Kelas IX MTs Jalani UN, Santri Lain Berkemah

Selama empat hari, Senin-Kamis (4-7 Mei 2015), siswa-siswi Kelas IX MTs Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menjalani Ujian Nasional (UN) Tahun 2015, bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

“Insya Allah anak-anak kami sudah siap sedia. Kegiatan-kegiatan pra-UN juga sudah dilakukan dengan maksimal. Semoga pelaksanaannya di lapangan tidak terkendala suatu apapun,” ujar Kepala MTs Qothtotul Falah, Tanto Haryanto S.Si., saat rapat umum Dewan Guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Sabtu, 2 Mei 2015 malam.

Dikatakannya, untuk UN kali ini, pihaknya akan menggunakan tiga ruangan. “Satu ruangan untuk kepanitiaan dan dua ruangan untuk pelaksanaan UN. Semua sudah kami siapkan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Sebelum diselenggarakannya UN 2015 ini, para siswa-siswi menggelar kegiatan istighotsah dan ziarah ke makam-makam para wali. “Ke Syeikh Manshur Cikaduen, Abuya Dimyati Pandeglang, juga ke Pulau Cengkir Tangerang. Niat awalnya sih untuk memberikan kekuatan batin bagi anak-anak yang hendak menjalankan kegiatan Ujian Nasional,” ujar Ustadz Maftuh Affandi, pendamping kegiatan ini.

Mudah-mudahan saja, kegiatan wajib tahunan ini berlangsung dengan lancar dan menghasilkan lulusan yang terbaik.

Kemah
Di saat UN MTs diselenggarakan selama empat hari, maka para santri lainnya menggelar kegiatan perkemahan. “Santri lain tidak diliburkan. Hanya saja, supaya tidak mengganggu jalannya UN, maka kita adakan kegiatan perkemahan selama empat hari. Apalagi pada saat UN SMA, mereka sudah diliburkan selama lima hari,” ujar Ka Deden Fathurohman, Pembina Pramuka Qothrotul Falah.

Dikatakannya, kegiatan ini akan diselenggarakan di lingkungan pesantren. “Pertimbangannya, karena perkehaman ini kan empat hari. Cukup lama kalau harus di luar pesantren. Karena itu, kita adakan di lingkungan pesantren dengan harapan kalau mereka kelelahan bisa istirahat di kamar-kamar pesantren yang lebih nyaman,” jelasnya.

Pada perkemahan ini akan diselenggarakan banyak kegiatan, baik terkait pemberian materi maupun game-game. “Dari tentara akan memberikan materi dan alumni-alumni akan memberikan game-game. Hiking itu sudah menjadi kebiasaan juga. Insya Allah kegiatan ini akan ramai,” ujarnya.

Rencananya, Senin pagi mereka sudah bersiap menuju bumi perkemahan dengan rute perjalanan lebih tiga jam. “Nanti kita bikin rutenya yang agak jauh, kembalinya ke pondok lagi,” katanya.

“Semoga saja kegiatan ini bisa menjadi solusi bagi santri lain yang tidak diliburkan,” katanya.[nhm]