Penerbit Almahira Wakafkan al-Quran untuk Santri

Penerbit Almahira diantara sedikit yang memiliki program mulia Wakaf al-Quran untuk pesantren, majelis taklim atau yayasan. Menurut informasi yang diterima redaksi www.qothrotulfalah.com, setidaknya 50 ribu eksemplar al-Quran disalurkannya ke berbagai lembaga di seluruh Indonesia.

Diantara yang mendapat keberkahan menerima wakaf al-Quran adalah Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten. Setelah melalui proses seleksi yang simpel dan mudah, pesantren ini mendapatkan 250 eksemplar mushaf al-Quran sesuai jumlah yang diajukan, berdasarkan kebutuhan santri.

Proses mendapatkan wkaaf mushaf al-Quran ini sungguh tidak berbelit-belit dan penuh kepercayaan. Pengajuannya juga cukup mengirim permohonan via email atau poto WA. Lalu juga mengirimkan video dan gambar kegiatan lembaga.

Tidak ada verifikasi ke lapangan atau yang lainnya secara rumit. Karena itu, kepercayaan yang diberikan oleh Penerbit Almahira sepatutnya dijaga sebaik-baiknya. Jangan sampai amanah ini diabaikan.

Pihak Penerbit Almahira sendiri hanya meminta wakaf mushaf yang diberikannya benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran al-Quran. Dalam Surat Perjanjian antara penerima wakaf dan pemberi wakaf, terdapat klausul: “Pewakaf mengamanatkan agar mushaf yang diwakafkannya benar-benar digunakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan tahfizh atau kegiatan belajar al-Qur`an; bukan hanya disimpan atau dipajang di rak dan lemari tetapi jarang dibaca.”

Atas pemberian wakaf al-Quran sejumlah 250 eksemplar untuk santri ini, pihak Pondok Pesantren Qothrotul Falah menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Dikatakan Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS), Nurul H. Maarif, santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah secara umum berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Mereka berasak dari desa-desa di sekitar Lebak, Pandeglang, Banten dan sekitarnya. Karena itu, pihak pesantren berupaya meringankan beban mereka, termasuk kebutuhan al-Quran untuk kegiatan belajar mereka.

“Kami tidak memiliki dana yang berlebih untuk membelikan al-Quran. Makanya kami mencarikan al-Quran ke berbagai donatur dan para dermawan. Sudah saturan al-Quran yang disalurkan pada kami. Dan karena al-    Quran yang ada nyaris rusak semua dan kurang layak pakai, maka kami berupaya mencarikan lagi. al-Hamdulilah, Penerbit Almahira berkenan menyalurkan 250 eksemplar al-Quran untuk santri-santri kami,” katanya bersyukur.

“Untuk itu, terima kasih yang sedalam-dalamnya kami sampaikan pada Penerbit Almahira. Program yang mulia ini semoga diganjar oleh Allah Swt dengan ganjaran terbaik dan semoga penerbit ini kian eksis dan terus menyalurkan berbagai kegiatan positif untuk umat Islam di negeri ini,” sambungnya.

Tak lupa, pihak pesantren juga berjanji untuk memanfaatkan wakaf al-Quran ini dengan sebaik-baiknya dan tentu saja sesuai peruntukannya. Semoga juga, santri-santri yang menggunakan al-Quran ini diberikan kemudahan dalam menyerap berbagai pengetahuan yang diberikan oleh guru-guru mereka.

Dan secara khusus disampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Tri Wahyudi dan Bu Eneng Suharti, wali santri Ananda Fikri, asal Bekasi Timur, yang berkenan mengambil dan mengantarkan 250 eksemplar mushaf itu ke pesantren. Semoga Allah Swt memberikan kebaikan pada semuanya. Dan Allah Swt memudahkan semuanya.[nhm]