Dari Berjamaah hingga Lomba Nyate

Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur Lebak Banten dan warga sekitar melaksanakan shalat Idul Adha bersama di Lapangan Upacara, Jum’at, 1 September 2017. Bertindak sebagai imam Ustadz Muh. Nurohmat al-Hafidz dari Kebumen Jawa Tengah dan bilal Ustadz Muh. Iip Muflihin dari Lebak. Sedangkan Ustadz Maani Makmun, S.Pd.I. dari Lebak, bertindak sebagai khatib.

Dalam khutbahnya, Ustadz Maani menyampaikan dua hal terkait kekhususan Idul Adha. Pertama, Idul Adha identik dengan pelaksanaan haji, terutama puncak haji wukuf di Arafah.

Kedua, Idul Adha identik dengan perayaan kurban, baik kambing, kerbau, sapi maupun unta, yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu, sebagaimana kisah heroik Nabi Ibrahim beserta puteranya Nabi Ismail.

“Itulah dua kekhasan dalam Idul Adha yang semestinya menjadi pelajaran untuk kita semuanya,” ujar Alumni UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang ini.

Pada kesempatan shalat Idul Adha ini, Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali juga turut serta menjadi jamaah. Selama menjadi Ketua MUI Lebak dua periode, beliau tidak pernah ikutan shalat id berjamaah di pesantren.

“Ternyata ramai sekali ya. Saya kaget melihatnya,” ujarnya merespon hal ini.

Usai pelaksanaan shalat, para jamaah bersalaman secara bergantian untuk saling meminta maaf. Lalu dilanjutkan makan bersama.

Untuk tahun ini, pesantren mendapatkan kurban satu ekor sapi. Selepas shalat Jum’at, mereka beramai-ramai membuat sate dengan berbagai jenisnya, untuk dilombakan. Al-hamdulillah, Idul Adha kali ini benar-benar ramai dan khidmat.[nhm]