Kerajinan Tangan a la Santri

Jelang Ujian Nasional (UN) 2016, siswa-siswi Kelas IX MTs Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mendapat tugas praktik membuat kerajinan tangan dari bahan busa. Kali ini yang menjadi obyek adalah rumah-rumah atau gedung-gedung.

Selama beberapa hari, kegiatan ini dibimbing oleh Ustadzah Siti Komalasari dan dibagi dalam beberapa kelompok. Perkelompok terdiri tiga orang. Mereka diberi kebebasan untuk membuat apapun sesuai arahan Pembina.

Ada yang membuat miniature menara Eiffel Prancis, masjid, rumah, dan sebagainya. Karya-karya mereka ini tampak unik dan menarik. Apalagi dibuat oleh anak-anak yang baru belajar di level sekolah menengah pertama.

Oleh Pembina, mereka diminta mempresentasikan hasil karyanya di hadapan guru dan peserta lainnya. Apa saja yang disampaikan dalam presentasi itu? Diantaranya adalah alasan pembuatannya, tingkat kesulitannya, dan makna filosofis dari hasil karyanya.

Target dari kegiatan ini, selain untuk melatih kekompakan siswa dalam kelompoknya, juga untuk mengajarkan pentingnya memiliki keterampilan. Santri diminta tidak hanya menguasai materi, namun juga keahlian yang unik-unik.

Insya Allah semua hasilnya bagus, karena mereka telah berupaya secara maksimal. Tentu ke depan kita harus lebih serius lagi belajar dan mengajarkan keterampilan ini,” ujar Ustadadzah Komala.

Rencananya, hasil keterampilan siswa ini akan dipamerkan pada Wisuda Tahun 2016, yang akan diselenggarakan pada Ahad, 22 Mei 2016 mendatang. Mudah-mudahan saja, pameran ini akan mensyemarakkan rangkaian acara wisuda sekaligus bisa menjadi ajang promosi bagi wali santri.[nhm]