Gerakan Santri Siap Kotor

Lebih dari 60 santri baik MTs maupun SMA Qothrotul Falah tergabung dalam Geespe (Gerakan Santri Peduli). Gerakan ini diinisiasi oleh Nurul H. Maarif dan beberapa santri lainnya semisal Muhammad Sufyan, Muhammad Iip Muflihin, Egi Rojian Hakim, Sahaludin dan sebagainya.

Secara resmi, Geespe telah memiliki Ketua, yang dihasilkan dari musyawarah anggota pada Kamis (10/9/2015) malam, di Majelis Qothrotul Falah. Muhammad Sufyan alias Piyong, santri Kelas XI SMA Qothrotul Falah asal Citeras Lebak Banten, terpilih sebagai ketuanya, mengalahkan Muhammad Rofki dan Muhammad Iip Muflihin.

“Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan semuanya. Semoga kita bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk pondok kita ini,” kata Piyong dalam sambutannya.

Geespe sendiri sebetulnya forum iseng-iseng yang bermotto “melakukan hal-hal yang tidak dilakukan kebanyakan orang”. Misalnya, gerakannya adalah peduli pada tanaman (bunga-bunga) dari menyirami, merawat dan menanam. Bersih-besih sampah, solokan air, toilet dan segala hal yang tidak biasa dikerjakan orang.

“Pokoknya santri yang tergabung dalam Geespe adalah yang siap kotor, siap capek. siap dihina dan sebagainya. Kita nyari kotoran kambing buat pupuk, itu biasa. Solokan yang becek dan bau kita bersihkan juga biasa,” jelas Nurul H. Maarif.

“Saya punya keyakinan, orang yang mulia adalah orang yang bersedia melakukan hal-hal yang justeru dihindari oleh banyak orang,” sambungnya. “Dan saya yakin, santri yang tergabung dalam gerakan ini adalah santri yang siap menjadi orang mulia tanpa harus memproklamirkan dirinya sebagai orang mulia,” imbuhnya.

Rencananya, setiap Jum’at santri-santri yang tergabung dalam Geespe akan dibagi beberapa kelompok untuk turut membantu membersihkan masjid-masjid di sekitar pesantren. Selain itu, akan ada kegiatan rutin bersih-bersih di lingkungan pesantren, merapikan sandal-sandal santri yang berserakan dan sebagainya.

Dan pada Jum’at, 11 September 2015, mereka sudah mulai bergerak membersihkan solokan-solokan, membesihkan sampah-sampah juga rumput-rumput, menata pot bunga dan sebagainya.

Mudah-mudahan saja, inisiasi iseng ini menghadirkan lingkungan yang aman dan nyaman. Setidaknya untuk di lingkungan Pondok Pesantren Qothrotul Falah. “Semoga juga, gerakan ini bisa merembet ke santri-santri yang lain,” ujar seorang guru.[nhm]