Tiga Guru Ikuti Sarasehan Pencegahan Radikalisme di Yogyakarta

Selama tiga hari, 1-3 Maret 2017, tiga guru Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten mengikuti “Serasehan Nasional Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS Di Kalangan Penggiat Dunia Maya.” Mereka adalah Nurul H. Maarif, Cahyati dan Uyun Rika Uyuni.

Kegiatan yang diikuti 200 peserta dari seluruh Indonesia ini diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di Hotel Alana Yogyakarta. Peserta ini tergabung dalam tiga website BNPT: www.jalandamai.org, www.dutadamai.id., dan www.damai.id.

Hadir pada acara ini Deputi Bidang Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Drs. Hamidin, Deputi I Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Kasubdit Was dan KP Letkol Drs. Sujatmiko, Dewan Pers Riza Patria dan banyak lagi.

Banyak hal yang dilakukan di sana, baik terkait dengan pemberian materi pentingnya penanggulangan radikalisme di dunia maya, maupun pentingnya cerdas di dunia maya dengan menyaring berita-berita hoax dan sebagainya.

Tak hanya itu, peserta yang terbagi dalam tiga domain website BNPT itu juga membuat aneka rencana tindak lanjut, termasuk yang off line. Untuk komunitas www.jalandamai.org misalnya, mereka sepakat membuat bulletin Jum’at yang akan disebarkan di berbagai masjid, untuk kepentingan kontra radikalisme.

Turut serta dalam kegiatan ini, Cahyati menyampaikan kegembiraannya. “al-Hamdulillah saya bisa bergabung dalam kegiatan yang penting ini. Ini menambah pengetahuan dan pengalaman saya terkait pentingnya pencegahan tindak radikalisme,” ujar mahasiswa IAIN SMH Banten ini.

“Saya juga tambah pengetahuan dan pengalaman. Penting sekali kita memahami peta radikalisme dan bagaimana menanggulanginya. Dan saya mendapatkan pengetahuan tentang hal ini melalui kegiatan ini,” ujar Uyun, yang juga mahasiswi di IAIN SMH Banten.

Semoga saja, kegiatan ini kian menyadarkan pentingnya generasi muda untuk turut meredam laju radikalisme, terutama di dunia  maya, sehingga upaya mewujudkan kehidupan yang damai dan aman bisa terwujud.[nhm]