Pengajian Wali Santri Siap Dimulai

Untuk kian mengeratkan hubungan kekeluargaan dan keakraban antara keluarga pesantren, pengelola Pondok Pesantren Qothrotul Falah menyelenggarakan silaturahim dengan wali santri, baik wali santri MTs maupun SMA, Sabtu, 14 Oktober 2017, pagi.

Kegiatan yang dihelat di Majelis Putera ini dihadiri oleh Pengasuh Pesantren KH. Achmad Syatibi Hambali, Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) Nurul H. Maarif, Kepala SMA Qothrotul Falah KH. Abdurohman, M.Pd., Kepala MTs Qothrotul Falah Ahmad Turmudzi, M.Pd., dan Waka Kurikulum Agus Faiz Awaluddin, S.Pd.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas perkenan mereka untuk hadir di pesantren. “Terima kasih banyak. Ini insya Allah sebentuk kepedulian kita semua pada anak-anak kita yang tengah menuntut ilmu di pesantren ini. Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh,” ujarnya.

Beliau juga memohon doa kepada wali santri terkait dengan pengembangan pondok. “Kami sedang membangun dua ruang kelas di lantai dua dan sedang merehab tiga ruang santri. Mohon doa semoga semua lancar,” imbuhnya.

Selain Pengasuh, Kepala SMA dan Kepala MTs juga menyampaikan beberapa hal penting, terutama terkait rencana Ujian Nasional (UN), bimbingan belajar (bimbel) sekaligus wisuda. Hal ini diinfokan jauh-jauh hari supaya semua pihak, baik sekolah, wali santri maupun santri, melakukan persiapan dengan matang.

Sedangkan Koordinator Majelis Pembimbing Santri (MPS) menyampaikan hal-hal terkait kegiatan pesantren, termasuk pentingnya mendorong santri untuk serius belajar, ketaatan pada peraturan pesantren dan sebagainya.

Diantara point penting yang disepakati pada silaturahim dengan wali santri, adalah rencana kelanjutan pengajian bulanan wali santri yang selama ini telah berjalan setahun. Insya Allah, jika tidak ada halangan, pengajian ini akan dimulai lagi pada November.

Tujuan pengajian wali santri adalah untuk kian mengeratkan hubungan antara wali santri dari berbagai daerah, kunjungan pada anak-anaknya sekaligus belajar bersama ilmu-ilmu agama.[nhm]