Kategori: Berita

Pelantikan OPPQ 2020-2021: “Tegakkan Hukuman tanpa Kekerasan!”

Setelah melalui proses panjang, seperti kampanye dan debat kandidat, M. Misbahuddin dan Siti Nur Asiah terpilih sebagai Ketua Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Periode 2020-2021, pada Pemilu, Jum’at, 7 Februari 2020.

Dalam pemilihan yang demokratis, diikuti oleh para santri dan guru ini, Misbah (Lebak) berhasil menumbangkan Fakih Tasya Hidayatullah (Serang) dan Sudirman (Lebak). Sedangkah Asiah menjungkalkan Laili Rizqi (Cileles-Lebak) dan Siti Nur Fadhillah (Cikulur-Lebak).

Usai resmi ditetapkan sebagai Ketua OPPQ 2020-2021, keduanya dan kepengurusan baru langsung dilantik pada Sabtu, 8 Februari 2020, malam. SK Kepengurusan dibacakan oleh Ustadz Agus Faiz Awaluddin dan Ikrar Pelantikan dibacakan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Qothrotul Falah KH. Aang Abdurohman, S.E., M.Pd. Sedangkan tausiah diberikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hambali.

Dalam nasihatnya, Pengasuh Pesantren menyatakan terima kasih yang mendalam kepada pengurus lama yang telah mengabdikan diri dan berjuang untuk memperbaiki pondok. “Semoga menjadi amal shaleh dan Allah catat sebagai amal saleh. Semoga menjadi bekal dan pengalaman untuk menjadi pemimpin di masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan pada pengurus yang baru, beliau mengucapkan selamat bekerja. “Saya ucapkan selamat kepada pengurus OPPQ baru yang telah dikukuhkan dan telah menyelesaikan persyaratan-persyaratan menjadi pengurus,” katanya.

Menurut Pengasuh, pemilihan Ketua OPPQ adalah sebuah proses pembelajaran dan pengalaman. “Jangan merasa berkecil hati yang tidak terpilih dan jangan menyombongkan diri bagi yang sudah terpilih,” wejangnya.

Karena itu, imbuh Pengasuh, pengurus yang baru harus belajar pada pengurus lama, karena pasti ada kelebihan dan kekurangannya. “Kelebihan harus bisa dipertahankan dan kelemahannya harus bisa diperbaiki, sehingga ke depan Pondok Pesantren Qothrotul Falah bisa dilihat kebaikan dan keunggulannya oleh masyarakat dengan bantuan Kepengurusan OPPQ,” katanya berharap.

Pengasuh sangat menekankan tidak dilakukannya kekerasan dalam proses penghukuman. “Setiap pondok pesantren pasti ada aturannya, termasuk pondok kita. Hukuman harus ada dan harus ditegakkan sesuai ketentuan dan tanpa kekerasan,” pesannya.

“Pengurus lama juga tetap harus ada aturannya. Tidak boleh seenaknya. Misalnya jamaah, ngaji dan kedisiplinan harus dilaksanakan,” sambungnya.

Pengasuh berharap, mudah-mudahhan kepengurusan OPPQ yang diketuai oleh Misbahuddin dan Siti Nurasiah ini dapat membawa Pondok Pesantren Qothrotul Falah lebih baik. “Jadikanlah kepengurusan sebagai sarana untuk berbuat sesuatu untuk pondok. Jadikan untuk pengabdian dan ladang amal,” katanya berpesan.

Karena itu, Pengasuh berharap, pengurus baru yang dibimbing oleh Ustadz Andre Fauzi, S.Sos. dan Ustadzah Cahyati, S.Sos., ini harus membuat rencana atau program-program kerja dengan sebaik-baiknya, yang bisa membawa kemajuan untuk pondok.  

“Sehingga, harapan saya untuk semua santri, semoga semuanya menjadi orang-orang yang berhasil setelah keluar dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Santri kita bisa dilihat oleh masyarakat, bisa didengar oleh masyarakat, dan bisa diandalkan oleh masyarat,” harapnya.

Sebagai ketua terpilih, Misbah dan Asiah berjanji untuk lebih meningkatkan keaktifan kegiatan santri, baik jamaah, puasa Senin-Kamis, pengajian kitab, kedisiplinan, kebersihan maupun selainnya.[YAT/NHM]

Kategori: Berita

Pelatihan Organisai untuk Siapkan Pengurus Baru

Untuk menyiapkan kepengurusan Organisasi Pelajar Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Masa Bhakti tahun 2020-2021, Komisi Pemilihan Santri (KPS) yang diketuai oleh Ustadzah Nining Sariningsih menyelenggarakan kegiatan pengkaderan bagi seluruh calon pengurus OPPQ baru yang sebelumnya telah menyelesaikan beberapa persyaratan.
 
Kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun menjelang pergantian kepengurusan OPPQ ini dinamakan dengan Latihan Manajemen Organisasi (LMO) yang dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 02-04 Februari 2020 ba’da pengajian kitab diniyyah. Kegiatan yang dilakukan di Kelas XII IPS ini mengangkat tema Mengembangkan Kepemimpinan Melalui Tanggung Jawab, Ide dan Kerja Nyata.

Ustadzah Nining menyampaikan, tujuan utama kegiatan LMO dalam kesempatan wawancara dengan Tim Website Qothrotul Falah. “Kegiatan LMO ini memang menjadi salah satu kegiatan penting untuk dilaksakan dalam rentetan kegiatan KPS. Harapannya dengan kegiatan ini para pengurus baru bisa menggali ilmu keorganisasian dengan lebih banyak, sehingga saat mereka menemukan kesulitan atau konflik dalam kepengurusan, mereka bisa menemukan jawabannya dengan bermodalkan kegiatan ini”, ujar Ustadzah Nining.

Kegiatan LMO diisi dengan beberapa materi keorganisasian yang disampaikan langsung oleh para Alumni Qothrotul Falah. Beberapa pemateri diantaranya adalah Aditia Khaerudin (Pengurus Pusat Ikatan Pelakar Nahdhatul Ulama/IPNU) yang menyampaikan materi Pemimpin dan Kepemimpianan dan Ade Bujhaerimi (Ketua FSPP Kab. Lebak ) yang menyampaikan materi Pembentukan Karakter.

Kegiatan LMO ini diikuti dengan baik dan penuh semangat oleh seluruh kelas XI IPA/IPS sebagai calon pengurus OPPQ baru. Semoga materi, nasihat dan motivasi yang didapat dari kegiatan ini memberikan pengaruh yang signifikan untuk kemajuan kepengurusan OPPQ tahun 2020-2021.[AY]

Kategori: Berita

BWA Wakafkan Ratusan Alquran untuk Santri

Badan Wakaf Alquran (BWA) mewakafkan sejumlah 460 Alquran untuk Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Jamaah Majelis Taklim Qothrotul Falah, Sabtu, 26 Januari 2020. Serah terima Alquran ini dilakukan di Hall La Tansa Rangkasbitung dan diterima langsung oleh Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, didampingi Ustadz Muhammad Yusuf (Pembina Tahfidz) dan beberapa santri tahfidz.

Selain Pondok Pesantren Qothrotul Falah, ratusan lembaga yang lain, baik pesantren, majelis taklim, maupun organisasi keagamaan, juga mendapatkan wakaf Alquran. Menurut perwakilan BWA, Ustadz Sofyan, tahun 2020 ini, BWA mengalokasikan 20 ribu Alquran untuk wilayah Banten, yang pendanaan pencetakannya diambil dari para donatur. Untuk 2019, 10 ribu Alquran sudah terdistribusi di wilayah Banten. Total untuk wilayah Banten 30 ribu Alquran.

Sebelum pendistribusian Alquran, pihak BWA menyelenggarakan pelatihan tahsin Alquran bersanad khusus Surah Alfatihah, yang dibimbing langsung oleh Ustadz Abdurrahman Dihya, dari Purwakarta, yang memiliki banyak jalur sanad Alquran dari guru-gurunya, baik guru asli Indonesia maupun Timur Tengah. Ratusan peserta yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan ini.

Untuk Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Alquran yang diterima akan digunakan oleh ratusan santri baik yang MTs maupun SMA, ratusan siswa-siswi MDA Qotrotul Falah dan ratusan jamaah Majlis Taklim Qothrotul Falah. Alquran ini sangat bermanfaat untuk kepentingan belajar santri dalam mendalami kitab sucinya.

Dalam kesempatan pemberian testimoni, mewakili yang hadir, Nurul H Maarif merespon dua hal; kegiatan tahsin Alquran dan wakaf Alquran.

“Keduanya merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi umat Islam. Dengan tahsin, yang bacaannya belum bagus akan menjadi lebih bagus. Yang sudah bagus, akan menjadi lebih bagus lagi. Membaca Alquran dengan tajwid itu hukumnya wajib (hatmun lazimun). Siapa membaca Alquran tanpa tajwid, maka dia berdosa,” ujarnya.

Terkait wakaf Alquran, Nurul H Maarif berharap, kegiatan ini kian mendekatkan umat Islam dengan kitab sucinya. “Semoga umat Islam lebih sering berinteraksi dengan Alquran, baik membaca, memahami maupun mengamalkan isinya. Semoga juga jumlah buta huruf Alquran di Banten kian menipis. Dan secara pribadi saya berdoa, semoga Alquran tidak hanya tinggal teksnya saja, melainkan juga berkembang pemahaman dan pengamalannya,” katanya.

Karena itu, atas nama Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Nurul H. Maarif menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Badan Wakaf Alquran (BWA) yang tahun ini menargetkan mendistribusiukan sejuta Alquran ke berbagai wilayah Indonesia, dengan tagline “Sejuta Alquran, Indonesia Kuat.”[nhm]

Kategori: Berita

Syeikh Ammar Ijazahkan Sanad al-Arbain al-Nawawiyyah

Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mendapat kehormatan kunjungan Syeikh Ammar Azmi al-Rafati al-Jailani al-Hasani, cicit ke-23 Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, pada Selasa, 21 Januari 2020, siang. Syeikh Ammar yang asli Palestina ini didampingi oleh saudara sepupunya, Hasan, dan asisten sekaligus penerjemahnya Fikri H. Muharram (Penulis Novel, “Tuhan, Izinkan Aku Pacaran!”.

Di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Syeikh Ammar disambut meriah oleh keluarga pesantren. Tampak menemani beliau, Pengasuh KH. Ahmad Syatibi Hambali, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman Syatibi, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, Pembina Tahfidz Muhammad Yusuf, dan Waka Kurikulum Agus Faiz Awaludin.

Di depan ratusan santri dan masyarakat, bertempat di Majlis Putra Qothrotul Falah, Syeikh Ammar memberikan banyak wejangan, terutama terkait interaksi umat Islam dengan al-Qur’an. Beliu berharap, banyak santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang menghafalkan al-Qur’an.

“Siapa bilang menghafalkan al-Quran itu sulit? Allah Swt sudah menjelaskan dalam beberapa ayat al-Qur’an, menghafal al-Qur’an itu mudah. Dan banyak metode yang bisa dilakukan,” ujar Syeikh Ammar, yang lantunan ayat al-Qur’annya indah ini. Syeikh Amar bahkan memiliki 150 metode menghafal al-Qur’an.

Syeikh Ammar juga mengingatkan pada jamaah untuk tidak terlalu banyak tidur. “Sibukkan diri dengan ilmu, jangan banyak tidur. Banyak tidur adalah musibah,” ujarnya.

Diantara kegiatan yang terpenting adalah pemberian sanad Kitab al-Arbain al-Nawawiyyah, karya Imam Syaraf Nawawi. Beliau membacakan seluruh Hadis dalam kitab itu, sejumlah 42 Hadis dan diikuri para santri, lalu memberikan sanadnya yang bersambung sampai Rasulullah Saw.

Atas kunjungan ini, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif yang memberikan sambutan menyatakan rasa terima kasihnya yang mendalam. “Ini adalah anugerah dari Allah, yang patut disyukuri sebaik-baiknya,” katanya.

Nurul H. Maarif lalu mengutip komentar Pengarang al-Muwaththa, Imam Malik bin Anas, yang menyatakan al-‘ilm yu’ta wa la ya’ti (ilmu itu didatangi, bukan mendatangi). “Namun atas izin Allah, hari ini, ilmu yang mendatangi kita melalui wasilah Syeikh Ammar, bukan kita yang mendatangi,” komenternya atas keilmuan Syeikh Ammar di bidang qiraat al-Quran, Hadis maupun fikih dan ushul fikih.

Ala kulli hal, kunjungan ini memberikan kehormatan pada seluruh keluarga pesantren. Sebelumnya, Syeikh Amin al-Jailani, cicit Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, juga bermalam di Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Semoga pondok ini dicintai dan banyak dikunjungi orang-orang saleh.[nhm]
 

Kategori: Berita

QF Peduli Kemanusiaan Terus Salurkan Bantuan

Banjir bandang dan longsor melanda berbagai wilayah Indonesia, tak terkecuali Lebak. Setidaknya ada tiga kecamatan yang mengalami dampak terparah; Kecamatan Sajira, Kecamatan Cipanas dan Kecamatan Lebak Gedong. Kerugian material dan moril sangat besar.

Bahkan korban yang tinggal di pengungsian jumlahnya ribuan jiwa, yang tersebar di beberapa titik. Untuk itu, semua pihak semestinya menunjukkan kepedulian dan empati pada para korban. Pondok Pesantren Qothrotul Falah juga turut membuka posko peduli kemanusiaan yang disebut Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan.

Dikatakan Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, kita semua bagaikan satu tubuh. Yang satu sakit, kita juga merasakan sakit. Yang satu menderita, kita juga harus merasa menderita.

“Karena itu, jika saudara-saudara kita terkena musibah, kita semua harus ikut peduli seberapapun kemampuan kita. Dan yang terpenting, kita jangan melihat latar belakang agama maupun organisasi. Lihatlah korbannya sebagai manusia ciptaan Allah,” ujarnya.

“Dan melalui Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan kita berupaya menyalurkan berbagai bantuan untuk para korban,” sambungnya.

Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan terus menggalang bantuan dari berbagai pihak, baik internal pesantren, wali santri dan masyarakat luas. Semua disalurkan untuk membantu meringankan beban korban.

Sejauh ini, bantuan yang diterima berupa makanan, pakaian layak dan baru, juga donasi dana. “al-Hamdulillah, kami sudah menyalurkan bantuan dua kali, dua losbak penuh. Kami salurkan ke tiga tempat, Desa Nunggul, Desa Somang dan Desa Banjar Irigasi. Ketiganya terdampak parah,” katanya.

Setiap ke lokasi, Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan selalu memberangkatkan banyak personil yang terdiri dari para guru. Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman MPd, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, Keamanan Ustadz Eman Sulaiman, Pembina Tahfidz Ustadz Muhammad Yusuf, dan banyak lagi, senantiasa berjibaku aktif menyalurkan bantuan.

“Bantuan yang kami bawa ada pakaian layak dan baru, mie instan, air mineral, kue-kue atau biskuit untuk anak-anak, alat-alat masak, pakaian dalam, pembalut, pempers, gula, the, kopi dan banyak lagi. Bahkan kami juga mendampingi kawan-kawan dari Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI) menyalurkan beras satu ton untuk Desa Somang (4 kwintal) dan Desa Banjar Irigasi (6 kwintal). Al-hamdulillah banyak yang peduli,” katanya.

Selain membawa bantuan itu, Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan juga mengirimkan puluhan guru untuk membantu bersih-bersih Pondok Pesantren La Tansa di Banjar Irigasi, yang terkena dampak cukup parah.

“Apa saja yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan untuk memberikan kemanfaatan,” kata Nurul.

Karena itu, sambungnya, pihaknya menghaturkan banyak terima kasih pada seluruh donatur yang telah tulus ikhlas menyalurkan donasinya melalui Qothrotul Falah Peduli Kemanusiaan.

“Insya Allah semua kebaikan akan ada perhitungannya dari Allah. Dan insya Allah kami akan terus menggalang bantuan semampunya, karena masih sangat banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan. Kapan lagi kita akan melalukan kebaikan pada sesama?” katanya.[nhm]

Untuk donasi bantuan, bisa hubungi Nurul H. Maarif (081317773857), Ahmad Turmudzi (081910961388), Kiai Abdurohman (081318313032) dan Bunda (081381379236).  

Kategori: Berita

Di Rumah Jangan Banyak Main!

Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah tengah menjalani liburan panjang, selama 5-18 Januari 2020, setelah menjalani serangkaian ujian lisan dan tulisan yang melelahkan. Oleh lembaga, liburan mereka memang dimundurkan supaya lebih leluasa menjalani liburan.

“Yang lain sudah masuk, kalian baru libur. Mau ke kolam renang sudah sepi. Mau ke pantai sudah sepi. Mau nonton juga sudah sepi. Jadi kalian leluasa mau ngapain aja,” ujar Kepala SMA Qothrotul Falah, KH. Abdurohman, M.Pd., dalam arahannya sebelum perpulangan.

Sebelum perpulangan, Pengasuh Pesantren, KH. Achmad Syatibi Hambali juga memberikan arahan sebagai bekal mereka di rumah. “Santri pulang dijemput walinya ya. Tidak boleh ada santri pulang Nge-BM (menumpang kendaraan truk atau losbal – red),” ujarnya.

Kiai Ibing, sapaan akrabnya, juga meminta para santri untuk tetap menjalankan kegiatan yang biasa dijalani di pesantren. “Di rumah jangan banyak main! Jangan motoran! Dan  mohon datang ke pondok tepat waktu. Semua harus datang sebelum Ashar tanggal 18 Januari. Yang telat dihukum. Kalau nggak mau dihukum ya harus disiplin,” katanya.

Pengasuh juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah, terutama di Lebak bagian timur.

“Kawan kawan banyak kena musibah, termasuk yang di Lebak. Banyak pesantren yang kena imbasnya. Kita harus peduli. Kita sedang prihatin. Semua kehendak Allah. Mungkin teguran. Bukan hanya untuk orang sana, tapi juga untuk kita. Baik yang kena musibah maupun kita,” terangnya.

“Karena itu kita harus mendekatkan diri pada Allah. Banyak berdoa untuk keselamatan. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menolaknya. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah dan terhindar dari mara bahaya. Mudah-mudahan kejadian yang menimpa saudara kita bisa jadi pelajaran kita dan memperkuat keimanan kita pada Allah,” sambungnya.

Pengasuh juga berharap santri membiasakan bangun malam untuk berdoa dan mendekatkan diri pada Allah. “Pertama yang semestinya diminta adalah Allah memberikan ilmu dan kedua doakan kedua orang tua untuk kebaikan dunia dan akhirat,” harapnya.

Tak lupa, beliau mengingatkan pada seluruh santri bahwa menuntut ilmu itu jalannya berliku. Tidak mudah. “Ingin derajat yang tinggi, berbagai kesulitan harus dilalui. Jauh orang tua. Kita harus menahan diri. Kadang kurang bekal atau sakit. Sabar itu kunci segala harapan. Dengan sabar, yang kita inginkan bisa didapat. Ilmu diraih dengan ketekunan bukan keturunan,” ujarnya.

Pada hari Ahad, 5 Januari 2020, wali santri ramai berdatangan menjemput putera-puterinya, baik yang dari wilayah sekitar maupun luar Banten. Dan di rumah, santri diberi tugas hafalan-hafalan untuk disetorkan saat mereka kembali ke pesantren.[nhm]

Kategori: Berita

Keriuhan Gebyar OPPQ 2019

Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) Cikulur Lebak Banten, merupakan organisasi yang mewadahi program dan visi misi kegiatan santri. Di penghujung tahun, pengurus biasanya disibukkan dengan programa Gebyar OPPQ. Kegiatan ini meliputi tiga rangkaian seperti Muhafadzah Akbar, Muhadharah Akbar dan OPPQ Awards.

Tepat pada Kamis malam (19/12/19), Gebyar OPPQ dibuka dengan penampilan hafalan-hafalan santri atau Muhafadzah. Berbagai macam hafalan ditampilkan di hadapan seluruh santri dan juga dewan guru. Mulai dari hafalan Awamil, Jurumiyah, Alfiah, Baiquniyah, Aqidatul Awam dll. Kegiatan menghafal ini melewati tahap seleksi, sama halnya dengan Muhadharah Akbar (Public Speaking). Acara berlangsung hingga Sabtu malam (21/12/19).

Santri selalu menyambut antusias kegiatan tahunan ini, karena selain menantang keberanian mereka dalam bersaing dari segi hafalan dan pidato tiga bahasa, acara ini juga merupakan ajang pemberian reward terhadap santri selama ditangani oleh kepengurusan OPPQ tahun ini.

“Ini kali pertama saya mengikuti Gebyar OPPQ, karena saya santri baru tahun ini. Sangat seru sekali dan dibikin penasaran apakah saya termasuk dalam nominasi atau tidak. Acara ini merupakan acara yang selalu bikin setiap santri penasaran dan tertantang keberaniannya untuk menampilkan yang terbaik,” ujar Yuliawati, salah satu santri Kelas IV.

“Saya peserta Muhadharah Bahasa Arab. Ini merupakan pengalaman pertama saya lolos seleksi peserta muhadharah. Selain untuk menambah pengalaman, alasan saya mengikuti muhadharah ini untuk menantang diri saya sendiri dalam menampilkan yang terbaik,” jelas Eka Fitria, salah satu peserta Muhadharah Akbar.

Kegiatan yang mewadahi kreatifitas santri dalam menghafal dan juga pidato ini selalu menjadi program unggulan setiap tahunnya. Pengurus OPPQ akan berusaha keras untuk mewujudkan acara terbaik dari sebelumnya, sehingga bisa melahirkan para muballigh muda sekaligus penghafal unggul dari Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Amiin. [URU]
 

Kategori: Berita

Mondok Sejak Dini Itu Keren

Madrasah Diniyyah Awwaliyah (MDA) Qothtoul Falah kembali mengadakan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) di tahun 2019, yang bertempat di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu-Senin, 7-9 November 2019, ini diikuti oleh lebih 91 peserta murid Diniyyah Qothrotul Falah yang nota bene-nya adalah siswa-siswi kelas 4-6 Sekolah Dasar (SD). Atas antusias wali murid juga murid MDA yang luar biasa, jumlah pe yang ikut serta Sanlat tahun ini pun cukup meningkat dibandingkan dengan Sanlat tahun 2018 yang hanya mencapai 80 peserta.

Kegiatan Sanlat kedua MDA Qothrotul Falah yang berlangsung selama tiga hari tersebut memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk menanamkan rasa cinta peserta pada dunia pesantren, mengajarkan peserta tentang pentingnya mengedepankan akhlak yang mulia serta mengajak para peserta untuk dapat merasakan indahnya hidup atau mondok di pesantren.

Berdasarkan hal tersebut, Sanlat MDA 2019 ini mengangkat tema “Belajar Menjadi Santri, Belajar Menjadi Pribadi Yang Berakahlak Mulia”.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin kami lakukan, untuk pembelajaran anak-anak mengenal dunia pesantren. Mondok sejak dini itu penting dan keren menurut kami,” ujar Kepala MDA Qothrotul Falah, Hj. Dede Saadah, M.Pd.

Selama kegiatan Sanlat, para guru membiasakan peserta Sanlat untuk shalat berjamaah tepat waktu, tadarus al-Qur’an dan shalat tahajjud. Selain itu, kegiatan Sanlat juga dilengkapi dengan berbagai macam materi keilmuan, games juga hiking sebagai sarana hiburan peserta.

Adapun guru-guru yang didaulat memberikan materi, antara lain, Nurul H. Maarif (Koordinator Malis Pembimbing Santri), Agus F. Awaluddin (Waka Kurikulum), Subandi (Guru MDA), dan banyak lagi.

Acara Sanlat diakhiri dengan penutupan sekaligus pembagian hadiah yang diberikan oleh Kepalasa MDA, yakni Hj. Dede Sa’adah yang baru saja menyelesaikan studi S2-nya di Pasca Sarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada seluruh peserta Sanlat agar rutinitas ibadah juga pelajaran akhlak yang didapatkan selama kegiatan Sanlat tetap dilakukan atau dibiasakan ketika di rumah.[YAT]

Kategori: Berita

BLK Qothrotul Falah Selenggarakan Pelatihan Computer Operator Assistant

Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, bekerja sama dengan BBPLK Kementrian Ketenagakerjaan Propinsi Banten, pada Jum’at, 18 Oktober 2019 menyelenggarakan pelatihan komputer bagi masyarakat sekitar, yang belum memiliki pekerjaan definitive atau mereka yang pra-kerja.

Untuk Paket 1, kegiatan pelatihan yang diselenggarakan adalah Computer Operator Assistant atau pelatihan dasar komputer dan hanya terbatas untuk 16 peserta, yang dinyatakan lolos seleksi oleh Panitia dari para pendaftar yang datang dari berbagai wilayah di sekitar Kecamatan Cikulur: Sumurbandung, Sanding, Parage, Kebun Kelapa, Curug Panjang dan sebagainya.   

Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan beberapa materi mengenai komputer juga dilatih skill dalam mengoperasikannya dengan didampingi oleh instruktur yang sudah beberapa tahun mengajar komputer, seperti Ustadzah Cahyati, S.Sos. dan Ustadz M. Eman Sulaiman.

Selama pelatihan, peserta juga mendapatkan beberapa fasilitas seperti Alat Tulis Kantor (ATK), sertifikat, seragam latihan (dua baju), modul, snack, makan, uang transport serta fasilitas lainnya.

Kegiatan pelatihan ini akan terus berlanjut hingga beberapa angkatan. Tak hanya Computer Operator Assistant, program selanjutnya telah disiapkan juga pelatihan Desain Grafis dan sebagainya.

Hadirnya BLK Komunitas Qothrotul Falah ini, diharapkan memberikan banyak kemanfaatan untuk masyarakat sekitar, guna mempersiapkan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam bidang komputer, sebelum nanti mereka memasuki dunia pekerjaan yang nyata.[YAT]

Kategori: Berita

Santri Mencintai Tanah Air Sepenuh Jiwa Raga

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Pondok Pesantren Qothrotul Falah pun ikut serta meramaikan hari santri itu, dengan tujuan menumbuhkan semangat santri dalam menuntut ilmu di pesantren dan membela negara ini.

Berbagai kegiatan diatur sedemikian rupa oleh para Pengurus OPPQ (Organisasi Pelajar Pesantren Qothrtul Falah), yang rangkaiannya sudah dimulai sejak Jum’at, 18 Oktober 2019, saat seluruh santri libur sekolah. Diawalai dengan kegiatan language festival (Lomba Pop Song,  Puisi Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Story Telling), liwet, pawai, upacara hingga khataman al-Quran dan istigathsah.

Para santri begitu antusias ketika menjelang Hari Santri, karena memiliki kebanggaan tersendiri  ketika santri dakui oleh negara.  “Ini tahun pertama saya mondok dan baru kali ini saya tahu bahwa santri ada hari spesialnya. Melihat kemeriahan yang ada di Hari Santri Nasional ini, saya akhirnya merasa bangga menjadi santri. Terima kasih pondokku untuk pengalaman pertama ini,” jelas Dita Rismuna, siswi Kelas X IPA SMA Qothrotul Falah.

“Santri dan ulama adalah bagian dari NKRI pemersatu bangsa. Santri juga berperan serta dalam mendukung para pahlawan menghadang para penjajah dulu. Maka kita perlu bangga menjadi santri. Dengan adanya Hari Santri, ini bukti bahwa santri cukup penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Untuk itu santri putra maupun puteri teruslah tingkatkan kualitas mengaji dan belajar kita di pesantren,” ujar KH. Abdurrahman, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMA Qothrotul Falah dalam sambutannya di upacara Hari Santri Nasional.

Sambutan Kepala Sekolah tersebut meyakinkan seluruh santri, bahwasannya kebanggan santri tidak hanya terletak pada kepandaiannya mengaji, tapi juga mampu mencintai NKRI dengan sepenuh jiwa raga layaknya para pahlawan yang berasal dari pesantren.

Adanya Hari Santri Nasional ini membuktikan bahwa Indonesia adalah milik seluruh rakyat. Pemudanya baik santri maupun bukan bisa bersatu tanpa merasa minder dengan statusnya di masyarakat.

Semoga saja, peringatan ini menjadikan para santri kian peduli pada bangsa dan Tanah Airnya, sehingga mereka benar-benar bisa mengisi kemerdekaan yang diraih dengan darah, melalui berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat.[uyun]

Kategori: Berita

Antusias Santri Peringati Hari Perdamaian Dunia

Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace) dilaksanakan setiap 21 September.  Ini hari yang sangat penting untuk diketahui serta diperingati oleh seluruh masyarakat di setiap negara, termasuk Indonesia, karena peringatan ini secara umum didedikasikan demi perdamaian dunia dan secara khusus demi berakhirnya peperangan, perpecahan dan kekerasan yang terjadi baik antar negara maupun antar masyarakat.

Mengingat hal di atas, Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten turut andil dalam memperingati Hari Perdamaian Dunia tahun 2019. Secara khusus, Peace Leader Qothrotul Falah mengadakan berbagai macam kegiatan untuk para santri dengan mengangkat tema Damai dari Pesantren. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu Jum’at-Sabtu, 20-21 September 2019.

Peringatan Hari Perdamaian Dunia untuk para santri ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan edukasi tentang pentingnya merawat keharmonisan dengan menanamkan serta mengimplementasikan sikap toleransi demi terwujudnya perdamaian. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu cara guna membuka pemikiran para santri akan pentingnya menyuarakan pesan damai dan  anti kekerasan, hoax dan perpecahan.

“Kegiatan ini memang sengaja kami buat untuk memberikan wawasan para santri tentang toleransi dan perdamaian serta untuk menumbuhkan kesadaran bahwa santri atau pesantren itu punya tanggungjawab yang cukup besar untuk perdamaian dunia, khususnya Indonesia,” ungkap Kak Eman Sulaiman selaku Ketua Panitia sekaligus Tim Peace Leader Qothrotul Falah.

Peringatan Hari Perdamaian Dunia ini disambut gembira dan antusias oleh santri. Di hari Jum’at, 20 September 2019 peringatan diisi dengan kegiatan lomba cipta baca puisi dan karikatur bertemakan perdamaian yang diikuti oleh setiap kelas serta seminar berjudul “Pesantren sebagai Garda Terdepan Perdamaian”  yang disampaikan oleh Ustadz Agus Faiz Awwaludin.

Selanjutnya di hari inti, yakni Sabtu, 21 September 2019 kegiatan diisi dengan pawai perdamaian dan seminar dengan tema “Islam Mengasihi Bukan Membenci” yang disampaikan oleh Ustadzah Cahyati.

Dengan peringatan Hari Perdamaian Dunia ini, segenap Ustadz-ustadzah Pondok Pesantren Qothrotul Falah berharap para santri bisa mengambil hikmah dan pengetahuan tentang makna toleransi dan perdamaian. Santri tumbuh menjadi pribadi yang toleran, sehingga dapat menjalin hubungan yang harmonis dalam bermasyarakat dan bernegara, dengan siapapun dan dari latar belakang apapun.

Tak sampai di situ, santri juga diharapkan mampu menjadi pelopor-pelopor perdamaian atau agent of peace yang siap menuangkan pikiran serta tenaganya demi terwujudnya bangsa yang damai.

Tak lupa, disampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang berkenan turut membantu menyukseskan kegiatan ini, baik para guru, santri, maupun para donatur.[YAT]