Dua Santri Ikuti Workshop Video Making

Selama lima hari, Selasa-Sabtu (15-19 November 2016), dua santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Shofa Mulia Nurfajri (Gunung Kencana Lebak) dan Tatu Aisyah (Cikulur Lebak) mengikuti workshop video making yang diselanggarakan oleh Pusat Studi Pesantren (PSP), di Agria Hotel Kota Bogor, Jl. Raya Tajur No. 612 Kota Bogor.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan serupa di berbagai wilayah di Indonesia, baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, juga Banten. Dalam TOR kegiatan disebutkan, diantara tujuan kegiatan ini, adalah pertama, menjadikan para santri sebagai pengibar bendera perdamaian.

Kedua, memberikan pemahaman kepada para santri tentang makna jihad dan jihad kekinian, makna Islam dan dialog agama-agama serta bagaimana cara menghadapi wacana dan tindak kekerasan berlabel agama.

Ketiga, menjadikan para santri berani bersuara untuk menyebarkan Islam Damai melalui video. Keempat, menjadikan para santri mampu menggunakan sarana teknologi untuk menyuarakan Islam rahmatan lil alamin.

Selain santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah, kegiatan ini juga diikuti oleh sembilan pesantren lainnya di wilayah Banten. Misalnya, Ponpes al-Mizan Pandeglang, Ponpes Nur el Falah Serang, Ponpes Riyadus-Saadah Lebak, Ponpes al-Anwar Pandeglang, Ponpes al-Halimatul Afifah Lebak, Ponpes La Tahzan Lebak, Ponpes Turus Pandeglang, dan sebagainya.

Adapun nara sumber yang dihadirkan, adalah  KH. Mahbub Maafi (Lembaga Bahstul Masail PBNU), Nurul H. Maarif (Pesantren Qotrotul Falah Lebak Banten), Hatim Ghazali (RMI PBNU), Fahd Pahdepie (Penulis, CEO inspirasi.co) dan Futih (Video Maker, inspirasi.co). Fasilitatornya adalah dari tim PSP seperti Achmad Ubaidillah, Anick HT, Abdullah Sajad, Anieqotul Ummah, Adi Nugroho, Nur Ashlihah dan Ummi Hasanah.

Sedangkan materi yang disuguhkan adalah Islam dan Dialog Agama-agama, Memperkuat Islam Rahmatan Lil Alamin, Artikulasi Pesan Perdamaian dari Pesantren dan Pemetaan Situs Radikal, Social Media Exploration dan Pelatihan Pembuatan Video.

Para santri yang mengikuti kegiatan ini tampak enjoy. Mereka riang gembira dan begitu antusias. Inilah yang semestinya dilakukan oleh kalangan muda, melakukan upaya menyebarkan ajaran-ajaran damai melalui berbagai cara, termasuk pelatihan pembuatan video.[nhm]