Santri Siarkan Perdamaian Lewat Radio

Enam santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten yang tergabung dalam Peace Leader melakukan roadshow ke beberapa radio di Banten untuk menyemaikan dan menyebarkan gagasan perdamaian. Selama Agustus 2016 ini, mereka sudah berkeliling di dua radio, RRI Banten dan RIS Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Santri-santri keren ini adalah Cahyati (Serang), Andri Fauzi (Lebak), Uyun R. Uyuni (Lebak), Muhammad Eman Sulaiman (Lebak), Fitriyah (Lebak), dan Ahmad Turmudzi (Lebak) selaku pendamping. Kegiatan yang bekerja sama dengan Search for Common Ground (SFCG) Jakarta ini mengusung tema besar Peace in Campus.

Kegiatan ini, seperti dikatakan Cahyati, menargetkan mahasiswa di berbagai kampus di Banten. Harapannya, kegiatan ini bisa menyadarkan pentingnya arti perdamaian bagi mahasiswa di kampus-kampus itu yang sedang bergiat dengan aneka pemikiran dan aktivitas lainnya.

“Harapannya kampus bisa menjadi tempat yang damai untuk semua golongan,” kata penulis Renungan Santri I dan II ini.

Apa saja tema yang disuguhkan?

Menurut Cahyati, diantara tema yang disampaikan adalah tentang pentingnya menyemaikan kerahmatan Islam, antiradikalisme, kebhinnekaan, bahaya ekstremisme dan banyak lagi selainnya.

Isu-isu ini penting menjadi perhatian semua kalangan, terutama kalangan mahasiswa kampus, mengingat isu ini akhir-akhir kian menakutkan. Bahkan dalam banyak penelitian, pelaku tindak radikalisme lebih dominan dilakukan oleh kalangan muda yang memang sedang mencari jati dirinya.

“Di situlah posisi mahasiswa menjadi sangat penting untuk mengusung isu-isu perdamaian,” ujar Uyun R. Uyuni.

Terkait kegiatan Peace in Campus ini, Ahmad Turmudzi yang berperan sebagai pendamping mereka menyatakan, kegiatan ini penting diselenggarakan karena terkait bahaya radikalisme dan terorisme.

“Dua hal ini terjadi karena ekstremisme. Jika ekstremisme ini bisa dicegah, maka radikalisme dan terorisme akan hilang. Dan ini semestinya dimulai dari kampus, karena kampus itu berisi generasi muda yang mudah terpengaruh ajaran yang tidak ramah. Untuk itu kegiatan di kampus ini penting dilakukan,” katanya.[]