Ngaji Bulanan Wali Santri

Di awal tahun 2016 ini, Pengelola Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten menyelenggarakan temu wali santri, Ahad, 10 Januari 2016 pagi. Mereka hadir dari berbagai wilayah di Banten, termasuk juga dari luar Banten.

Dari pihak pesantren, hadir Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hambali, Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, S.Pd.I., Kepala SMA Qothrotul Falah Kiai Abdurohman, S.E., Waka Kurikulum Tanto Haryanto, S.Si., Koordinator MPS Nurul H. Maarif, Bendahara Pesantren Dede Saadah, S.Th.I., dan Wali Kelas IX MTs Agus F. Awaludin, S.Pd.

Dalam sambutannya, Pengasuh banyak menyampaikan proses perjalanan pesantren dari sejak awal hingga kini. “al-Hamdulillah, sekarang dikit-dikit mulai ada perkembangan. Dulu ketika didirikan pada 1991, kita masih sangat keterbatasan. Karena itu, mohon doa dari semua wali santri supaya pesantren ini terus berkembang dan semakin memberikan manfaat pada kita semua,” ujarnya setelah memperkenalkan jajaran pengelola terlebih dahulu.

Secara beruntun, Koordinator MPS menyampaikan program-program pesantren ke depan, baik program utama maupun program penunjang (intelektualitas, seni, kepedulian, dan olah raga) dan sebagainya. Juga disampaikan rencana pengembangan pesantren ke depan, baik secara fisik maupun substansi.

Disambung oleh Kepala MTs Qothrotul Falah yang menyampaikan beberapa prestasi anak didiknya, juga persiapan menjelang Ujian Nasional (UN) 2016. Hal serupa disampaikan Kepala SMA Qothrotul Falah. Sedangkan bendahara menyampaikan pentingnya kerjasama antara wali santri dan pesantren di bidang administrasi.

Diantara hal penting yang disepakati adalah perlunya diadakan pengajian bulanan untuk wali santri. “Indah sekali kiranya, jika wali santri hadir di pesantren mengobati kangen dengan putera-puterinya, lalu pulang ke rumah masing-masing membawa bekal ilmu dari pengajian,” ujar Koordinator MPS, Nurul H. Maarif.  “Insya Allah dapat kebahagiaan atau keuntungan dobel, lahir batin,” sambungnya.

Dalam pengajian bulanan ini, insya Allah pengasuh pesantren akan senantiasa mendampingi jika tiada halangan yang berarti. “Kalau pengasuh kita harapkan mendampingi, tentu waktunya kita sesuaikan dengan luangnya waktu beliau. Dan beliau minta di hari Sabtu, minggu pertama, tiap bulannya jam 10.00 WIB s.d. selesai,” ujarnya.

Merekapun menyepakati usulan waktu yang ditawarkan pengasuh ini. “Kalau bisa yang datang jangan hanya bapak dan ibu, ajak juga anak-anak yang lain dan tetangga, sehingga kita bisa mengajak banyak orang pada kebaikan,” katanya lagi.

Rencananya, sebelum pengajian itu diselenggarakan, akan diadakan tahlil bersama, juga bincang ringan tentang pesantren ke depan dan diakhiri makan siang bersama. “Bapak ibu nggak perlu repot-repot bawa apapun. Cukup datang, ngaji, makan bersama. Insya Allah ini berkah buat semua,” jelasnya.[nhm]