial    : 27-30 November 2020
2)    Koreksian Kitab                 : 30 November 2020
3)    Ujian Diniah Kitab              : 1-5 Desember 2020
4)    Libur Smester Ganjil          : 6-19 Desember 2020
5)    Penilaian Akhir Smester     : 21-31 Desember 2020
6)    Perkemahan                    : 2-4 Januari 2021
7)    Persiapan KBM Genap       : 5-10 Januari 2021
8)    Bagi Raport                     : 11 Januari 2021

Saat tulisan ini diturunkan, mereka tengah menjalani ujian lisan atau praktik dan akan segera menjalani ujian kitab kuning. Semoga dengan refreshing ini, mereka juga lebih fresh menghadapi ujian ini. [nhm]

Kategori: Berita

Pesantren Bikin Dua MCK dan Penampungan Air 10 Ribu Liter

Untuk memberikan kenyamaman dan pelayanan terbaik pada santri-santri, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, terus berupaya membenahi dan meningkatkan fasilitas yang ada.

Dalam dua bulan terakhir ini, Pesantren membangun dua MCK, yang setiap MCKnya terdiri empat pintu. Untuk dua MCK ini, pembiayaannya dibantu oleh Pemprov Banten dan Kementerian PUPR.

Satu MCK ditempatkan di belakang asrama santri putera. Dan satu lagi ditempatkan di samping Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Qothrotul Falah. Dua-duanya diperuntukkan bagi kepentingan santri dan siapapun yang berada di lingkungan pesantren.

Untuk MCK yang di belakang asrama, modelnya standar umumnya MCK di pesantren. Namun untuk MCK yang dari PUPR, ini kelasnya lebih baik dari MCK pada umumnya; empat pintu, empat tempat wudhu, empat wastafel, lima tempat cuci, shower dan sebagainya.

“Untuk santri, MCK dari PUPR ini sangat mewah. Insya Allah akan kian memberikan kenyamanan bagi para santri dan guru,” ujar Bunda Dede Saadah.

Ke depan, ujar Ketua YPI Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi M.Pd., pihaknya akan membuat beberapa MCK lagi, untuk santri puteri dan tamu-tamu.

“Tahun depan insya Allah kita bikin lagi,” katanya.

Selain membuat dua MCK, pesantren juga membuat penampungan air berkapasitas 10 ribu liter dengan ukuran 6 m x 2 m. Penampungan setinggi 5 m ini diprioritaskan untuk kebutuhan air bersih para santri dan guru-guru.   

Mudah-mudahan saja, dengan kelengkapan sarana prasarana ini, santri dan para guru, juga wali santri kian terfasilitasi dengan baik. Dan tentu saja, pesantren akan terus berupaya melengkapi sarana yang kurang dan memperbaiki sarana yang rusak.[nhm]


Kategori: Berita

BLK Qohrotul Falah Kembali Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis

Bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia, BLKK Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali mengadakan Pelatihan Desain Grafis. Terhitung sejak 2019, kali memasuki Angkatan yang Ke-V, yang diselenggarakan selama 19 Oktober s.d. 18 November 2020.

Seperti biasanya, kegiatan ini diikuti oleh 16 peserta dari berbagai wilayah. “Secara umum masih dari wilayah sekitar, Cikulur, Warunggunung dan Cileles. Tapi ada juga yang dari luar Banten,” ujar Kepala BLK Nurul H. Maarif.

Untuk periode kelima ini, peserta yang terlibat didominasi non-alumni, baik dari utusan pesantren maupun selainnya. “BLK kami memang diperuntukkan bagi semua kalangan yang tidak memiliki kegiatan sama sekali atau korban PHK, baik alumni maupun non-alumni. Semua punya hak yang sama,” ujarnya.

Mereka dibimbing secara insentif oleh dua instruktur BLK, Andri Fauzi dan M. Eman Sulaiman. Dan didamping pengelolaannya oleh Bunda Saadah dan Syifa F. Fajriyah.

“Bang Andre sendiri sudah punya sertifikat kompetensi resmi dari Kemnaker, sehingga memiliki kelayakan yang cukup. Bang Eman secara kemampuan juga oke, cuma belum punya SIM aja. Semoga kelak punya sertifikat resmi juga,” katanya.

Dalam kegiatan pelatihan ini, para peserta diberi fasilitas secara cuma-cuma. Misalnya, kursus yang semestinya harus mengeluarkan dana jutaan, di BLK ini mereka tidak perlu mengeluarkan dana sepeserpun. Pembiayaan instruktur, bahakn pelatihan dan seluruh kegiatan dihandle oleh Kemnaker.

Mereka juga mendapat fasilitas lain semisal seragam dua potong, ATK/perlengkapan, makan siang, konsumsi, sertifikat, uang transport perhari, juga uang insentif.

“Pokoknya enak lah. Tinggal belajar maksimal, semua disiapkan oleh lembaga. Karena itu, mohon semua memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal, karena kita bertanggungjawab pada pemerintah,” katanya saat pembukaan, Senin, 19 Oktober 2020.

“Kita harus berterima kasih sebesar-besarnya pada pemerintah yang telah memberikan fasilitas ini, terutama Kemnaker RI melalui BBPLK Serang Banten,” jelasnya.

Hingga Angkatan V, BLKK Qothrotul Falah tercatat telah melatih 80 peserta. Semoga saja kegiatan ini mampu memberikan skill tambahan bagi para lulusan BLK Qothrotul Falah di bidang TIK, sehingga mereka mampu bersaing lebih rasional di kancah global. Amin! [nhm]  

Kategori: Berita

Kiai Abdurohman Syatibi: Kita Harus Bangga Menjadi Santri!

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis, 22 Oktober 2020, diselenggarakan dengan meriah oleh santri-santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Berbagai agenda dilakukan semisal lomba-lomba keagamaan, seni, termasuk upacara bendera.

Pada upacara bendera yang dihadiri seluruh keluarga Pondok Pesantren Qothrotul Falah, putera sulung Pengasuh Pondok, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd., bertindak selaku Pembina Upacara.   

Dalam tausiahnya, beliau mengingatkan kepada seluruh santri untuk memiliki rasa bangga sebagai santri. “Santri itu unik dan hebat. Saya menyampaikan kebanggaan menjadi santri,” ujar alumni Ponpes Tebuireng dan Ponpes Lirboyo ini.

Dikatakan Kiai Aang – sapaan akrabnya – di dunia ini banyak hari yang diakui oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). “Di negara ini saja banyak hari nasional. Ada Hari Buruh. Hari Batik Nasional. Ada Hari Kesaktian Pancasila. Tapi hanya di negara kita yang ada Hari Santri Nasional, ujarnya.

Kiai Aang lalu menceritakan awal mula sejarah kemunculan Hari Santri Nasional. “Jangan lupa siapa pencetus hari santri ini. Pada 1945 sebelum Proklamasi Kemerdekaan dan setelahnya, santri ikut serta dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

“Resolusi Jihad yang digagas para sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), menjadikan santri ikut terlibat dalam proses kemerdekaan. Kita para santri harus mendoakan mereka, terutama Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisyri Syansuri, Bung Tomo dan semua santri yang gugur di medan perang,” imbuhnya.

Khusus untuk santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Kiai Aang mewanti-wanti supaya mereka menjaga harga dirinya, dengan cara menunjukkan eksistensinya. Jangan sampai malu jadi santri.

“Jika menjadi santri, keluar dari pondok ini, tunjukkan kesantriannya. Peci, sarung, almamater, dipakai. Kalau tidak memakai identitas kesantriannya tidak diakui kesantriannya,” ancamnya.

“Santri disayangkan sungguh, kalau masih malu sebagai santri. Negara saja mengakui santri, kenapa kita harus malu?” katanya lagi.

Karena itu, untuk menjaga eksistensi santri, maka santri harus mendahulukan akhlak atau adab. “Ini harus dikedepankan baru kemudian ilmu. Ilmu tanpa akhlak atau adab nggak ada nilainya,” terangnya.

Tak lupa, beliau menyampaikan tantangan santri ke depan yang pastinya kian berat. “Misalnya, banyak media sosial ngajakin jadi santri, tapi bukan sebagai ahlussunnah wal jamaah. Ini juga tantangan untuk menjaga akidah yang benar,” katanya.

Santri memang harus terus mematangkan dirinya, baik keilmuan maupun skil. Insya Allah jika keduanya matang, santri akan mampu bersaing di tengah situasi global. Amin! [nhm]

Kategori: Berita

Tiga Guru Pondok Ikuti Workshop Moderasi Beragama

Rabu, 23 September 2020, tiga guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, yakni Ustadz Muhammad Eman Sulaiman, Ustadz Subandi, S.Pd., dan Ustadzah Nining S. Wafy, S.Sos., mengikuti kegiatan workshop bertema “Peran Tokoh Agama dan Tokoh Perempuan Membumikan Moderisasi Beragama di Banten”.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Penanganan Terorisme ( FKPT) Provinsi Banten), ini berlangsung di Rahaya Resort Rangkasbitung.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 60 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak dan juga dari beberapa elemen seperti tokoh masyarakat, tokoh perempuan, mahasiswa, guru, dll.

Dalam kesempatan kegiatan ini, Penitia Penyelenggara Siti Nurasiyah, MM, menyampaikan pentingnya peran tokoh agama dalam menyebarkan moderasi beragama, terutama dalam konteks masyarakat Banten.

“Peran para tokoh agama dan tokoh perempuan sangatlah penting dalam membangun pemahaman moderat di masyarakat. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para tokoh agama dan tokoh perempuan menjadi sentral dalam membentuk karakteristik moderasi beragama yang baik khususnya di wilayah Provinsi Banten,” ujar Siti Nurasiyah, yang juga Ketua Fatayat NU Lebak ini.
 
Melalui kegiatan ini banyak hal yang didapatkan ujar. “Selain mendapatkan pengalaman, rekan baru, kita juga mendapat ilmu perihal pentingnya bertoleransi,” ujar Ustadz Subandi.

Semoga saja, tiga guru yang dikirimkan oleh Pondok Pesantren Qothrotul Falah mendapatkan pengalaman baru dan mampu menjadi bagian penting pelopor moderasi di lingkungan pesantren khususnya dan masyarakat umumnya.[]

Kategori: Berita

M Eman Sulaiman, Motor Penggerak Moli Qi Falah, Lebak

Oleh Ahmad Lutfi – Serang

Minat baca masyarakat tergolong masih rendah. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satu kurangnya kesadaran dari semua pihak mengelola serta menjalankan kegiatan literasi di desa.

Literasi yang menjadi ujung tombak peradaban dunia seringkali tidak menjadi fokus serius. Berbeda dengan urusannya politik atau hal sejenisnya yang menghadirkan keuntungan ekonomi.

Karena itu, untuk menumbuh-kembangkan minat baca harus dilakukan secara bersama oleh semua pihak, terutama mereka yang banyak berinteraksi langsung dengan mereka.
Keprihatinan mendalam inilah yang menginspirasi pegiat literasi di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Muhammad Eman Sulaiman, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di setiap desa di Kecamatan Cikulur. Bang Eman – sapaan akrabnya – tidak ingin baca-tulis yang menjadi spirit utama diturunkannya Islam hilang begitu saja di tengah masyarakat.

Keprihatinan ini memantik alumi Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Cikulur, Lebak, yang asli putera Kampung Sarian Desa Sumurbandung, ini untuk melahirkan komunitas kecil yang fokus bergerak di bidang literasi desa. Namanya Motor Literasi (Moli) Qi Falah  yang dibentuk pada Februari 2020.

Tak heran, karena sejak menjadi santri di pesantren ini tujuh tahun silam hingga menjadi tenaga pengajar di sana, Bang Eman sudah terlibat aktif dalam literasi baik dalam komunitas Pondok Baca Qi Falah maupun Triple Ing (Triping) Community – reading, writing and speaking. Keduanya di bawah arahan Dr KH Nurul H. Maarif, pemenang Apresiasi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Banten 2017 di bidang Guru Madrasah Produktif.

Dalam dua komunitas itu, Bang Eman bertumbuh pengetahuan, kesadaran dan pengalamannya di bidang literasi. Ditambah pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan literasi baik yang diselenggarakan oleh komunitas lokal maupun di luar Banten, kesadaran literasinya kian meningkat tajam.  

Kenapa Bang Eman menyebut gerakannya Moli alias Motor Literasi?  “Karena kami menggerakkan literasi dengan bermodalkan motor, masuk desa keluar desa di sekitaran Kecamatan Cikulur. Kami keliling mendatangi masyarakat, utamanya anak usia sekolah. Kami gelar lapak buku bersama kawan-kawan yang peduli,” ujar Eman yang didampingi pimpinan Pesantren Qothrotul Falah Dr KH Nurul H Maarif kepada Radar Banten di Kota Serang, Rabu (9/9).  

Sesuai namanya, markas Moli Qi Falah, ada di Pondok Pesantren Qothrotul Falah di Jalan Raya Sampay-Cileles Km. 05 Kampung Sarian, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

“Mudah-mudahan ke depan Moli Qi Falah memiliki markas tersendiri yang lebih independen. Dengan dukungan semua pihak, keinginan ini sangat mungkin terwujud. Al-hamdulillah, Pak Camat Cikulur Iyan Fitriyana, kepala desa, Kepala UPT Pendidikan, dan lainnya, mendukung penuh kegiatan ini. Ini memudahkan kami semua,” katanya.
Dalam menjalankan aksinya, Bang Eman didampingi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti  STAI La Tansa Mashiro, UIN SMH Banten, Untirta, STAI Wasilatul Falah, STKIP Lebak, termasuk para santri senior Pesantren Qothrotul Falah. Mereka mengendarai motor membawa buku-buku layaknya penjual sayuran, keliling dari kampung ke kampung.

Bang Eman menuturkan, dalam rangka menyebarkan virus literasi serta semangat membaca masyarakat desa ini, Moli Qi Falah memiliki banyak program kegiatan. “Semisal keliling ke berbagai desa untuk sosialisasi pentingnya baca-tulis, program Geulis (Gerakan Literasi Sekolah), Member (Mendongen dan Menggambar), Silat (Silaturahim Pegiat Literasi), lomba-lomba literasi, termasuk juga Moli Berbagi untuk sesama,” terangnya.

Khusus Moli Berbagi ini, Bang Eman dan kawan-kawan terkadang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat tak mampu atau berekonomi lemah. “Karena modal kita yang sangat kurang, kita pegiat literasi iuran seadanya. Sedapatnya. Lebih baik berbagi walau tak seberapa ketimbang tidak sama sekali,m” prinsipnya.

Selain itu, kata Bang Eman, pihaknya juga punya program Bimdes (Bimbingan Belajar Anak Desa), Program Workshop dan Pelatihan Jurnalistik, Program World Book Day (Perayaan Hari Buku Se-Dunia) dan banyak lagi.

Dalam pergerakannya, Moli Qi Falah berjejaring dengan berbagai pihak, terutama penggerak literasi di sekitar Lebak. Termasuk juga dengan organisai kepemudaan yang ada di Kecamatan Cikulur seperti Permasutuan Mahasiswa Kecamatan Cikulur (PMKC).
Banyak duka yang dirasakan Bang Eman dan kawan-kawan. Perjuangan memang selalu tak mudah dijalani. “Kita kan tidak punya modal finansial untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Hanya modal nekad dan semangat saja. Untuk bensin dan sebagainya kami modalin sebisanya. Buku bacaan juga sangat-sangat terbatas dan secara umum kami meminjam buku koleksi Pondok Baca Qi Falah,” ujarnya.

Namun Bang Eman yakin, dengan keseriusan, lambat laun kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi ini akan tumbuh menjadi lebih baik. “Kelemahan yang ada insya Allah tidak mematahkan semangat para relawan Moli Qi Falah  untuk terus bergerak memberikan kemanfaatan untuk umat,” semangatnya.

“Semoga pada titik tertentu, kesadaran membaca dan menulis ini menjadi tumbuh subur di kalangan masyarakat Cikulur khususnya. Mohon doa dari semua,” imbuhnya berharap.(*)

https://www.radarbanten.co.id/m-eman-sulaiman-motor-penggerak-moli-qi-falah-lebak/

Kategori: Berita

Peringati HUT RI 75 dengan Berbagai Kegiatan

Segenap Civitas Akademika Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75, Senin, 17 Agustus 2020, di Lapangan Cigajah.

Tampak hadir Kepala SMA Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd., Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd., Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, dewan guru dan para santri, baik MTs maupun SMA.

Peringatan HUT RI Ke-75 yang dipimpin oleh Koord. MPS Nurul H. Maarif, ini berlangsung khidmat. Dalam wejangannya, Nurul menyatakan bahwa perjuangan para pahlawan kemerdekaan haruslah senantiasa menjadi memori anak bangsa.

“Banyak diantara mereka yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini, namun sama sekali tidak menikmati sedikitpun indahnya kemerdekaan. Sebaliknya, hari ini kita tidak berjuang  memerdekakan bangsa ini, namun kita menikmati indahnya kemerdekaan,” ujarnya.

“Ini semestinya menjadi renungan betapa kita hari ini adalah anak bangsa yang beruntung dan berhutang jasa pada para pendahulu kita,” imbuhnya.

Karena itu, Nurul berharap, hendaknya generasi saat ini tidak menyia-nyiakan jerih payah para pahlawan yang telah mengorban jiwa, raga dan harta.

“Kita zalim dan berdosa jika menyia-nyiakan perjuangan mereka. Yuk kita ini kemerdekaan dengan aneka kemanfaatan. Sebagai santri, yuk belajar yang tekun dan serius, karena masa depan bangsa ini ada di tangan kita semua. Bikinlah para pahlawan kita tersenyum, jangan dibikin menangis karena kita tidak melakukan apapun untuk bangsa ini,” katanya.

Selain kegiatan upacara, peringatan HUT ini juga diwarnai dengan berbagai perlombaan. Ada Ranking I, Panjat Pinang, Pidato, dan sebagainya. Bahkan di malam kemerdekaan para santri dan dewan guru bersama-sama memanjatkan tahlil untuk arwah para pahlawan.

Semoga kegiatan semacam ini akan memberikan spirit bagi para santri untuk kian semangat dan serius mengisi kemerdekaan dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air.[NHM]

Kategori: Berita

Dua Puluh Empat Hari Latih Desain Grafis

Bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemnaker RI), Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menyelenggarakan pelatihan, setelah vakum beberapa bulan sebagai dampak Covid 19. Pelatihan Angkatan III ini diselenggarakan selama 24 hari kerja, 20 Juli s.d. 18 Agustus 2020.

Kali ini, BLK Qothrotul  Falah melatih 16 peserta mendalami Desain Grafis, di bawah arahan instruktur Andri Fauzi, S.Sos. (Pothoshop) dan M. Eman Sulaiman (CorelDrow). Peserta berasal dari berbagai wilayah, baik dari Kabupaten Lebak maupun di luar Lebak, seperti Pandeglang, Serang bahkan Tangerang.

Pada kegiatatan ini, berbagai keahlian Desain Grafis diajarkan oleh dua instruktur itu. Misalnya, keahlian membuat kartu nama, ID Card, editing poto dan lain sebagainya. Khusus untuk pelatihan ini, BLK menyediakan alat-alat baru untuk kepentingan pemaksimalan kegiatan ini.

“Dua pelatihan sebelumnya kami mengedepankan program Computer Operator Assistant dan kali ini Desain Grafis. Kalau kita lihat pemetaan persaingan saat ini, kelihatannya Desain Grafis akan lebih menjanjikan kesuksesan,” ujar Kepala BLKK Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif.

Namun demikian, Desain Grafis yang diajarkan masih tahap awal atau dasar, yang tentu saja perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

“Jangan hanya berhenti di sini. Harus dimatangkan lebih lanjut oleh peserta jika memang benar-benar memiliki keinginan mendalami dunia Desain Grafis,” ujarnya.

Dikatakan oleh instruktur, Andri Fauzi, dari 16 peserta, tampaknya tidak semua memiliki sense yang tinggi di bidang ini.

“Ada beberapa yang kelihatannya berbakat dan bagus jika dikembangkan lebih jauh. Ada juga beberapanya yang perlu dibina lebih lanjut,” ujarnya.

Semoga saja, pelatihan yang sepenuhnya dibiayai oleh Kemnaker RI ini, baik transport, seragam, makan, sertifikat, honor instruktur, bahan pelatihan, dll, benar-benar mampu membantu penanaman skill bagi peserta yang akan bersaing di masyarakat global kelak.

Menjadi peserta pelatihan ini, para peserta menyampaikan terima kasih yang mendalam pada seluruh pihak yang turut memfasilitasi kegiatan ini.

“Untuk itu terima kasih banyak untuk Kemnaker RI, termasuk juga BBPLK Serang yang terus mendampingi kami tanpa lelah,” ujar Nurul H. Maarif.[nhm]

Kategori: Berita

Peduli Sosial di Musim Pandemi Covid

Di musim Idul Adha 1441 H ini, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban sebagaimana pada Idul Adha sebelumnya.

Pada Idul Adha kali ini, yang digelar Jumat, 31 Juli 2020, sapi dan kambing kurban yang diterima oleh pesantren lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kali ini sapinya ada tiga dan kambingnya ada sembilan. al-Hamdulillah lebih dari 400 paket daging kurban kami salurkan pada guru-guru dan masyarakat sekitar. Santri dua hari full lauknya daging. Penyembelihan diselenggarakan dalam dua hari,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif.

Di musim pandemi Covid, yang menghadirkan kesulitan ekonomi masyarakat ini, ternyata antusias untuk berbagi justru lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“al-Hamdulillah, kepedulian rekan-rekan kita yang berkecukupan sangat tinggi. Masyarakat yang kesulitan bisa merasakan daging di musim yang serba sulit ini. Kita doakan semoga masyarakat mendapatkan kegembiraan dan yang memberikan kurban diberikan rejeki dan kesehatan terbaik,” ujarnya.

“Ujian kepedulian sosial yang sesungguhnya itu ya ketika kita dalam keadaan yang sulit, namun kita tetap memikirkan orang lain. Ini perilaku sangat mulia dan sangat Allah cintai. Bersyukurlah bagi yang rejekinya berlebih,” sambungnya.

Tiga sapi yang diterima berasal dari Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Miss Eneng Atikoh (Yogyakarta) dan masyarakat Sumurbandung. Sedangkan sembilan kambing berasal dari R Sukrido Hastobroto (MayBank Indonesia), Penta Fani (MayBank Indonesia), Walisantri Anggun Cilegon, Wali Santri Restu Lebak, dua ekor dari Bunda Ilham Makkah dan selebihnya masyarakat sekitar.

Sebelum dilakukan penyembelihan, para santri dan warga menggelar shalat Id bersama di Lapangan Futsal Qothrotul Falah. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustadz Zairul Arifin, M.Pd., dari Inderamayu Jawa Barat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Zen mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di musim pandemi ini. Yang berkecukupan rejeki hendaknya menyisihkan rejekinya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, beberapa kegiatan santri juga diselenggarakan; lomba pidato, lomba shalawat, lomba takbiran, pawai dan sebagainya. Semoga Idul Adha di musim sulit ini memberikan kegembiraan bagi semua.[nhm]