Menjadi Santri Itu Takdir Terbaik

Usai menjalani Masa Bimbingan Santri (MABIS) selama tiga hari yang dirangkai dengan Kemah Bersama selama dua hari, santri baru dan santri lama mulai menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Senin, 24 Juli 2017. Sekolah formal dan diniah mulai berjalan normal. Demikian juga kegiatan yang lain semisal mufradat, pengajian al-Quran, dll.

Sebelum KBM dimulai, malam harinya para santri diberi tausiah oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, seputar pentingnya menjadi santri dan pemberian motivasi.

Mengutip Hadis man yuridillah bih khairan yufaqqihhu fi al-din (siapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan menjadikannya pandai di bidang agama), Kiai Ibing – sapaan akrabnya – mengatakan, menjadi santri adalah takdir Allah Swt yang terbaik.

“Dengan menjadikan sebagai santri, berarti Allah Swt insya Allah menghendaki kebaikan bagi kalian semua. Mudah-mudahan, kalian menjadi orang-orang yang terpilih dan mendapat kebaikan dari Allah Swt,” katanya mendoakan.

Beliau juga mengingatkan pada seluruh santrinya untuk senantiasa bersabar menjalani kehidupan di pesantren yang penuh keterbatasan. Kesabaran karenanya menjadi sikap terbaik. Capek, lelah, serba susah, itu menjadi menu utama di pesantren yang harus diterima dengan lapang dada.

“Semoga kalian kelak menjadi orang-orang yang sukses, karena teman terburuk adalah kebodohan,” ujarnya.

Kepada seluruh pengelola pesantren, baik pengelola MPS, SMA, MTs maupun diniah, pengasuh berharap seluruh kegiatan dikelola dengan sebaik-baiknya, sehingga menghadirkan hasil yang optimal.

“Saya berharap semua bekerja keras untuk memberikan yang terbaik baik seluruh santri,” harapnya..

Untuk mempersiapkan KBM secara maksimal, pihak pengelola sekolah sehari sebelumnya juga menyelenggarakan rapat umum seluruh dewan guru, untuk membahas agenda-agenda kegiatan belajar mengajar setahun ke depan.

Dan KBM hari pertama ditandai dengan upacara bendera sebagai kecintaan pada NKRI. Bertindak sebagai Pembina, adalah Kepala SMA Qothrotul Falah, Kiai Abdurohman, M.Pd. Tampak hadir dewan.[nhm]