Diiringi Hujan-Angin, Maulid Berjalan Lancar

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1438 H di Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten, Kamis, 22 Desember 2016, berjalan khidmat kendati diwarnai hujan lebat dan angin besar. al-Hamduilllah, kegiatan tetap berjalan lancar kendati harus berpindah dari lapangan upacara ke Masjid Qothrotul Falah.

“al-Hamdulillah secara umum kegiatan kita berjalan lancar dan menggembirakan. Soal hujan, semua orang juga paham, itu di luar keinginan dan kekuasaan kita,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali saat evaluasi kegiatan.

Memang benar, dalam situasi hujan yang hampir terjadi tiap hari, peringatan maulid kali inipun tak luput dari siraman hujan lebat dan angin besar. Bahkan sejak sebelum shubuh, hujan sudah turun dengan lebat, hingga menjelang acara dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Ketika acara dimulai, hujan reda dan cuaca cukup terang. Atas kehendak Allah Swt, ketika sambutan Pimpinan Pesantren tengah berlangsung, hujan kembali turun disertai angin besar, hingga membuat ratusan hadirin tidak nyaman. Suasana panggung juga terganggu, sehingga pimpinan dan panitia memutuskan memindahkan kegiatan ke masjid. Sambutan pimpinan dilanjut di masjid.

“Kayaknya masjid ini ingin diadain maulid,” ujar seorang jamaah berseloroh. “Semoga hujan ini kian menambah keberkahan acara ini dan ini bukti saying Allah Swt pada kita,” kata Jemaah yang lain.

Jumlah jamaah yang begitu banyak, hingga lebih dari 250 kursi yang disediakan masih belum mampu menampung jamaah, maka di masjidpun mereka tidak tertampung. Banyak dari mereka yang berada di saung-saung, majelis puteri atau tempat lain yang dirasa nyaman dari guyuran hujan.

Usai perpindahan lokasi, al-hamdulillah acara berjalan lancar kendati lampu PLN mati total. “al-Hamdulillah kita pakai jenset sehingga semua berjalan dengan baik dan khidmat,” ujar panitia, Bunda Saadah.

Pada kegiatan maulid ini, panitia menghadirkan pembicara dari Tangerang, Ustadz Aan Maharani SQ. Penceramah sekaligus vokalis Alief Band lulusan Ponpes al-Shiddiqiyah dan PTIQ Jakarta ini benar-benar memukai jamaah. Tutur katanya yang teratur dan suaranya yang indah, menambah khidmat paparannya. Sedangkan pelantun ayat-ayat suci al-Quran adalah Hj. Kokom Komariah, salah satu qariah nasional.

Sebelum kegiatan dimulai, para santri menampilkan seni hadrah yang dipadu dengan band konvensional. Dipimpin oleh al-Hafidz Ustadz Rahmat, kegiatan shalawat ini kian menyemarakkan suasan. Tak kurang 45 menit mereka tampil membawakan berbagai shalawat.

Tampak hadir para tokoh masyarakat, masyarakat sekitar, wali santri dan perangkat desa. “Kita memang tidak mengundang Camat atau Kapolsek. Kita ini acaranya dadakan dan memang ala kadarnya,” ujar Pengasuh.[nhm]