Kategori: Berita

Tiga Guru Pondok Ikuti Workshop Moderasi Beragama

Rabu, 23 September 2020, tiga guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, yakni Ustadz Muhammad Eman Sulaiman, Ustadz Subandi, S.Pd., dan Ustadzah Nining S. Wafy, S.Sos., mengikuti kegiatan workshop bertema “Peran Tokoh Agama dan Tokoh Perempuan Membumikan Moderisasi Beragama di Banten”.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Penanganan Terorisme ( FKPT) Provinsi Banten), ini berlangsung di Rahaya Resort Rangkasbitung.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 60 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak dan juga dari beberapa elemen seperti tokoh masyarakat, tokoh perempuan, mahasiswa, guru, dll.

Dalam kesempatan kegiatan ini, Penitia Penyelenggara Siti Nurasiyah, MM, menyampaikan pentingnya peran tokoh agama dalam menyebarkan moderasi beragama, terutama dalam konteks masyarakat Banten.

“Peran para tokoh agama dan tokoh perempuan sangatlah penting dalam membangun pemahaman moderat di masyarakat. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini para tokoh agama dan tokoh perempuan menjadi sentral dalam membentuk karakteristik moderasi beragama yang baik khususnya di wilayah Provinsi Banten,” ujar Siti Nurasiyah, yang juga Ketua Fatayat NU Lebak ini.
 
Melalui kegiatan ini banyak hal yang didapatkan ujar. “Selain mendapatkan pengalaman, rekan baru, kita juga mendapat ilmu perihal pentingnya bertoleransi,” ujar Ustadz Subandi.

Semoga saja, tiga guru yang dikirimkan oleh Pondok Pesantren Qothrotul Falah mendapatkan pengalaman baru dan mampu menjadi bagian penting pelopor moderasi di lingkungan pesantren khususnya dan masyarakat umumnya.[]

Kategori: Berita

M Eman Sulaiman, Motor Penggerak Moli Qi Falah, Lebak

Oleh Ahmad Lutfi – Serang

Minat baca masyarakat tergolong masih rendah. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satu kurangnya kesadaran dari semua pihak mengelola serta menjalankan kegiatan literasi di desa.

Literasi yang menjadi ujung tombak peradaban dunia seringkali tidak menjadi fokus serius. Berbeda dengan urusannya politik atau hal sejenisnya yang menghadirkan keuntungan ekonomi.

Karena itu, untuk menumbuh-kembangkan minat baca harus dilakukan secara bersama oleh semua pihak, terutama mereka yang banyak berinteraksi langsung dengan mereka.
Keprihatinan mendalam inilah yang menginspirasi pegiat literasi di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Muhammad Eman Sulaiman, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di setiap desa di Kecamatan Cikulur. Bang Eman – sapaan akrabnya – tidak ingin baca-tulis yang menjadi spirit utama diturunkannya Islam hilang begitu saja di tengah masyarakat.

Keprihatinan ini memantik alumi Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Cikulur, Lebak, yang asli putera Kampung Sarian Desa Sumurbandung, ini untuk melahirkan komunitas kecil yang fokus bergerak di bidang literasi desa. Namanya Motor Literasi (Moli) Qi Falah  yang dibentuk pada Februari 2020.

Tak heran, karena sejak menjadi santri di pesantren ini tujuh tahun silam hingga menjadi tenaga pengajar di sana, Bang Eman sudah terlibat aktif dalam literasi baik dalam komunitas Pondok Baca Qi Falah maupun Triple Ing (Triping) Community – reading, writing and speaking. Keduanya di bawah arahan Dr KH Nurul H. Maarif, pemenang Apresiasi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Banten 2017 di bidang Guru Madrasah Produktif.

Dalam dua komunitas itu, Bang Eman bertumbuh pengetahuan, kesadaran dan pengalamannya di bidang literasi. Ditambah pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan literasi baik yang diselenggarakan oleh komunitas lokal maupun di luar Banten, kesadaran literasinya kian meningkat tajam.  

Kenapa Bang Eman menyebut gerakannya Moli alias Motor Literasi?  “Karena kami menggerakkan literasi dengan bermodalkan motor, masuk desa keluar desa di sekitaran Kecamatan Cikulur. Kami keliling mendatangi masyarakat, utamanya anak usia sekolah. Kami gelar lapak buku bersama kawan-kawan yang peduli,” ujar Eman yang didampingi pimpinan Pesantren Qothrotul Falah Dr KH Nurul H Maarif kepada Radar Banten di Kota Serang, Rabu (9/9).  

Sesuai namanya, markas Moli Qi Falah, ada di Pondok Pesantren Qothrotul Falah di Jalan Raya Sampay-Cileles Km. 05 Kampung Sarian, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.

“Mudah-mudahan ke depan Moli Qi Falah memiliki markas tersendiri yang lebih independen. Dengan dukungan semua pihak, keinginan ini sangat mungkin terwujud. Al-hamdulillah, Pak Camat Cikulur Iyan Fitriyana, kepala desa, Kepala UPT Pendidikan, dan lainnya, mendukung penuh kegiatan ini. Ini memudahkan kami semua,” katanya.
Dalam menjalankan aksinya, Bang Eman didampingi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti  STAI La Tansa Mashiro, UIN SMH Banten, Untirta, STAI Wasilatul Falah, STKIP Lebak, termasuk para santri senior Pesantren Qothrotul Falah. Mereka mengendarai motor membawa buku-buku layaknya penjual sayuran, keliling dari kampung ke kampung.

Bang Eman menuturkan, dalam rangka menyebarkan virus literasi serta semangat membaca masyarakat desa ini, Moli Qi Falah memiliki banyak program kegiatan. “Semisal keliling ke berbagai desa untuk sosialisasi pentingnya baca-tulis, program Geulis (Gerakan Literasi Sekolah), Member (Mendongen dan Menggambar), Silat (Silaturahim Pegiat Literasi), lomba-lomba literasi, termasuk juga Moli Berbagi untuk sesama,” terangnya.

Khusus Moli Berbagi ini, Bang Eman dan kawan-kawan terkadang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat tak mampu atau berekonomi lemah. “Karena modal kita yang sangat kurang, kita pegiat literasi iuran seadanya. Sedapatnya. Lebih baik berbagi walau tak seberapa ketimbang tidak sama sekali,m” prinsipnya.

Selain itu, kata Bang Eman, pihaknya juga punya program Bimdes (Bimbingan Belajar Anak Desa), Program Workshop dan Pelatihan Jurnalistik, Program World Book Day (Perayaan Hari Buku Se-Dunia) dan banyak lagi.

Dalam pergerakannya, Moli Qi Falah berjejaring dengan berbagai pihak, terutama penggerak literasi di sekitar Lebak. Termasuk juga dengan organisai kepemudaan yang ada di Kecamatan Cikulur seperti Permasutuan Mahasiswa Kecamatan Cikulur (PMKC).
Banyak duka yang dirasakan Bang Eman dan kawan-kawan. Perjuangan memang selalu tak mudah dijalani. “Kita kan tidak punya modal finansial untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Hanya modal nekad dan semangat saja. Untuk bensin dan sebagainya kami modalin sebisanya. Buku bacaan juga sangat-sangat terbatas dan secara umum kami meminjam buku koleksi Pondok Baca Qi Falah,” ujarnya.

Namun Bang Eman yakin, dengan keseriusan, lambat laun kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi ini akan tumbuh menjadi lebih baik. “Kelemahan yang ada insya Allah tidak mematahkan semangat para relawan Moli Qi Falah  untuk terus bergerak memberikan kemanfaatan untuk umat,” semangatnya.

“Semoga pada titik tertentu, kesadaran membaca dan menulis ini menjadi tumbuh subur di kalangan masyarakat Cikulur khususnya. Mohon doa dari semua,” imbuhnya berharap.(*)

https://www.radarbanten.co.id/m-eman-sulaiman-motor-penggerak-moli-qi-falah-lebak/

Kategori: Berita

Peringati HUT RI 75 dengan Berbagai Kegiatan

Segenap Civitas Akademika Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75, Senin, 17 Agustus 2020, di Lapangan Cigajah.

Tampak hadir Kepala SMA Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd., Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd., Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, dewan guru dan para santri, baik MTs maupun SMA.

Peringatan HUT RI Ke-75 yang dipimpin oleh Koord. MPS Nurul H. Maarif, ini berlangsung khidmat. Dalam wejangannya, Nurul menyatakan bahwa perjuangan para pahlawan kemerdekaan haruslah senantiasa menjadi memori anak bangsa.

“Banyak diantara mereka yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini, namun sama sekali tidak menikmati sedikitpun indahnya kemerdekaan. Sebaliknya, hari ini kita tidak berjuang  memerdekakan bangsa ini, namun kita menikmati indahnya kemerdekaan,” ujarnya.

“Ini semestinya menjadi renungan betapa kita hari ini adalah anak bangsa yang beruntung dan berhutang jasa pada para pendahulu kita,” imbuhnya.

Karena itu, Nurul berharap, hendaknya generasi saat ini tidak menyia-nyiakan jerih payah para pahlawan yang telah mengorban jiwa, raga dan harta.

“Kita zalim dan berdosa jika menyia-nyiakan perjuangan mereka. Yuk kita ini kemerdekaan dengan aneka kemanfaatan. Sebagai santri, yuk belajar yang tekun dan serius, karena masa depan bangsa ini ada di tangan kita semua. Bikinlah para pahlawan kita tersenyum, jangan dibikin menangis karena kita tidak melakukan apapun untuk bangsa ini,” katanya.

Selain kegiatan upacara, peringatan HUT ini juga diwarnai dengan berbagai perlombaan. Ada Ranking I, Panjat Pinang, Pidato, dan sebagainya. Bahkan di malam kemerdekaan para santri dan dewan guru bersama-sama memanjatkan tahlil untuk arwah para pahlawan.

Semoga kegiatan semacam ini akan memberikan spirit bagi para santri untuk kian semangat dan serius mengisi kemerdekaan dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air.[NHM]

Kategori: Berita

Dua Puluh Empat Hari Latih Desain Grafis

Bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemnaker RI), Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menyelenggarakan pelatihan, setelah vakum beberapa bulan sebagai dampak Covid 19. Pelatihan Angkatan III ini diselenggarakan selama 24 hari kerja, 20 Juli s.d. 18 Agustus 2020.

Kali ini, BLK Qothrotul  Falah melatih 16 peserta mendalami Desain Grafis, di bawah arahan instruktur Andri Fauzi, S.Sos. (Pothoshop) dan M. Eman Sulaiman (CorelDrow). Peserta berasal dari berbagai wilayah, baik dari Kabupaten Lebak maupun di luar Lebak, seperti Pandeglang, Serang bahkan Tangerang.

Pada kegiatatan ini, berbagai keahlian Desain Grafis diajarkan oleh dua instruktur itu. Misalnya, keahlian membuat kartu nama, ID Card, editing poto dan lain sebagainya. Khusus untuk pelatihan ini, BLK menyediakan alat-alat baru untuk kepentingan pemaksimalan kegiatan ini.

“Dua pelatihan sebelumnya kami mengedepankan program Computer Operator Assistant dan kali ini Desain Grafis. Kalau kita lihat pemetaan persaingan saat ini, kelihatannya Desain Grafis akan lebih menjanjikan kesuksesan,” ujar Kepala BLKK Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif.

Namun demikian, Desain Grafis yang diajarkan masih tahap awal atau dasar, yang tentu saja perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.

“Jangan hanya berhenti di sini. Harus dimatangkan lebih lanjut oleh peserta jika memang benar-benar memiliki keinginan mendalami dunia Desain Grafis,” ujarnya.

Dikatakan oleh instruktur, Andri Fauzi, dari 16 peserta, tampaknya tidak semua memiliki sense yang tinggi di bidang ini.

“Ada beberapa yang kelihatannya berbakat dan bagus jika dikembangkan lebih jauh. Ada juga beberapanya yang perlu dibina lebih lanjut,” ujarnya.

Semoga saja, pelatihan yang sepenuhnya dibiayai oleh Kemnaker RI ini, baik transport, seragam, makan, sertifikat, honor instruktur, bahan pelatihan, dll, benar-benar mampu membantu penanaman skill bagi peserta yang akan bersaing di masyarakat global kelak.

Menjadi peserta pelatihan ini, para peserta menyampaikan terima kasih yang mendalam pada seluruh pihak yang turut memfasilitasi kegiatan ini.

“Untuk itu terima kasih banyak untuk Kemnaker RI, termasuk juga BBPLK Serang yang terus mendampingi kami tanpa lelah,” ujar Nurul H. Maarif.[nhm]

Kategori: Berita

Peduli Sosial di Musim Pandemi Covid

Di musim Idul Adha 1441 H ini, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban sebagaimana pada Idul Adha sebelumnya.

Pada Idul Adha kali ini, yang digelar Jumat, 31 Juli 2020, sapi dan kambing kurban yang diterima oleh pesantren lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kali ini sapinya ada tiga dan kambingnya ada sembilan. al-Hamdulillah lebih dari 400 paket daging kurban kami salurkan pada guru-guru dan masyarakat sekitar. Santri dua hari full lauknya daging. Penyembelihan diselenggarakan dalam dua hari,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif.

Di musim pandemi Covid, yang menghadirkan kesulitan ekonomi masyarakat ini, ternyata antusias untuk berbagi justru lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“al-Hamdulillah, kepedulian rekan-rekan kita yang berkecukupan sangat tinggi. Masyarakat yang kesulitan bisa merasakan daging di musim yang serba sulit ini. Kita doakan semoga masyarakat mendapatkan kegembiraan dan yang memberikan kurban diberikan rejeki dan kesehatan terbaik,” ujarnya.

“Ujian kepedulian sosial yang sesungguhnya itu ya ketika kita dalam keadaan yang sulit, namun kita tetap memikirkan orang lain. Ini perilaku sangat mulia dan sangat Allah cintai. Bersyukurlah bagi yang rejekinya berlebih,” sambungnya.

Tiga sapi yang diterima berasal dari Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Miss Eneng Atikoh (Yogyakarta) dan masyarakat Sumurbandung. Sedangkan sembilan kambing berasal dari R Sukrido Hastobroto (MayBank Indonesia), Penta Fani (MayBank Indonesia), Walisantri Anggun Cilegon, Wali Santri Restu Lebak, dua ekor dari Bunda Ilham Makkah dan selebihnya masyarakat sekitar.

Sebelum dilakukan penyembelihan, para santri dan warga menggelar shalat Id bersama di Lapangan Futsal Qothrotul Falah. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustadz Zairul Arifin, M.Pd., dari Inderamayu Jawa Barat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Zen mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di musim pandemi ini. Yang berkecukupan rejeki hendaknya menyisihkan rejekinya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, beberapa kegiatan santri juga diselenggarakan; lomba pidato, lomba shalawat, lomba takbiran, pawai dan sebagainya. Semoga Idul Adha di musim sulit ini memberikan kegembiraan bagi semua.[nhm]       

Kategori: Berita

Sosialisasi Perbup Lebak No. 28/2020 pada Santri

Di hadapan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Camat Cikulur, Dr. H. Iyan Fitriyana, M.Pd., beserta jajarannya menyampaikan Sosialisasi Pelaksanaan Peraturan Bupati (Perbup) Lebak No. 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru pada Kondisi Corona Virus Desease 2019 Kecamatan Cikulur, Rabu, 29 Juli 2020.

Bertempat di Majlis Putra Qothrotul Falah, selain dihadiri oleh Camat, sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Puskesmas Cikulur Juanda, Kepala UPT Pendidikan, Polsek Cikulur, TNI Cikulur-Warunggunung, Kades Sumurbandung dan banyak lagi. Dari pihak pesantren tampak hadir Koodrinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd, dewan guru dan para santri.

Dalam paparannya, Camat Cikulur menyampaikan pentingnya kesadaran santri untuk menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid 19 ini. Karena itu, Perbub yang mengatur protokol kesehatan ini penting disosialisasikan.  

“Kalau ada yang melanggar, akan kena sanksi dari yang sifatnya edukatif seperti hafalan Pancasila, kerja sosial membersihkan masjid, sampai sanksi denda berupa uang,” ujarnya.  

Sedangkan Kepala Puskesmas Cikulur, Juanda menekankan pentingnya PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, yang juga menjadi point penting dalam Perbup Lebak.

“PHBS itu dengan memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak fisik dan sebagainya,” katanya.

Secara khusus, pihak pesantren melalui Kepala MTs Qothrotul Falah, Ahmad Turmudzi, menyampaikan terima kasihnya atas sosialisasi ini. “Ini sangat bermanfaat bagi santri-santri kami. Semoga semuanya diberikan kesehatan oleh Allah Swt,” katanya.[nhm]

Kategori: Berita

BLKK Qothrotul Falah Adakan Pelatihan Desain Grafis

Bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, kali ini mengadakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi khusus bidang Desain Grafis.

Setelah lama tertunda akibat Pandemi Covid 19, akhirnya kegiatan pelatihan ini kembali dilangsungkan. Untuk Angkatan III ini, kegiatan berlangsung mulai 20 Juli s.d. 18 Agustus 2020.

“al-Hamdulillah, kegiatan ini bisa dimulai lagi. Tentu kita semua memahami situasi yang ada. Pemerintah juga tentu banyak pertimbangan dan pikiran, sehingga ketertundaan kegiatan ini tidak semestinya menjadikan kita pesimis. Santai-santai saja! Yang jelas BLKK akan terus manfaat dan memberikan yang terbaik untuk banyak orang,” ujar Kepala BLKK Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif, saat pembukaan, Senin (20 Juli 2020).

Selain Kepala BLKK, hadir juga Bendahara BLKK, Hj. Dede Saadah Syatibi, M.Pd., Sekretaris Cahyati, S.Sos, instruktur Andre Fauzi, S.Sos., dan Pengelola M. Eman Sulaiman.   

Untuk BLKK Qothrotul Falah yang berdiri pada 2019, pelatihan kali ini adalah kali ketiga. “Tahun 2019, kami menyelenggarakan dua angkatan atau dua paket dengan fokus kegiatan Computer Operator Assistant. Kali ini Desain Grafis, setelah mempertimbangkan segala sesuatunya,” jelasnya.

Berbeda dengan dua angkatan sebelumnya, kali ini peserta difokuskan untuk alumni Pondok Pesantren Qothrotul Falah, terutama lulusan 2019 dan 2020.

“Mereka ini kan baru lulus dan belum punya skill yang cukup. Di pesantren lebih banyak ngaji dan belajar pelajaran sekolah. Sementara mereka akan terjun ke masyarakat dan bertarung dengan banyak lawan yang memiliki skil memadai. Karena itu, pemilihan peserta ini ikhtiar untuk mempersiapkan alumni-alumni dalam persaingan global itu,” ujarnya lagi.

Dikatakannya, bukan berarti BLKK Qothrotul Falah menutup kesempatan untuk peserta yang di luar alumi pesantren. Semua diberikan kesempatan yang sama. “Hanya saja, karena kuotanya terbatas, maka ada prioritas yang kami kedepankan. Apalagi tanggungjawab pesantren pada alumni tentu lebih besar ketimbang pada yang lain,” katanya.

“Selain itu, dalam bahasa pesantren, ini namanya wa qaddim al-akhashsha fi al-ittishali. Intinya memberikan prioritas pada yang menjadi tanggungjawab kami langsung. Insya Allah pada pelatihan ke depan kami juga akan memberikan kesempatan pada yang non-alumni. Dua pelatihan sebelumnya bahkan dominan non-alumni,” ujarnya.

Nurul H. Maarif berharap, kegiatan ini memberikan manfaat terbaik untuk para peserta. Dan insya Allah, sesuai ketentuan yang ada, kegiatan ini akan dilaksanakan dengan maksimal dan sebaik mungkin.[AR]   

Kategori: Berita

Komisioner Bawaslu RI Kunjungi Pesantren

Keberkahan untuk Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, karena disambangi salah satu Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Muhammad Afifuddin, Senin, 20 Juli 2020, malam selepas Isya.

Di sela kegiatannya yang padat di Cilegon, Serang dan Pandeglang, Muhammad Afifuddin hadir ke pesantren didampingi Komisioner Bawaslu Propinsi Banten, Dr. H. Didih M. Sudi, MSc (Ketua), Sam’ani, dll. Juga beberapa Komisioner Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Lebak, dan beberapa aktivis.

Di pesantren, Afifuddin bertemu dengan keluarga pesantren, serti KH. Abdurohman, M.Pd. (Ketua Yayasan dan Kepala SMA Qothrotul Falah), Nurul H. Maarif (Koodinator Majelis Pembimbing Santri Qothrotul Falah), Ahmad Turmudzi, M.Pd. (Kepala MTs Qothrotul Falah), dan sebagainya.   

Kunjungan ini bukan kunjungan Bawaslu melainkan silaturahim biasa, tanpa membawa embel-embel Bawaslu. Sekedar temua kangen. Bahkan, kehadirannya pun menampakkan kesantriannya dengan mengenakan sarung dan peci. Beberapa stafnya juga mengenakan sarung dan peci.

Di pesantren, pertemuan ini diisi dengan guyonan santai dan ngobrol ngalor ngidul. Pertemuan kurang lebih sejam setengah ini diakhiri dengan makan malam ala kadarnya. Sekira pukul 22.00, Afifuddin dkk melanjutkan perjalanan ke Banten Lama untuk ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanuddin.[]   

Kategori: Berita

Menyambut Kedatangan Santri Baru dengan MABIS & PPSB

Memasuki masa New Normal setelah empat bulan mengikuti instruksi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari Pemerintah, Minggu, 12 Juli 2020 Pondok Pesantren Qothrotul Falah kembali menyambut kedatangan santri baru tahun ajaran 2020-2021.

Dalam kegiatan penyambutan kedatangan santri baru tahun kali ini, Qothrotul menetapkan peraturan yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu segenap guru, santri dan para wali santri diwajibkan untuk mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengadakan penyemprotan disinfektan untuk setiap kendaraan yang masuk area pesantren. Ketentuan tersebut ditetapkan berdasarkan instruksi pemerintah terkait protocol kesehatan mencegah Covid-19 yang harus tetap dipatuhi dan dilaksakan.

Alur penerimaan kedatangan santru baru tahun ajaran kali ini masih sama dengan rutinitas seperti biasanya, yakni mengisi absensi, wawancara dengan santri dan walisantri, tes baca al-Qur’an, silaturahim dengan pengasuh, penyelesaian administrasi, pengambilan perlengkapan santri (seragam, kasur, lemari) dan terakhir adalah penempatan kamar sesuai tingakatan jenjang pendidikan. Alhamdulillah, kedatangan santri baru berlangsung lancar dan tertib.

Dalam rangka menyambut dan memperkenalkan dunia kepesantrenan khususnya di Qothrotul Falah, Organisasi Pelajaran Qothrotul Falah (OPPQ) langsung mengadakan kegiatan MABIS (Masa Bimbingan Santri) dan PPSB (Perkenalan Perkemahan Santri Baru) satu hari setelah kedatangan santri baru.

Kegiatan MABIS tahun ini Para Pengurus OPPQ dikomandoi oleh Ustdz. Eman Sulaiman dengan mengangkat tema “Anyone Can Be Anything/Setiap orang dapat menjadi sesuatu”. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari (14-16/07/20) dengan beragam agenda yang telah dirancang oleh panitia pelaksana. Mulai dari pengenalan kepesantrenan, motivasi belajar, games, pengenalan ekskul hingga perkenalan dewan guru dan pengurus.

Tujuan dari penyelanggaran MABIS tersebut adalah untuk merekatkan hubungan antar santri baru, agar saling mengenal, menjaga kekompakan dan lebih mengenal serta mencintai pesantren. “Esensi yang paling utama dari kegiatan MABIS adalah menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar di pesantren”, ungkap Ustadz Eman selaku koordinator kegiatan MABIS.

Tak hanya kegiatan MABIS, sebagai akhir rangkaian kegiatan penyambutan santri baru, pada Jum’at sore hingga Sabtu (18 Juli 2020) seluruh santri mengikuti kegiatan PPSB. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan Sansiro, tepatnya di halaman belakang pesantren diketuai oleh Ustadzah Nining Sariningsih bekerjasama dengan para pengurus Bantara tahun 2019-2020. PPSB dengan tema “Scout of Mistery /Misteri Pramuka” kali ini disambut meriah dan penuh gembira oleh seluruh santri dan dewan guru. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga sebagai ajak unjuk kreatifitas dan kekompakan antar santri.

Berbagai kegiatan menarik juga terdapat di dalam kegiatan PPSB tersebut, mulai dari yel-yel, games, perlombaan kepramukaan, sharing, hiking dan api unggun. Semoga melalui kegiatan MABIS dan PPSB, seluruh santri khususnya santri baru yang baru beberapa hari memulai kehidupan barunya di pesantren ini mendapatkan rasa nyaman dan rasa kekeluargaan, serta tekad dan motivasi belajar yang tinggi hingga kelak mereka berhasil dan mendapatkan ilmu yang barokah nan bermanfaat. Aamiin.[YAT]

Kategori: Berita

Wisuda Spesial Pandemi: “Banyak yang Sukses karena Keterbatasan”

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menggelar Wisuda XXI, Sabtu, 4 Juli 2020, di Lapangan Futsal Pesantren. Wisuda kali ini dihelat sangat sederhana, dengan persiapan yang singkat.

“Wisuda kali ini sangat spesial, karena diselenggarakan di musim Pandemi Corona,” ujar Kepala SMA Qothrotul Falah, KH. Abdurohman Syatibi, M.Pd.

Wisudawan/wati, tamu undangan khusus wali siswa yang diwisuda, guru-guru dan santri semua dihimbau mengenakan masker dan menjaga jarak, untuk mempersempit penyebaran Covid 19. Walhasil, wisuda yang berlangsung singkat dan padat ini al-hamdulillah tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Dalam sambutannya, Camat Cikulur Dr. H. Iyan Fitriyana, M.Pd., menyatakan apresiasinya pada Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

“Pemerintahan serba terbatas. Dan Pondok Pesantren Qothrotul Falah dengan kemandiriannya hadir membantu pemerintah mencerdaskan anak bangsa. Semoga pondok ini mampu membangun peradaban baik di desa, kecamatan, kabupaten, propinsi, nusantara maupun dunia,” ujarnya.

Selain memberikan ucapat selamat secara khusus, Camat muda ini memberikan wejangan pada para wisudawan/wati untuk terus melanjutkan belajar sepanjang zaman. Apapun kelak aktivitasnya, kuliah tidak boleh ditinggalkan.

“Mengabdi dan kuliah. Mondok dan kuliah. Bekerja dan kuliah. Organisasi dan kuliah. Jika terbatas secara ekonomi, harus bersyukur. Banyak yang sukses karena keterbatasan,” katanya.

Dalam tausiahnya, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Ahmad Syatibi Hambali menceritakan bahwa wisuda ini nyaris tidak diadakan. “Namun atas izin Allah bisa dilaksanakan dengan maksimal. Mohon maaf mungkin tidak puas, karena situasi Covid  19. Tapi mohon dipuaskan dan dicukupkan saja ya,” katanya berharap.

Kiai Ibing – sapaan akrabnya – juga memberikan wejangan supaya wisudawan/wati terus belajar tanpa henti. “Ke depan, tantangan akan semakin berat. Karena itu, orientasinya jangan kerja dulu, tapi nyari ilmu dulu. Carilah ilmu sebanyak-banyaknya, supaya bisa menjawab tantangan dunia yang semakin keras,” harapnya.

Selain itu, Kiai Ibing juga berharap supaya umat Islam ini dibagi-bagi dalam beberapa keahlian. “Jangan semua jadi Kiai, biar nggak berebut berkat,” katanya tertawa. “Karena itu jangan merasa cukup sampai di sini,” imbuhnya.

Pada wisuda spesial ini, banyak kegiatan rutin yang dipangkas, seperti penampilan seni, sambutan tiga bahasa, launching buku dan sebagainya. “Bahkan kita sebenarnya sudah menyiapkan pentas seni angklung, namun akhirnya dibatalkan,” ujar Bunda Saadah.

Semoga saja, semua menjadi pelajaran dan kebaikan. Amin! [nhm]

Kategori: Berita

Santri Kembali Jalani KBM di Musim Pandemi

Setelah menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah selama hampir tiga bulan akibat merebaknya wabah Covid 19, terhitung mulai 21 Juni 2020 santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten kembali menjalani KBM sebagaimana mestinya.

Mereka yang berasal dari berbagai wilayah, Jakarta, Bogor, Karawang, Palembang, Lampung, terutama Banten dan sebagainya, kembali berdatangan diantar oleh wali santrinya.

“Sesuai ketentuan yang disepakati, wali santri hanya mengantar putera-puterinya sampai pintu gerbang. Tidak diperkenankan masuk pondok,” ujar Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif.

Dikatakan oleh Nuru H. Maarif, sesuai keputusan pemerintah untuk pemberlakuan New Normal, maka banyak lembaga pendidikan yang kembali aktif menyelenggarakan KBM, termasuk di wilayah Lebak.

“Karena itu, kami bukan latah-latahan. Kami mempertimbangkan banyak hal dan senantiasa melihat situasi. Keputusan ini sudah melalui diskusi panjang secara internal kelembagaan dan didasarkan komunikasi dengan banyak pihak, termasuk pihak kecamatan dan kepolisian setempat,” ujarnya.

Dalam menjalani KBM di masa pandemi ini, ujar Nurul H. Maarif, pihaknya menerapkan aturan yang maksimal baik di saat kedatangan maupun selama proses KBM berjalan.

“Misalnya, mereka harus menyerahkan surat bukti sehat dari Puskesmas setempat, membawa masker minimal lima buah, membawa vitamin dan madu, juga hand sanitizer. Tidak ada ijin keluar pesantren. Selama menjalani KBM di pesantren, mereka juga harus melakukan jarak sosial, baik dalam shalat, kegiatan sekolah, dan lainnya termasuk tidur. Ini ikhtiar kita setidaknya selama masa inkubasi berakhir atau 14 hari. Semoga semua berjalan maksimal,” ujarnya.

Tiga hari di pesantren, mereka akan langsung menjalani ujian lisan yang disusul dengan ujian tulisan dan juga ujian kitab kuning. Semua sudah dipersiapkan secara maksimal oleh pihak pesantren.

Berhubung mereka sudah cukup lama di rumah, maka pesantren tidak akan mengadakan liburan kenaikan kelas. Sejak kedatangan mereka di musim pandemi ini, mereka akan terus menjalani KBM hingga dimulainya ajaran baru 2020-2021. Semua diniatkan untuk menjaga keamanan para santri.[nhm]  

Kategori: Berita

Tradisikan Literasi, Kelas XII Wajib Bikin Karya Tulis

Dalam mencetak santri-santrinya yang berkualitas baik dari segi spiritualitas, moralitas dan intelektualitas, Pondok Pesantren Qothrotul Falah terus berupaya meningkatkan fasilitas untuk santri dalam berkembang. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) untuk kelas akhir yakni Kelas XII SMA Qothrotul Falah. Setiap tahunnya, Kelas XII wajib mengikuti kegiatan KTI yang menjadi persyaratan kelulusan.

Dalam proses penulisan KTI, peserta KTI didampingi atau dibimbing oleh beberapa ustadzah/ustadzah yang telah ditunjuk secara khusus oleh panitia untuk memberikan arahan dan masukan dalam proses pencarian gagasan, penulisan dan hal lainnya. Para pembimbing KTI tahun pelajaran 2019-2020 adalah Hj. Dede Sa’adah, M.Pd., Andri Fauzi, S.Sos., Fitri Aryanti, S.Sos., Nining Sariningsih, Agus Faiz Awwaludin S.Pd.dan Iis Wardaniatunnisa, S.Pd.I.

Setelah melewati masa penulisan dan bimbingan KTI selama kurang lebih dua bulan, seluruh peserta KTI mengikuti kegiatan ujian atau sidang tertutup yang dilaksanakan pada Senin, 30 Maret 2020. Sidang tertutup ini merupakan proses penilaian KTI, mulai dari cara penulisan dan penguasaan materi serta argumentasi. Tujuan utamanya agar Kelas XII dapat mengetahui dan merasakan sidang skripsi saat suatu hari mereka masuk dalam dunia perkuliahan. Ustadz/ustadzah yang bertindak sebagai tim penguji sidang tertutup adalah Ahmad Thurmudzi, M.Pd, Hj. Dede Sa’adah, M.Pd, Agus Faiz Awwaludin, S.Pd, Sofyan Sadeli S.Pd.I dan Puput Nadhifah, SE.

Cahyati, S.Sos., selaku panitia KTI menjelaskan, tujuan dari rangkaian kegiatan KTI adalah untuk pengalaman dan pembelajaran yang sangat penting, juga untuk melanggengkan tradisi literasi di pesantren ini.

“Tujuan kegiatan KTI untuk kelas XII baik IPA/IPS ini adalah untuk pembelajaran buat mereka, gimana caranya nulis makalah, gimana cara bikin footnote, cara ngutip perkataan orang lain dan yang lainnya. Harapannya supaya mereka nggak terlalu kaget ketika nanti masuk ke dunia perkuliahan. Sidang KTI ini juga penting dilakukan, sebagai gambaran dan pengalaman buat mereka. Selain sidang tertutup, juga ada sidang terbuka yang dihadiri oleh seluruh santri dan dewan guru. Pengujinya juga lebih keren,” jelas sarjana sosial UIN SMH Banten ini.

Sidang Terbuka KTI diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Majelis Putera ini dihadiri oleh seluruh santri putera-puteri juga dewan guru. Dalam sidang tersebut hanya empat peserta terbaik yang tampil dan diujikan, yakni Alfi Hidayat (Pemuda Pelopor Perdamaian), Lely Damayanti (Interaksi Sosial dalam Pembentukan Kepribadian Muslim), Tajul Muttaqin (Beda Kepercayaan Satu Keyakinan) dan Isnaeni (Optimisme dalam Meraik Kesuksesan).

Berbeda dengan sidang tertutup, dalam sidang terbuka keempat peserta sidang mempersiapkan slide presentasi dengan cukup baik. Penguji yang dihadirkan pun tak tanggung-tanggung, ada Dr. H. Nurul H. Ma’arif, MA (Alumni S3 UIN Ciputat dan Dosen di beberapa perguruan tinggi), Dr. Muhammad Zen, MA (Da’i professional, Dosen UIN Jakarta & Alumni UIN Jakarta) dan KH. Aang Abdurrahman, M.Pd. (Kepala Sekolah SMA dan Alumni S2 Untirta).

Dipandu oleh Agus Faiz Awwaludin, kegiatan Sidang Terbuka berjalan dengan begitu baik. Para peserta masing-masing mendapatkan ilmu, masukan serta apresiasi dari masing-masing penguji. Kegiatan sidang terbuka ini tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi para peserta.[YAT]