Keberkahan Hadir Diluar Rencana

Rabu, 18 Mei 2016, tepatnya ba’da Isya sejumlah enam orang datang ke Pondok Pesantren Qothrotul FalahCikulurLebakBanten.Kunjungan ini sama sekali tidak direncanakan, tapi murni kehendak Allah.Pada mereka, para santri berkesempatan untuk belajar atau berdiskusimengenai perdamaian dan jurnalistik.

Tamu-tamu itu adalah Direktur Pusat Media Damai (PMD) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Khoirul Anam, Direktur Pusat Studi Pesantren (PSP) Ahmad Ubaidillah, Pimred www.beritapolitik.com, Abdullah Sajad, Romo Endro dari Bogor dan dua kawannya dari Gereja Maria Tak Bernoda Lebak.

Diskusi hingga pukul 22.30 malam ini berlangsung hangat tanpa sekat antar santri dan Romo beragama Katolikitu. Bagi santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah,perbedaankeyakinan bukanlah alasan untuk tidak saling mengenal.Begitupun dengan Romo.Baginya, keyakinan tidaklah menjadi halangan untuk tetap menjalin silaturahim.Hal serupadisampaikanbeberapasantri yang hadir.

“Justru dengan adanya silaturahmi ini, kita bisa membuka pandangan tentang perbedaan dalam agama.Tenyata agama Katolik juga mengajarkan bersedakah, saling menghargai dan yang lainnya seperti yang diajarkan Islam,” tutur Ainia Salsabila, Ketua OrganisasiSantriPuteri Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

Diskusi yang diwarnai dengan pembahasan lintas agama ini membuka wawasan para santri untuk tidak memaksa yang berbeda menjadi sama atau memusuhi yang berbeda keyakinan. Yang memusuhi berarti orang yang memandang agama dari kejauhan, tanpa mencari kebenaran langsung dari orang yang bersangkutan.Ini adalah hikmah dibalik pertemuan yang diluar rencana manusiaitu.

Pembahasan pun berlanjut mengenai jurnalistik yang dipandu langsung oleh Khoirul Anam.Pengalamannyabelajar jurnalistik di Afrika menjadikannya ahli dalam tulis-menulis dari mulai novel hingga artikel. Karenanya ketika salah satu Ustadz di Qothrotul Falah, Nurul H. Ma’arif memintanya untuk berbagi pengalaman sekaligus mengajarkan santri untuk menulis, beliau menyetujuinya. Menurutnya pesantren dan santri mempunyai peran lebih.Pendapat ini diutarakan karena Anam pernah nyantri di daerahnya.

Salah satu pengalaman berkesan bagi Anam, yaitu pengalaman menjadi santri.Ia menceritakan bagaimana menyalurkan hobinya dalam dunia literasi. Dengan fasilitas yang sederhana,ia mampu menghasilkan karya-karya yang baik.

Selainurusanjurnalistik, Anam juga  mengajak para santri untuk mengadakan English Night, yaitu belajar Bahasa Inggris semalam penuh. Dengan sangat antusias, para santripun menyetujuinya. Karena santri juga harus pandai berekspresi dengan bahasa secara baik dan keren. Tidak hanya mengaji, tapi juga mengkaji dan berekspresi. Kegiatan English Night merupakan salah satu metode pengajaran yang biasa dilakukannya, disamping pengajaran yang lain seperti ngabuburit tensis.

Mudah-mudahan dengan kunjungan diluar rencana ini, santri PondokPesantrenQothrotul Falah bisa mengambil banyak pelajaran. Tidak peduli dari kelompokagama mana yang berkunjung, selama niatnya baik pasti akan diterima dengan baik dan santun.[uyun]