Temu Alumni 2002: Qothrotul Falah Besar karena Alumninya

Temu Alumni SMA Qothrotul Falah lulusan 2002 diselenggarakan pada Ahad, 30 April 2017, di Rumah Makan Aqaba Lebak Banten. Tampak hadir hampir seluruh alumni 2002 dan keluarga Ponpes Qothrotul Falah seperti isteri pengasuh, Umi Ammah, Kiai Aang Abdurohman (Kepala SMA Qothrotul Falah), Nurul H. Maarif (Koord. Majelis Pembimbing Santri), Puspito (mantan Wali Kelas), Ade Bujhaerimi (Ketua Alumni Qothrotul Falah) dan Imam Mustofa (Guru).

Dikatakan oleh Ketua Panitia, Ahnap, kegiatan ini baru perdana diselenggarakan. “Ini baru pertama kali diselenggarakan setelah 15 tahun silam kita tidak saling bertemu. Semoga kegiatan ini menyatukan kembali kebersamaan kita sebagai alumni 2002,” jelasnya.

Keberhasilan temu alumni ini tak luput dari kerja keras panitia. “Kita semua patut mengapresiasi kerja keras panitia, terutama Syahid dan Ahnap. Kita masing-masing sudah punya kesibukan. Namun atas keseriusan mereka, al-hamdulillah kita bisa berkumpul di sini. Banyak kenangan yang kita alami saat masih sekolah 15 tahun silam,” ujar Bunda Dede Saadah, diantara alumni yang hadir untuk memberikan sambutan.

Selain keduanya, Ketua Alumni Ponpes Qothrotul Falah, Ade Bujhaerimi juga memberikan sambutannya. Diakuinya, selama ini kegiatan-kegitaan reuni alumni tercecer alias tidak tersentralisir atau terorganisir. “Rencananya, ke depan saya ingin membuat pertemuan alumni yang serius sehingga tidak tercecer,” katanya.

Dikatakannya, alumni harus ikut memikirkan dan membantu membesarkan almamaternya, yakni Pondok Pesantren Qothrotul Falah. “Besarnya Qothrotul Falah (QF) itu oleh alumninya. Karena itu, alumni yang sukses itu ukurannya kalau tetangganya ada yang mondok di QF. Kalau tidak ada, maka keberadaannya dipertanyakan,” katanya.

Melalui pertemuan alumni ini, dirinya berharap terjadi konsolidasi yang intensif antar berbagai alumni, baik yang keluaran 2002 maupun selainnya. “Dengan perkumpulan ini, tentu saja tali kekeluargaan semakin erat dan dekat, karena sesungguhnya kita semua adalah keluarga,” ujarnya.

Bagi Komisioner KPID Banten ini, alumni tidak harus lulusan SMA atau MTs Qothrotul Falah. “Yang belajar sehari atau seminggu lalu keluar dari Qothrotul Falah, itu juga alumni. Kita tidak membatasi alumni hanya yang sekolah formal, melainkan yang pernah belajar di QF. Karena itu, kita harus bersama-sama membesarkan almamater kita,” kantanya berharap.

Usai sambutan Ketua Alumni, lalu dilanjut oleh sambutan Kepala SMA Qothrotul Falah, Kiai Aang Abdurohman. Dalam uraiannya, ia banyak menyampaikan perkembangan lembaga yang dipimpinnya selama dua tahun belakangan ini.

“Kita sudah punya Laboratorium Komputer yang bagus. Ujian Nasional tahun ini juga sudah komputerisasi. Juga sudah ada internet atau wifi,” jelasnya.

Selain itu, siswa-siswi SMA Kelas X juga diberi tambahan program hafalan Juz Amma. “Harapannya, ketika mereka lulus sekolah, mereka memiliki bekal yang bagus dan mampu menyebarkan ilmu ke masyarakat,” katanya.

Putera pertama Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah juga membanggakan alumni-alumninya yang banyak berkiprah di masyarakat. “Banyak alumni yang menduduki posisi sentral di Lebak dan bahkan Banten, baik sebagai kiai, guru, aktivis maupun selainnya,” ujarnya.

Dan ia berharap, para alumni memberikan masukan atau bahkan kritikan yang membangun bagi kebaikan almamaternya. Semoga saja, pertemuan ini memberikan kebaikan bagi almamater ke depannya kelak.[nhm]