Tidak Khatam al-Qur’an, Ijin Pulang Terhalang

Usai menjalani pasaran kitab kuning selama 17 hari pada Ramadan 1437 H ini, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten dipulangkan secara berjamaah pada Rabu, 22 Juni 2016. Mereka akan menjalani liburan ajaran baru 2016-2017 selama kurang lebih sebulan penuh. Mantap!

Sebelum dipulangkan, mereka menggelar berbagai kegiatan. Misalnya, buka bersama, sahur bersama juga beberapa perlombaan. Bahkan pada malam kepulangan, pihak pondok menyelenggarakan khataman al-Qur’an 30 juz yang diiringi tausiah oleh pimpinan pondok, KH. Achmad Syatibi Hambali.

Dalam tausiahnya, Kiai Ibing – sapaan akrabnya – menyatakan, tradisi khataman al-Qur’an menjelang perpulangan baru kali ini diselenggarakan dan dinilainya positif.

“Ini ide yang bagus dan semestinya dilestarikan. Dari pada kita hura-hura dengan kegiatan yang tidak positif, mending khataman al-Qur’an bersama yang kita niatkan untuk kebaikan bersama, baik santri, pengurus, ustadz/dzah maupun pondok itu sendiri,” ujarnya.

Kiai Ibing berharap, keberadaan santri di rumahnya masing-masing tetap mempertahankan kebiasaan di pesantren. “Shalatnya dijaga dan sebaiknya berjamaah. Daras al-Qur’annya diteruskan. Jangan mentang-mentang di rumah, ngaji dilupakan,” jelasnya sembari menitipkan salam pada keluarga mereka.

“Akhlaknya juga tolong diperhatikan,” tambahnya.

Bagi santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, ijin kepulangan tidak bisa diberikan begitu saja tanpa barter persyaratan tertentu. Misalnya, mereka harus ikut ngaji kitab kuning secara lengkap, meresume kultum tiap malam bakda tarawih, shalat berjamaah dan wajib khatam al-Qur’an minimal sekali. Termasuk juga hafalan juz ‘amma.

Tanpa memenuhi persyaratan itu, perijinan mereka akan terhambat. “Tujuannya bukan untuk menyulitkan mereka tentu saja, melainkan membekali mereka dengan nilai-nilai positif. Ya, katakanlah itu oleh-oleh buat orang tuanya, supaya mereka merasa ada nilai positif menitipkan anaknya di pesantren ini,” ujar Ustadzah Dede Saadah, selaku Pembina santri. [nhm]