Wisuda Santri Launching Dua Buku

Wisuda Angkatan Ke-17 Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, diselenggarakan Ahad, 22 Mei 2016, di Komplek Pesantren. Selain keluarga besar pesantren, tampak hadir Anggota DPR RI Vivi Sumantri Jayabaya, Ketua KPID Prop. Banten Ade Bujhaerimi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak Wawan Ruswandi, Anggota DPRD Kab. Lebak Acep Dimyati, Camat Cikulur Sehabudin, dan lain sebagainya.

Seperti biasa, wisuda kali ini dirangkai dengan berbagai agenda baik yang resmi maupun yang non-resmi. Misalnya, diawali tarian adat Sunda, prosesi wisuda, sambutan-sambutan, pembagian hadiah dan selainnya. Diantara yang terpenting adalah launching dua buku karya santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, yakni Renungan Santri II: Intelektualitas, Integritas dan Moralitas Remaja dan Lazuardi Kata.

Buku pertama berisi kumpulan artikel santri-santri yang tergabung dalam Halqah Santri Triple Ing Community (Triping.Com). Isinya tentang amatan mereka perihal problematika yang terjadi di sekitarnya, baik soal intelektual, tanggungjawab, akhlak, dan sebagainya. Karya ini ditulis serius layaknya makalah mahasiswa di dunia kampus. Nurul H. Maarif (NHM) menjadi pembimbing utama karya ini.

“Saya yakin, dunia tidak membutuhkan pesantren yang besar dan santri yang banyak, melainkan pesantren yang berkualitas dan santri yang cerdas. Untuk mengguncang dunia, Bung Karno hanya butuh 10 pemuda yang berkualitas. Insya Allah melalui dunia literasi, kami tengah membina pemuda-pemuda yang menjadi harapan dunia,” ujar Nurul H. Maarif, saat memberikan sambutan launching.

Dikatakan NHM, buku Renungan Santri II adalah kelanjutan dari Renungan Santri I yang dilaunching pada 2014. Sedangkan buku Lazuardi Kata merupakan kumpulan cerpen santri tentang berbagai hal. Termasuk dua cerpen karya Nilna D. Hanifa, 9 tahun, siswi Kelas IV Ponpes Multazam Lebak.

“Kumpulan cerpen ini dibina oleh Jack Alawi, “santri” Gola Gong di Rumah Dunia Serang Banten. Karenanya ucapan terima kasih setinggi-tingginya disampaikan untuk mereka,” ujarnya.

Merespon launching ini, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali menunjukkan kegembiraannya. Bahkan jauh-jauh hari beliau senantiasa bertanya, buku apa yang akan dilaunching pada wisuda ini. Mungkin kuatir ada yang hilang dari kekhasan pesantren ini.

“al-Hamdulillah, sudah empat tahun berturut-turut anak-anak kami melaunching karyanya. Insya Allah, pesantren kami yang kecil ini akan memberikan banyak manfaat bagi dunia melalui karya-karya seperti ini,” ujar Kiai Ibing – sapaan akrabnya – saat memberikan komentar di sela-sela launching itu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak ini berharap, kegiatan literasi inilah yang akan mewarnai pesantren yang dipimpinnya. “Pesantren yang mengedepankan marching band, drum band, karate, sangat banyak. Tapi yang mendahulukan kegiatan tulis-menulis tidak banyak. Mudah-mudahan hal ini bisa menjadi ciri khas pesantren ini,” ujarnya.

Semoga saja, harapan-harapan itu benar-benar menjadi kenyataan. “Saya yakin, melihat sumber daya manusia yang ada dan kegiatan-kegiatan yang ditawarkan oleh pesantren, kelak pesantren ini akan menjadi besar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wawan Ruswandi M.Si., dalam orasinya.[nhm]