Semalaman Belajar Bahasa Inggris

Sedikitnya 30 santri dan guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengikuti program English Night, Sabtu-Ahad, 11-12 Juni 2016. Kegiatan yang diinisiasi dan sekaligus dibimbing oleh Alumni Magister Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Khoirul Anam, ini berlangsung di ruang terbuka Lapangan Badminton Pesantren.

Baginya, ini kehadiran yang kedua kalinya di pesantren asuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak, setelah sebelumnya hadir untuk membimbing jurnalitistik pada santri.

Dimulai ba’da tarawih (lihat poto berita ini, red.), sekira pukul 21.00 WIB, kegiatan yang memfokuskan pada seluk-seluk Bahasa Inggris ini berakhir pukul 03.00 dini hari. Sahur bersama menjadi penanda berakhirnya kegiatan ini.

Diantara yang dipelajari, adalah penguasaan grammer, tenses, senam lidah Bahasa Inggris, hafalan kosa kata, speaking, listening music, drama dan sebagainya. Para santri dan guru benar-benar dituntut serius dan konsentrasi full mengikuti kegiatan ini. Kantuk harus dibuang jauh-jauh.

Dengan gayanya yang slengean, kocak sekaligus cuek bebek, Kiai Anam – sapaan akrabnya – yang pernah menjalani pendidikan di Bloemfontain Town Afrika Selatan ini mampu menghidupkan suasana. Para peserta dibuatnya sulit mengantuk dan terus terpingkal-pingkal, baik melalui tingkah-polahnya maupun joke-jokenya yang segar dan juga cletukannya yang super konyol-menyol.

Contoh-contoh yang digunakan juga seringkali nyeleneh, namun mengena dari sisi aturan tata bahasa. Pokoknya, kocak habis, dan kiranya banyolan lelaki asal Banyuwangi ini sungguh layak levelnya disejajarkan dengan pelawak-pelawak kelas atas yang sudah almarhum, semisal Dono-Kasino minus Indro yang masih segar bugar.

Diakui oleh para peserta, gaya kesegaran penyampaian materinya mampu membuat mereka terus bergembira sepanjang malam, kendati ada saja satu dua peserta yang tak kuasa menahan kantuk yang menderanya. Namun secara umum, para peserta bergembira dan enjoy full dengan kegiatan ini, apalagi diselingi penyalaan api unggun dan nyanyi bersama.

“Saya nggak ngantuk sama sekali dan semangat,” ujar Abdul Basith, peserta asal Cileles yang pada kegiatan sehari-hari di pesantren lebih sering tertidur ketimbang terjaga.

Khoirul Anam yang sengaja meluangkan kesibukannya dan datang langsung dari Bogor ini juga memberikan trik-trik jitu cara menghafal tensis, kosa kata maupun listening dan speaking. Semoga saja, apa yang dilakukannya mampu memberikan motivasi baru bagi para santri di bidang penguasaan Bahasa Inggris.

“Bahasa Inggris itu penting. Nanti di akhirat, malaikat akan bertanya pada kita: kamu mau pakai bahasa apa? Arab? Inggris? Atau yang lain?” celetuknya disambut tertawa peserta.

Oke, semoga manfaat buat para santri, Mas Bro![nhm]