Kelas Enam Ikuti Sidang Karya Tulis Ilmiah

Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) telah menjadi agenda rutin bagi siswa Kelas XII SMA Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Selain sebagai salah satu syarat untuk wisuda, kegiatan ini juga menjadi syarat kelulusan siswa. Untuk tahun ajaran 2016-2017 ini, KTI diadakan lebih awal dari jadwal biasanya dengan pertimbangan dapat memberikan waktu lebih luang, sehingga mereka fokus menghadapi Ujian Nasional setelahnya.

Kegiatan KTI dimulai dengan workshop singkat tentang kepenulisan yang diadakan oleh panitia KTI selama dua malam berturut-turut. Workshop dilaksanakan dalam rangka memberikan pembekalan bagi peserta KTI dalam hal penentuan judul dan hal-hal teknis kepenulisan. Workshop diikuti dengan baik oleh seluruh peserta KTI dan juga diisi oleh beberapa guru yang cukup mengerti dalam bidang kepenulisan.

Hal yang menjadi perbedaan dari KTI di tahun-tahun sebelumnya adalah mengenai tema. Beberapa tahun sebelumnya penentuan tema KTI dilakukan berdasarkan program jurusan yang diikuti. Program IPS membahas seputar topic-topik sosial atau kemasyarakatan dan Program IPA membahas seputar topik kesehatan. Namun kali ini, ada kebijakan baru mengenai tema. Semua peserta membahas seputar Fikih.

Proses penulisan KTI berlangsung sekitar dua bulan, mulai dari akhir November 2016 hingga akhir Januari 2017. Beberapa guru yang menjadi pembimbing KTI adalah Ustadz Yusuf, Ustadz Rohmat, Ustadz Andre, Ustadz Eman, Ustadzah Uyun, Ustadzah Ayat, dan ustadzah Fitri.

Setelah proses penulisan KTI berakhir, satu tahap terakhir dijalani oleh para peserta KTI adalah sidang munaqasah yang diadakan oleh panitia. Tujuan diadakannya sidang adalah untuk mengetahui seberapa jauh penguasaan peserta terhadap karya tulis yang ditulisnya.  

“Sengaja kami rancang ujian KTI ini dalam bentuk sidang untuk melatih mental dan juga menjadikan peserta KTI agar lebih banyak belajar. Semoga dengan adanya kegiatan KTI ini mereka bisa mengambil pelajaran dan pengalaman yang bisa mereka terapkan di dunia pendidikan jenjang lebih tinggi,” ujar Cahyati selaku panitia KTI.

Dalam pelaksanaan sidang, para peserta dibagi menjadi empat kelompok, sesuai dengan penguji yakni Ustadz Thurmudzi, Ustadz Sofyan, Ustadz Agus Faiz dan Ustadzah Nurjanah. Sidang yang berlangsung dua hari (24-25/02/17) berlangsung dengan baik dan penuh antusias dari peserta.

“Sidang KTI ini benar-benar menjadi pengalaman pertama saya dalam ujian karya tulis. Cukup menegangkan. Mungkin seperti ini pula sidang skripsi yang ada di tingkat perguruan tinggi,” ungkap Aenia Salsabila, salah satu peserta sidang KTI.[ayat]