Dua Santri Ikuti Workshop Penulisan Islam Damai

Dua santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengikuti Wokshop Tulis-menulis bertema “Islam dan Tradisi Damai”, Sabtu-Rabu (23-27 April 2016), di Hotel Sofyan Inn Altama Pandeglang Banten. Mereka adalah  Komarudin (Siswa Kelas XI SMA Qothrotul Falah) dan Ropiyanah (Siswi Kelas X SMA Qothrotul Falah).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pesantren (PSP) ini melibatkan 20 santri dari 10 pesantren di wilayah Serang, Pandeglang dan Lebak; Serang (Ponpes al-Wathaniyyah dan Ponpes Darussalam), Pandeglang (Ponpes Turus, Ponpes al-Mizan, Ponpes Nur el Falah dan Ponpes al-Nidhamiyah) dan Lebak (Ponpes Qothrotul Falah, Ponpes al-Hidayah, Ponpes Riyadussaadah dan Ponpes La Tahzan).

Kegiatan ini diniatkan untuk melatih para santri pondok pesantren di bidang tulis-menulis, terutama untuk isu-isu perdamaian dan kerukunan. Diakui, banyak pesantren yang tidak memberikan pembelajaran tulis-menulis ini kepada para santrinya secara memadai, padahal ini media yang penting untuk menyampaikan ajaran Islam yang ramah bagi sekalian alam.

Pada kegiatan ini, hadir Direktur PSP Ubaidillah, Abdullah Sajad, Ira D. Aini, Aniqotul Ummah, Azizah dan juga Anick H. Tohari. Sedangkan pemateri yang dihadirkan, antara lain, Siti Nurasiah (Ketua Fatayat NU Kab. Lebak), Khoirul Anam (BNPT) dan Fahd Pahdepie (Penulis Novel Jodoh).

Oleh pemateri, para peserta diajarkan tentang pentingnya tulis-menulis, pentingnya mengusung isu damai, dan lain sebagainya. Diharapkan, mereka kelak mampu menjadi penulis-penulis yang handal dan konsisten menyuarakan wajah Islam yang ramah bukan yang marah.

Tidak hanya dibekali teori-teori, mereka juga diminta menjalankan praktik lapangan untuk penulisan. Sasaran obyeknya adalah Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten.

Usai wokhshop ini, rencananya kegiatan mereka akan dilanjut dengan Santri Exchange atau pertukaran santri. Santri pondok A, selama tiga hari akan nyantri di pondok B. Begitu seterusnya.

Tugas mereka dalam pertukaran santri ini tak lain untuk mendalami kegiatan pesantren terkait isu perdamaian untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Dan insya Allah, tulisan ini kelak akan dibukukan sebagai upaya dokumentasinya.[nhm]