Sepekan Mondok, Nilna Tampak Riang

Cucu pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Nilna D. Hanifa (9 tahun) telah sepekan menjalani kehidupannya sebagai santri sungguhan, sejak Ahad, 1 Mei 2016.

Puteri pertama pasangan Nurul H. Maarif dan Dede Saadah Syatibi ini masuk di Kelas IV Madrasah Ibditadiyah (MI) Pondok Pesantren Multazam Lebak Banten, di bawah asuhan KH. Eeng Nurhaini dan K. Ade Syahroni.

Tak disangka, Nilna yang beberapa bulan terakhir enggan mengikuti aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 01 Sumurbandung ini justru meminta pada orang tuanya untuk dipondokkan. Permintaan yang tidak biasa untuk ukuran anak sekecil itu.

Dan pilihannya jatuh pada Pondok Pesantren Multazam, di daerah Citeras Lebak. Pesantren ini khusus untuk anak-anak usia sekolah dasar, dari Kelas I sampai VI. Ada yang dari Jakarta, Aceh, Banten, dan sebagainya.

Dalam sebulan pertama, Nilna tidak boleh dijenguk oleh orang tuanya. Komunikasipun tidak boleh dilakukan secara langsung. Hal ini untuk menjaga perasaannya biar tidak ingat terus pada orang tuanya.

“Kasian juga sih. Namun untuk kebaikan anak, kita mesti merelakan semuanya walaupun berat,” ujar Bunda Dede Saadah. “Kita hanya mengharapkan kebaikan pada Nilna,” imbuhnya.

Pada hari pertama, karena masih relative kecil, Nilna tampak sulit berpisah dengan kedua orang tuanya. Bahkan ia enggan melepaskan pelukannya pada mereka. Sambil menangis sesenggukan tentunya. “Kunci mobil di saku ayahnya diambil, diumpetin, biar kami nggak bisa pulang,” ujarnya.

Untuk mensiasati hal ini, maka satu dari santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah diminta menemani Nilna barang semalam di sana. Esoknya dijemput lagi supaya Nilna latihan sendirian.

al-Hamdulillah, setelah sepekan di sana, Nilna sudah bisa beradaptasi dan membaur dengan santri dari berbagai daerah. Aktivitas juga sudah mulai dijalaninya dengan normal. “Temennya banyak dari mana-mana,” katanya ketika ditelpon Bundanya.

“Asyik nggak?” tanya Bundanya. “Asyik,” jawab Nilna riang.

Dengan bahasa yang riang-gembira, Nilna juga menceritakan tidurnya jam 9 malam dan jam 4 sudah dibangunkan untuk shalat malam dan shalat shubuh. Oh ya, Nilna mondok sambil membawa beberapa buku KKPK (Kecil-kecil Punya Karya).

“Bukunya dipinjem sama teman-teman,” ceritanya. “Ayah sudah belikan lagi tiga buku kok. Insya Allah segera diantarkan ke sana,” kata Bundanya.

Semoga Nilna bisa belajar mandiri dan rajin belajar. Amin! [nhm]