Wali Santri Harus Ikuti Aturan Pondok

Pengajian Bulanan Wali Santri periode ke-4 ini diselenggarakan pada Sabtu, 7 Mei 2016. Pengasuh Pondok Pesantren al-Bayan, Alfafa dan Multazam (tiga-tiganya di Lebak Banten), KH. Eeng Nurhaini, didaulat sebagai penceramah tunggal.

Dalam uraiannya, kiai muda yang energik dan berpikiran maju ini banyak menceritakan suka-dukanya mengurus santri. Keliru jika kiai dibilang enak dan enjoy, karena banyak sekali persoalan yang mesti dihadapi; baik soal ekonomi pesantren, akhlak santri, kurukilum dan sebagainya.

Kiai Eeng mengingatkan wali santri untuk mendorong anak-anaknya mengikuti seluruh kegiatan dan aturan pesantren. “Jangan dikit-dikit protes, apalagi sampai lapor ke polisi kalau ada apa-apa. Kita ini keluarga dan semestinya saling menjaga,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kegiatan rutin bulanan wali santri ini. Selain sebagai ajang untuk saling mengenal antara wali santri, juga bisa menjadi ajang menambah pengetahuan. Yang tak kalah penting, mereka bisa menjenguk anak-anaknya setiap bulan sekali.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan insya Allah ke depan akan semakin ramai,” ujarnya.

Pengajian kali ini menjadi penutup untuk Tahun Pelajaran 2015-2016 ini, apalagi sebulan ke depan akan diselenggarakan Puasa Ramadhan.

“Ini pertemuan terakhir untuk tahun pelajaran ini. Insya Allah, Pengajian Bulanan Wali Santri ini akan dilanjutkan minggu pertama Agustus 2016, setelah Syawal. Semoga kegiatan kita ke depan semakin bermanfaat dan barakah,” kata Ustadz Agus F. Awaludin, yang mendampingi Kiai Eeng.

Wali santri juga diberi informasi rencana Wisuda 2016 yang akan diselenggarakan pada Ahad, 22 Mei 2016 di Komplek Pondok Pesantren Qothrotul Falah. Usai tausiah ini, mereka makan siang bersama-sama ala kadarnya.[nhm]