Enam Guru Ikuti Dialog Pencegahan Terorisme

Enam guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengikuti Dialog Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten, Sabtu, 5 September 2015.

Mereka adalah Ust. Sofiyan Sadeli, Ust. Agus Maulana, Ust. Muhamad Subhan, Ust. Subandi, Ust. Andri Fauzi dan Nurul H. Maarif.

“Ya, biar kami punya pengetahuan tentang bahaya terorisme dan radikalisme bagi kelangsungan berbangsa dan bernegara, juga bagi penghargaan pada kemanusiaan,” ujar Ust. Andri Fauzi.

Seperti dikatakan panitia, kegiatan yang diikuti oleh tokoh-tokoh pendidikan di wilayah Propinsi Banten ini memang diniatkan untuk memberikan pemahaman perihal bahaya tindak terorisme atau radikalisme agama.

Karena itu, diharapkan kegiatan ini memberikan pemahaman dan kesepahaman yang sama dari para pendidik di wilayah Propinsi Banten perihal keharusan menghindari potensi-potensi terjadinya dua hal ini.

“Jangan salah, kelompok-kelompok yang keras sudah banyak masuk di komplek-komplek. Ciri-cirinya, ngajinya pakai quran terjemahan, gampang menyalahkan dan melarang penghormatan pada bendera. Ribuan ayat al-Quran yang ada, nggak satupun melarang hormat pada bendera. Mereka ini ngajinya kitab apa?” tanya seorang pemateri, Dr. KH. Amas Tadjuddin selaku MUI Kota Serang.

Selain Dr. Amas, bertindak sebagai pemateri adalah Brigjen Polisi Drs. Hamidin (Direktur Pencegahan BNPT), Brigjen Purn. Hj. Rumiyati (Ketua FKPT Banten), Prof. Dr. Soleh Hidayat (Rektor Untirta Banten) dan Prof. Dr. HB. Safuri, M.Hum (Guru Besar IAIN SMH Serang).[nhm]