Pengalaman Menghadiri CVE Balikpapan

Selasa, 03 November 2015. Pesawat Lion Air JT 764 mengantarkan saya dan dua rekan baru saya dari Surya University (Peserta CVE Balikpapan) berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Sepinggan  Balikpapan-Kalimantan Timur.

Beberapa hari sebelumnya, saya mendapat undangan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) untuk menghadiri  kegiatan workshop Praktek Terbaik CVE-Global Counter Terrorism Forum (GCTF): Peningkatan Peran Pemuda dalam Countering Violent Extremism dan Penanggulangan Terorisme. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Aston-Balikpapan selama 3 Hari.

Kegiatan Workshop diikuti oleh dua golongan. Yang pertama, golongan pemuda yaitu perwakilan mahasiswa atau aktivis dari berbagai daerah. Diantaranya adalah Mahasiswa UGM, UI, Surya University, Gusdurian Yogyakarta, NU Online, Politeknik Balik Papan, dan yang lainnya. Dan Golongan yang kedua adalah Ibu-Bapak dari FKPT se-kalimantan.

Di hari pertama, kami diberikan pengetahuan/pemahaman mengenai Radikalisme, Ekstremisme yang menggunakan kekerasan, intoleransi dan konflik di Indonesia, faktor-faktor pendorong radikalisme dan terorisme, counter narrative, peningkatan peran pemuda dalam social media, dan lainnya.

Narasumber yang mengisi kegiatan tersebut diantaranya adalah Ahmad Suaedy (the Wahid Institute), Ichsan Malik (Institute Titian Perdamaian), Ali Fauzi (Aktivis Perdamaian), Ira Novita (Portal Indonesia), Imam Malik (Surya University), Budi Trisna (Task Force Islam Nusantara).

Di hari kedua kami dibagi menjadi lima kelompok sesuai dengan akun social media yang kami buat. Ada Youtube, Facebook, Twitter, Instagram, dan Media Planing. Dengan didampingi oleh masing-masing fasilitator dan kebetulan untuk tim Twitter kami didampingi oleh Bapak Kholilul Rohman.

Kami mendiskusikan hal apa saja/isu apa yang terjadi di lingkungan sekitar khususnya di wilayah Kalimantan yang kemudian nanti akan menjadi trend topic di akun prodak kami yang kami tandai dengan nama Borneo Pesut. Untuk social media, golongan pemudalah yang bertugas membuat dan mengisinya. Pembuatan prodak akun ini kami sebut sebagai inisiatif kecil namun memberikan perubahan besar.

Kemudian di hari ketiga, masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi dan pemameran produk yang telah dibuat. Dan untuk tim FKPT memaparkan rencana program masing-masing yang akan diselenggarakan di daerah. Selanjutnya kegiatan workshop ditutup dengan pemberian sertifikat dan photo bersama.

Setelah kegiatan workshop ditutup, saya dan rekan-rekan yang lainnya masih mempunyai waktu di Balikpapan kurang lebih dua hari sebelum kami pulang ke daerah masing-masing. Kesempatan itu kami gunakan untuk keliling daerah Balikpapan untuk mengetahui daerah wisata di sana. Tak terlewatkan pusat perbelanjaan oleh-oleh pun kami kunjungi.

Kebersamaan kami berakhir di tanggal 7 November 2015. Kami berangkat ke Bandara dengan serempak. Satu persatu di antara kami akhirnya pamit untuk take off. Dimulai dari rekan dari Yogya, kemudian kami dari Jakarta, terakhir rekan kami yang pulang ke Surabaya.

Banyak hal yang saya dapatkan. Selain pengetahuan dan pengalaman, saya juga mendapatkan teman-teman baru.[ayat]