Raih Cumlaude, Miss Eneng Sandang Gelar MSc

Puteri Ketiga Pimpinan Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Eneng Atikoh, berhasil meraih gelar MSc dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, setelah berhasil mempertahankan tesis berjudul “Peran Kepemimpinan Pesantren Qothrotul Falah dalam Meningkatkan Kualitas Guru”. Sebagai keresmian selesainya pendidikan master ini, Miss Eneng – sapaan akrabnya – merayakan wisuda pada Rabu, 19 Oktober 2016.

Menghadiri momen bersejarah puterinya, KH. Achmad Syatibi Hambali yang didampingi isterinya Hj. Siti Amah menyatakan rasa harunya. “Saya sungguh sangat terharu. Anak saya berhasil meraih cumlaude di universitas bergengsi sekelas UGM,” ujarnya pada www.qothrotulfalah.com, sekembalinya dari Yogyakarta.

Keharuannya, kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Lebak ini, selain karena predikat yudisium yang diraih puterinya sangat membanggakan, juga karena predikat ini diraih di salah satu kampus terbaik di negeri ini. Kampus yang level persaingannya begitu ketat.

“Selain itu, yang juga membuat saya haru, anak saya ini kuliah dengan biaya beasiswa dari Jepang. Rasanya kebahagiaan saya sebagai orang tua menjadi lengkap,” ujarnya berkaca-kaca. “Saya suka bercerita prestasi anak saya ini kepada kawan-kawan saya, sebagai bentuk tahadduts bi al-ni’mah (berkisah kebahagiaan),” sambungnya.

Di kalangan keluarga dan santri, Miss Eneng dikenal serius dan tekun dalam menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswi. Fokus senantiasa menjadi prinsipnya, kendati dengan merelakan pernikahannya sedikit mundur. Berkat ketekunan itu, karenanya tak heran jika ia berhasil meraih nilai IPK 3.87.

“al-Hamdulillah berkat doa dan dukungan semuanya, semua berjalan lancar,” ujarnya. “Mudah-mudahan bermanfaat bagi semuanya dan semoga bisa menjadi motivasi buat santri terutama,” sambungnya.

Kebahagiaan yang sama dirasakan oleh suaminya, Zulkhan Indra Putra, yang menikahinya pada Sabtu, 17 September 2016 lalu. “Terima kasih pada semuanya,” kata master dari salah satu universitas di India ini. 

Ditanya apakah akan mendorong puterinya melanjutkan studi doktoral, Kiai Syatibi menyatakan selama untuk kepentingan pendidikan, dirinya tidak akan bosen-bosen mendorongnya. “Selagi ada kesempatan, ayo saja anak-anak kuliah setinggi-tingginya,” katanya.

Bahkan setelah Miss Eneng meraih MSc, kakak kandungnya, Kiai Abdurohman SE yang kini menjadi Kepala SMA Qothrotul Falah juga berhasil menyelesaikan masternya dari Universitas Tirtayasa (Untirta) Serang di bidang pendidikan (MPd). Dan al-hamdulillah, dari lima putera-puterinya, dua telah menyelesaikan master, dua sarjana dan satu sedang menjalani pendidikan sarjana. Padahal baik Kiai Syatibi maupun isterinya sama-sama tidak pernah merasakan belajar di kampus. Semoga ini menjadi pelajaran dan motivasi bagi santri-santri.[nhm]