Asep-Aenia Pimpin OPPQ 2016-2017

Masa Khidmat Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Qothrotul Falah (OPPQ) 2015-2016 telah usai dan segera digantikan oleh kepengurusan yang berikutnya. Dan al-Hamdulillah ketua yang baru telah terpilih, pada Pemilu Raya Santri (PRS) yang diselenggarakan Sabtu, 30 Januari 2016.

Untuk Ketua OPPQ Putera, Asep Komaruddin (asal Cileles Lebak) berhasil mendapatkan suara terbanyak, dengan mengalahkan dua pesaingnya, M. Iip Muplihin (Cikulur Lebak) dan Muh. Sopiyan (Citeras Lebak). Sedangkan Ketua OPPQ Puteri dimenangkan oleh Aenia Salsabila (Malingping Lebak), mengandaskan Shofi Maolidia (Gunung Kencana Lebak) dan Dewi Asiyah (Cilegon).

Atas kemenangan ini, mereka merasa gembira sekaligus sedih. Gembira karena berhasil memenangi pertarungan yang melelahkan, sekaligus sedih karena kepemimpinan itu bukan persoalan main-main. Semua ada tanggungjawabnya.

Banyak yang menyatakan, Pemilu Raya Santri kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. “Debat kandidat dilakukan di ruang terbuka dan menghasilkan diskusi yang sangat hangat. Saling menimpali dan saling mendebat. Ini sungguh pembelajaran yang positif bagi para santri,” ujar Ustadz Agus F. Awaludin, S.Pd., yang bertindak sebagai moderator debat.

Hal sama dinyatakan oleh Ketua Pemilu Raya Santri, Cahyati. “al-Hamdulillah, Pemilu kali ini terkesan berbeda. Antusiasme santri juga tampak lebih baik. Persaingan juga ketat. Bahkan TPS ditempatkan di ruang terbuka dengan konsep yang sama seperti Pemilu Presiden,” ujar mahasiswi IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang Banten ini.

Tentu saja, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan semua pihak, baik keluarga pesantren, dewan guru, para calon juga para santri. “Kita rasakan, semua turut terlibat aktif. Semua pihak memberikan ide-ide yang brilian, untuk menghantarkan terpilihnya ketua yang baru,” ujarnya.

“Untuk itu disampaikan terima kasih pada semuanya, sejak kampanye calon, debat kandidat, LPJ, pembuatan iklan-iklan, video-video dan sebagainya,” imbunya.

Usai pemilihan, pada Sabtu malamnya, seluruh santri dikumpulkan di Majelis Puteri, untuk mendengarkan arahan dari dewan guru dan Majelis Pembimbing Santri (MPS). “al-Hamdulillah hiruk-pikuk PRS sudah selesai. Tidak ada yang kalah. Semuanya menang. Semua santri menang. Ini kemenangan kita semua,” ujar Koordinator MPS, Nurul H. Maarif.

“Inilah cara kami mengajarkan demokrasi yang berbudi di kalangan santri,” sambungnya.

Perbedaan pilihan itu telah selesai. Semua harus kembali menjadi satu tubuh yang harus bekerja sama. “Mari kita menatap pondok ini ke depan, yang harus terus berbenah dan melakukan perbaikan. Semua calon, baik yang mendapat suara terbanyak maupun yang di bawahnya, harus bergandengan tangan menata pesantren ini. Banyak tantangan di depan yang mesti dihadapi,” ujarnya.

Rencananya, sebagai ujung kegiatan ini, maka akan dilakukan pelantikan pengurus yang baru, insya Allah pada Kamis malam Jum’at. “Insya Allah akan dilantik dengan cara yang berbeda dari sebelumnya,” ujar Cahyati.

Rapat-rapat jelang pelantikan juga sudah mulai dilakukan dengan maraton, oleh berbagai pihak. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan menghadirkan hal-hal yang baru. Amin![nhm]