Kegembiraan Santri Menyambut Ramadhan

Ramadhan kini hadir kembali, di tahun 1437 H. al-Hamdulillah, kehadirannya tidak dibarengi perbedaan yang serius di kalangan ormas-ormas Islam. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Juni 2016. Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam Sidang Itsbat, 5 Juni 2016, mengakhiri polemik yang terjadi.

Menyambut keputusan ini, seluruh umat Islam Indonesia merasakan kegembiraan yang sangat. Kehadiran bulan istemewa yang ditunggu-tunggu itu benar-benar diwarnai kedamaian. Tak terkecuali para santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah yang demikian gembiranya.

Sebagai bentuk kegembiraan itu, mereka mengadakan pawai keliling kampung menyambut bulan penuh berkah ini. Berbagai peralatan dibawa sekedar untuk meramaikan bulan al-Qur’an ini. Nyanyi-nyanyi islami, shalawatan dan sebagainya, terus dikumandangkan sepanjang jalan.

Malamnya, ba’da shalat isya mereka langsung menyelenggarakan shalat sunnah tarawih berjamaah di Masjid Qothrotul Falah. Baik santri lelaki maupun perempuan menjalankan tarawih bersama dipandu oleh imam Ustadz Udong Khudori. Masyarakat sekitarpun turut larut dalam kemeriahan tarawih ini.

Kiai Aang Abdurohman SE, selaku Putera Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah dan Kepala SMA Qothrotul Falah didaulat menyampaikan tausiah. Beliau mengharapkan para santri benar-benar memanfaatkan bulan ini dengan berbagai amaliah yang positif. Misalnya, mengaji al-Qur’an atau kitab kuning.

Dan untuk Ramadhan kali ini, pihak sekolah sengaja meliburkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara full dan mengisinya dengan pengajian kitab kuning, yang dibagi tiap-tiap kelas. Bagi, siang, malam, kegiatan pengajian kitab ini terus diselenggarakan untuk mengejar target khataman di tengah bulan.

Untuk membangkitkan semangat Ramadhan ini, ada baiknya dinukilkan puisi Ramadhan yang tertulis dalam status Facebook Muhammad al-Faiz (Alumni Pondok Pesantren Darus-Sunnah Ciputat).

 

Ramadhan

Nabi Ya’qub punya 12 putra. Nabi Yusuf di antaranya

Satu tahun ada 12 bulan. Bulan Ramadan salah satunya

Nabi Yusuf anak emas Ayahnya

Ramadan bulan tercinta Penciptanya

Nabi Yusuf penyabar. Memaafkan kejahatan saudara-saudaranya

Ramadan bulan ampunan. Diampunilah dosa-dosa bulan-bulan lainnya

Kala paceklik tiba, Nabi Yusuf memenuhi kebutuhan sebelas orang saudaranya
Kala amal tak seberapa, Ramadan menambal celah-celah sebelas bulan lainnya

Nabi Ya’qub yang buta mencium aroma Nabi Yusuf dan terusap oleh bajunya, maka terang kembali penglihatannya

Bila hati ini buta, hiruplah harum Ramadan dan giatlah di dalamnya, insyaAllah benderang kembali hati kita


Marhaban ya Ramadan!

 

[nhm]