Teman dan Pacar sebagai Jebakan

Ratusan santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten berkumpul di Lapangan Futsal, Jum’at, 6 Agustus 2016 malam. Mereka mengenakan seragam putih-putih. Santri putera mengenakan koko dan santri puteri mengenakan mukena.

Apa yang tengah mereka lakukan?

Mereka tengah mendengarkan motivasi yang disampaikan oleh Direktur Menara Hati International (MHI) Jakarta, Mohammad Najmi AF, M.IK. Selain santri, hadir juga para dewan guru.

Dikatakan Najmi, penulis buku Menara Hati, para santri semestinya bersyukur karena ditakdirkan oleh Allah Swt menuntut ilmu di pesantren.

“Pesantren itu tempat terbaik. Insya Allah aman dalam pergaulan dan terjaga akhlaknya. Nilai-nilai luhur senantiasa dikedepankan oleh para santri,” katanya.

Diantara tanda bersyukur itu, maka para santri semestinya belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun tentu saja. “Orang tua hanya minta para santri belajar dengan serius dan tekun, sehingga bisa menjadi anak yang membanggakan,” jelasnya.

Najmi juga mengingatkan, ada dua jebakan yang semestinya diwaspadai oleh para santri, yaitu shahabat dan pacar.

“Banyak orang baik yang menjadi buruk karena shahabat. Tanpa disadari mereka terkadang mengikuti keburukan shahabat karena alasan solidaritas. Ini penting diwaspadai,” ujarnya.

Pacar yang seringkali dinilai sebagai motivasi bagi kaum muda, sejatinya juga jebakan yang patut diwaspadai. “Pacar seringkali justru merusak masa depan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, pihak pesantren berharap, ada semangat yang membara pada diri santri untuk benar-benar mencari kebaikan di pesantren ini, sehingga mereka tidak membuang-buang waktu.[nhm]