Professor Melepas Status Jomblonya

Salah satu guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten asal Pandeglang, Ustadz Agus Faiz Awaluddin, S.Pd., akhirnya mengakhiri masa jomblonya yang telah dijalaninya dengan penuh kesabaran selama 30 tahun, setelah menikahi Tuti Uluwiyyah, S.Pd., gadis Simpati Cikulur Lebak, Sabtu, 7 Januari 2017.  

Ustadz Agus, yang oleh para santri dijuluki “Sang Professor”, ini tampak sumringah menjalani prosesi pernikahannya. Tanpa kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia, ia didampingi oleh paman-paman dan adik-adiknya. Termasuk juga didampingi oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah KH. Achmad Syatibi Hambali dan Isteri, Hj. Siti Amah. Guru-guru juga tampak ramai mengawal konvoi.

Prosesi pernikahan ini sendiri dipandu oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Cikulur, Aminin Nurdin. Bertindak selaku MC Ubaidilillah, M.Si. Penyerahan dari pihak mempelai laki-laki disampaikan oleh Anggota DPRD Kab. Lebak Acep Dimyati, S.E. dan penerimaan oleh Yayan, M.Pd.

Sedangkan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ustadz Aa Hidayat, S.Ag. Prosesi nikah sendiri dilakukan langsung oleh orang tua mempelai wanita, Rais, S.Ag. Lafal qabul diucapkan “Professor” dengan tegas layaknya seorang danton dengan memimpin pasukan Paskibra.

Menanggapi pernikahannya, “Professor” tampak bergembira. Senyumnya terus mengembang sepanjang prosesi pernikahan. “Maklum, sudah 30 tahun menunggu pasangan dan baru kali ini laku sekali-kalinya,” ujar Uyun Rika Uyuni tertawa, shahabat akrab sekaligus mantan siswanya di SMA Qothrotul Falah.

“Siapa yang tidak bahagia menjadi raja seharian penuh. Semua pandangan mata menatap bangga padanya dan juga aneh, kok bisa laku,” ujar Cahyati, shahabat yang lainnya, tertawa-tawa.

Sebagai ungkapan kebahagiaan, bahkan Bendahara Pondok Pesantren Bunda Saadah dan Ustadzah Komalasari turut menyumbangkan lagu Pengantin Baru, yang disadur dari Nasidaria. Lalu dilanjut oleh lagu-lagu gambus hingga sore harinya.

Ustadz Agus sendiri menyampaikan terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh handai- taulan yang turut menyukseskan pernikahannya. “Terima kasih kepada pondok, terutama Abi dan Umi, juga para guru. Merekalah yang mensupport saya hingga semua berjalan lancar,” katanya kira-kira. “Juga kepada comblang saya, saya sampaikan terima kasih,” kira-kira begitu sambungannya.

Beberapa hari setelah prosesi pernikahan, “Professor” yang memiliki berbagai keahlian keilmuan dan skill kepaskribaan ini ingin istirahat mengajar untuk fokus berbulan madu. “Ya, senang-senang sedikit dan semoga lekas mendapat momongan,” begitu kira-kita perasaannya.

Semoga Professor Agus dan Bu Ntu menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Segera mendapatkan momongan, bahkan segera mendapatkan cucu yang unyu-unyu.[nhm]