Makna Panjat Pinang bagi Santri

Banyak cara untuk mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus. Yang paling ramai dan khas adalah panjat pinang, yang dilakukan di berbagai wilayah.

“Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah pun tak ketinggalan menyelenggarakan panjat pinang. Kami tentu saya tidak sekedar latah ramai-ramai saja, melainkan ada makna terpenting yang kami petik,” ujar Ustadz Ahmad Turmudzi, S.Pd.I.

Apa makna filosofinya?

“Di atas pohon pinang itu terdapat banyak kenikmatan, dalam hal ini aneka ragam hadiah. Dan kenikmatan itu hanya bisa diraih dengan dua hal: kebersamaan atau kerjasama dan kerja keras, karena medannya yang licin,” ujarnya.

Dua hal itu, tentu saja tidak mudah dijalankan. Namun tanpa keduanya, kenikmatan yang ada di puncak niscaya tidak akan pernah didapat.

“Begitu halnya kemerdakaan Republik Indonesia yang diraih pada 1945 lalu. Tanpa kebersamaan dan kerja keras, yang bahkan menjadikan nyawa sebagai taruhan, maka kemerdekaan yang manis ini tidak akan pernah didapatkan,” ujarnya lagi.

Selain panjat pinang, kegiatan perlombaan lainnya juga diselenggarakan. Misalnya, futsal, bola tangan, memasukkan jarum dalam botol dan masih banyak lagi.[nhm]