Seleksi Ketat Anggota Triping Community

Selasa, 16 Agustus 2016 malam, sejumlah santri tampak serius menyampaikan makalah dan resensi buku. Bertempat di Majelis Putera Qothrotul Falah, mereka yang rata-rata duduk di bangku SMA Qothrotul Falah ini tengah menjalani seleksi ketat sebagai anggota Halqah Santri Triple Ing Community (Triping.Com).

Sebagai penguji, dibentuklah Tim Seleksi yang terdiri dari Nurul H. Maarif sebagai penasihat, Cahyati sebagai Ketua, juga Andri Fauzi dan Uyun R. Uyuni sebagai anggota. Seleksi ini penting diselenggarakan, selain karena banyaknya pendaftar, juga untuk benar-benar mendapatkan anggota yang potensial.

Bagi Tim Seleksi, Triping Community adalah organisasi ekstrakurikuler yang serius kegiatannya. Targetnya juga jelas, orang-orang yang siap cape dengan membawa (reading), menulis (writing) dan berani berbicara di depan khalayak (speaking). Outputnya mereka menerbitkan buku hasil karya mereka selama menjadi anggota Triping Community.

“Untuk itu, seleksi yang serius wajib dilakukan. Sayang jika Triping Community diisi oleh orang-orang yang loyo dan tidak siap capek,” ujar Cahyati.

Ditambahkan Uyun, yang juga alumni Triping Community, kegiatan di Triping Community benar-benar menyita tenaga, pikiran juga waktu. “Kita dituntut untuk capek, karena menyangkut ketekunan membaca, menulis serius dan keberanian berbicara. Karena itu, calon anggota Triping Community harus benar-benar dipilih secara ketat dan selektif,” ujarnya.  

Dikatakan Cahyati, ada tiga materi utama yang menjadi acuan penyeleksian ini; penulisan makalah, resensi buku, dan kecakapan berbicara. “Dalam tahap ini saja, sudah ada tujuh pendaftar yang gugur karena tidak menyelesaikan kewajiban. Ini menunjukkan tidak semua pendaftar memiliki komitmen yang sungguh-sungguh. Inilah pentingnya seleksi,” ujarnya.

Karena itu, ketika ditanya apakah para pendaftar siap capek jika terpilih menjadi anggota Triping Community, mereka kompak menjawab “siap”. Inilah sebentuk komitmen awal yang mesti dilalui. Lalu mereka menyampaikan tema-tema makalah yang telah dipersiapkan. Dan secara umum, isu-isu perdamaian dan antri radikalisme yang dimintakan oleh Tim Seleksi.

Hal penting lainnya, seleksi ini sengaja dilakukan pada malam 16 Agustus, malam kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI). “Ini menjadi simbol, bahwa kami Tim Seleksi ingin mencari generasi muda yang benar-benar siap menjadi penerus perjuangan para pahlawan perjuangan kemerdekaan,” ujar Andri Fauzi. “Mereka inilah yang kelak akan mengisi pembangunan negeri ini,” sambungnya.

Semoga saja, apa yang diharapkan oleh Tim Seleksi bisa benar-benar menjadi kenyataan.[]